LANGKAH WAJIB MENCEGAH DOWNTIME EXCAVATOR DI MUSIM HUJAN

Curah hujan tinggi selalu menjadi tantangan untuk alat berat yang mayoritas dioperasikan di area terbuka, termasuk excavator. Selain mempersulit kondisi lapangan, hujan juga dapat menimbulkan karat pada bagian excavator karena adanya proses oksidasi antara logam dengan air hujan. Bahkan, mesin berpotensi rusak lebih cepat dan berakhir pada downtime alat sebelum waktunya.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi masalah dari musim hujan adalah dengan menambah frekuensi dan fokus pada aktivitas maintenance. Lalu, apa saja hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk menjaga performa dan memperpanjang umur excavator di musim hujan?

Berikut adalah 8 hal penting yang wajib dilakukan untuk mencegah downtime excavator ketika musim hujan:

1. “Mandi” lebih sering

Perlu diperhatikan bahwa “mandi hujan” tidak akan membersihkan excavator Anda, tetapi akan mengikis cat lebih cepat dan menimbulkan karat pada beberapa bagian berbahan logam di excavator.

Lumpur dan kotoran lain yang melekat pada badan excavator juga dapat mengurangi performa bahkan memicu kerusakan mesin. Misalnya, oil seal pada bagian cylinder excavator yang kotor menjadi tidak berfungsi maksimal bahkan dapat menyebabkan kebocoran oli.

Oleh karena itu, selalu bersihkan excavator secara menyeluruh setelah beroperasi di bawah guyuran hujan. Pastikan tidak ada air hujan dan kotoran tersisa yang menempel pada semua bagian dari excavator.


2. Perhatian lebih untuk Undercarriage

Berikan perhatian lebih dan selalu bersihkan undercarriage excavator setelah dioperasikan di lingkungan yang basah, becek, atau tergenang air. Mengapa?

Air hujan membawa berbagai kotoran yang dapat melekat pada undercarriage, terutama di lapangan tambang dan konstruksi yang ‘keras’. Lumpur, pasir, debu, dan lainnya dapat menyebabkan undercarriage berkarat atau longgar. Selain merusak excavator, hal ini juga membahayakan operator bersangkutan dan orang di sekitarnya.


3. Gunakan Cat & Wax sebagai lapisan pelindung

Cat melapisi permukaan logam pada excavator sehingga tidak bersentuhan langsung dengan udara, kotoran, dan air hujan. Namun, cat dapat terkikis oleh hujan yang bersifat asam sehingga membuka kesempatan air hujan ‘masuk’ dan menimbulkan karat. Karat yang bersifat korosif akan melemahkan logam sehingga mudah retak atau patah.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mengganti cat dan memberikan wax sebagai lapisan tambahan untuk melindungi cat dan excavator. Terdengar seperti pengeluaran tambahan? Tidak. Ini adalah salah satu ‘investasi’ Anda untuk mencegah repair dan penggantian spare part sebelum waktunya.


4. Cek Filter Udara, Bahan Bakar, dan Oli

Selalu cek apakah air hujan masuk ke dalam filter udara, bahan bakar, dan oli. Air hujan yang melewati filter udara dan bahan bakar dapat menyebabkan masalah pembakaran karena:

  • Air yang menerobos filter udara akan mengurangi jumlah asupan udara ke mesin.
  • Kontaminasi air hujan pada bahan bakar dapat menyumbat aliran dan mengacaukan pompa bahan bakar sehingga menyebabkan mesin tersendat atau mati tiba-tiba.

Dalam waktu singkat, air hujan dapat menyebabkan kerusakan mesin excavator dari dalam.

Selain itu, air hujan yang mengontaminasi oli akan membentuk emulsi kental yang berbahaya bagi sistem mekanis karena dapat menimbulkan kerapuhan atau patahan pada logam, korosi, kontaminasi mikrobiologi, sampai aerasi. Air juga akan merusak bahan aditif dari oli dan mengubahnya menjadi larutan asam yang korosif.


5. Tingkatkan frekuensi pemberian Pelumas

Air dapat membuat pelumas cepat pudar/terhapus dari permukaan yang diaplikasikan. Padahal pelumas memiliki peran penting pada sistem gerak excavator. Tingkatkan frekuensi pemberian pelumas, terutama pada bagian sendi atau bagian yang melakukan kontak langsung dengan air hujan (atau air banjir).

Anda dapat menggunakan sistem autolube untuk memastikan pelumasan yang lebih konsisten. Sangat disarankan juga untuk menggunakan pelumas yang memiliki perlindungan karat/korosi agar lebih tahan terhadap kotoran dan serpihan korosif lain yang terbawa oleh air hujan.


6. Cek Terminal sebelum menyalakan mesin

Hujan dapat menyebabkan excavator sulit dinyalakan karena sistem pembakaran atau terminal mesin lembab dan kemungkinan mengalami korslet. Selalu sediakan kain atau koran kering untuk mengeringkan kabel dan terminal. Nyalakan mesin ketika terminal sudah benar-benar kering.


7. Segera urus Parts berkarat/rusak

Seperti yang sudah dijelaskan, air hujan dapat menyebabkan karat bahkan patahan pada logam penyusun badan excavator. Jika Anda menemukan tanda karat sekecil apapun, segera beri penanganan sebelum karat menyebar.

Patahan kecil juga tidak boleh luput dari perhatian. Segera ganti parts yang perlu diganti untuk menjaga kinerja excavator dan mencegah kerusakan yang lebih besar nantinya. Biaya untuk mengganti parts tentu jauh lebih murah daripada mengganti excavator rusak dengan yang baru.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *