Tag: sparepart hitachi jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Kondisi fuel yang dapat berpengaruh terhadap engine diantaranya:

Specific Gravity
Specific gravity diesel fuel adalah berat fuel dengan jumlah tertentu dibandingkan dengan berat air dengan jumlah dan pada temperatur yang sama. Semakin tinggi specific gravity berarti semakin berat bahan bakar tersebut dan semakin besar energi atau horsepower yang dapat dihasilkan engine.

Specific gravity dapat diukur menggunakan fuel hydrometer. Pembacaan pada hydrometer menggunakan skala American Petroleum Institut (API). Skala API merupakan kebalikan dari specific gravity. Semakin besar derajat API menunjukkan semakin ringan bahan bakar tersebut, contoh bahan bakar yang ringan adalah minyak tanah memiliki derajat API sebesar 40-44. Nilai standar derajat API engine Caterpillar adalah 35 pada 60°F (SAE – J1995).

Pembacaan Hydrometer dipengaruhi oleh temperatur bahan bakar sehingga untuk mendapatkan nilai yang mengacu kepada standard pabrik, nilai aktual yang diperoleh harus dikoreksi menggunakan tabel koreksi yang terdapat pada Engine Performance Reference.

Bahan bakar yang ringan tidak akan menghasilkan horsepower maksimum tanpa dilakukan penyetelan pada bahan bakar system, namun untuk mengkompensasi kondisi tersebut penyetelan bahan bakar system tidak diperbolehkan karena umur komponen bahan bakar dapat menurun akibat berkurangnya efek pelumasan.

Bahan bakar yang terlalu berat mengakibatkan banyaknya deposit pada combustion chamber, sehingga dapat menimbulkan keausan yang tidak normal pada liner dan piston ring.

Temperatur Bahan bakar
Kenaikan temperatur bahan bakar pada daerah antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector dapat mempengaruhi kemampuan engine. Kenaikan temperatur ini dapat disebabkan oleh radiasi panas dari komponen engine lainnya atau karena terhambatnya saluran kembali (return line) bahan bakar ke tangki.

Semakin tinggi temperatur bahan bakar maka spesific gravity– nya akan semakin rendah dan nilai panas yang terkandung didalam bahan bakar menjadi berkurang. Kenaikan temperatur yang diperbolehkan antara transfer pump dan fuel injection pump atau injector pada engine Caterpillar adalah 38°C (68°F). Apabila bahan bakar temperatur pada daerah ini melebihi nilai tersebut maka nilai horsepower harus dikoreksi menggunakan correction factor yang terdapat pada Engine Performance Reference.

Disamping berpengaruh terhadap horsepower, temperatur bahan bakar yang akan masuk ke fuel injection pump atau saluran bahan bakar (fuel gallery) juga sangat berpengaruh terhadap kekentalan bahan bakar (viscosity). Kekentalan merupakan ukuran dari hambatan cairan untuk mengalir. Kekentalan tinggi berarti bahan bakar terlalu kental dan akan sulit untuk mengalir. Bahan bakar dengan kekentalan yang yang tidak tepat (terlalu kental atau terlalu cair) dapat mengakibatkan kerusakan engine. Standar kekentalan (viscosity) bahan bakar yang akan masuk ke fuel injection pump sebesar adalah 1.4 – 20 centistokes (Cts).

Kekentalan bahan bakar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan keausan pada gear traincam dan follower fuel injection pump karena semakin tingginya tekanan untuk penginjeksian bahan bakar. Kekentalan bahan bakar yang terlalu rendah tidak dapat menyediakan pelumasan yang baik pada plunger, barrel dan injector. Pengabutan bahan bakar juga tidak menghasilkan pengabutan yang sempurna dan engine susah di-start.

Salah satu cara mengubah kekentalan bahan bakar pada daerah yang ekstrim seperti daerah dingin atau daerah yang terlalu panas adalah dengan cara memanaskan atau mendinginkan bahan bakar.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Masalah wiring harness dapat pula terjadi pada machine atau engine. Periksa kondisi wiringconnector, dan fuse apakah terjadi open atau short.

Pin A dan B pada Service Tool Connector digunakan untuk power supply ke Communication AdapterPower supply dapat saja terhubung ataupun tidak terhubung dengan ignition switch. Tegangan dapat diperiksa pada pin ini (pin A dan B).

Data link cable harus dipuntir (twisted) untuk mencegah RFI (Radio Frequency Interference).

Termination resistor normalnya terpasang pada sirkuit CAN data link. Bila komponen ini tidak terpasang, maka tidak akan mungkin untuk mem-flash ECM dengan file yang baru melalui CAN data link. Bila CAN data link terpasang pada engine atau machine, maka tidak perlu memasang termination resistorService literature tidak selalu menjelaskan mengenai perlunya terminating resistor pada engine CAN data link circuit.

Termination resistor dapat dibandingkan dengan 3408E HEUI engine hydraulic system sebagai analogi. Saat injector mati, gelombang tekanan terjadi dan akan kembali ke sistem dan akan mempengaruhi timing pada barisan injector yang berlawanan. Check valve dipasang pada sistem untuk mencegah pengaruh tersebut pada injector lain.

Pada cara yang sama, sinyal CAN dapat mengalir melalui sirkuit dan dipantulkan kembali dari ujung sikuit yang menyebabkan sinyal yang salah memantul disekeliling sistem dan menyebabkan datanya rusak.

Termination resistor mencegah agar hal tersebut di atas tidak terjadi.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Selanjutnya dengan asumsi bahwa unit yang dibeli sudah sampai ditempat kerja maka langkah selanjutnya adalah bagaimana melakukan menejemen pengoperasian yang baik. Ruang lingkup menejemen pengoperasian ini sebenarnya sebagian telah dipikirkan saat melakukan pemilihan alat berat. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana merealisasikan rencana kerja tersebut dengan selalu melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut misalnya adalah kondisi lingkungan kerja yang selalu dinamis dan berkembang, faktor keselamatan dan target produksi yang ingin dicapai untuk satu periode tertentu.

Dengan pemahaman mengenai faktor yang mempengaruhi besarnya potensi keuntungan yang akan didapat seperti yang sudah dijelaskan diatas maka faktor kesiapan alat akan menjadi hal yang sangat penting. Dari sini hendaknya mulai difahami juga bahwa tidak mungkin didapat tingkat kesiapan alat yang tinggi tanpa adanya proses perawatan yang baik terhadap alat berat yang dioperasikan. Ini berarti bahwa harus terjalin pengertian yang baik antara bagian produksi yang bertanggung jawab untuk masalah menejemen pengoperasian dengan bagian perawatan yang bertanggung jawab untuk merawat alat berat tersebut.

Dalam malakukan menejemen pengoperasian alat berat terdapat faktor-faktor yang selalu secara konsisten harus dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Kondisi kesiapan alat. Untuk dapat merealisasikan semua rencana berkenaan dengan pengoperasian alat berat maka faktor kondisi dari alat tersebut akan sangat berpengaruh. Unit yang kondisinya tidak siap 100% tentunya tidak mungkin akan dapat menghasilkan kinerja 100% juga. Karena itu setiap operator harus memiliki kemampuan untuk bisa selalu memonitor kondisi unit yang dikendarainya. Selain itu kemampuan para teknisi juga harus diperhatikan agar dapat mengembalikan kondisi unit ke kondisi terbaiknya apabila terjadi penurunan unjuk kerja.
  • Metoda kerja. Hendaknya selalu menyesuaikan dengan kondisi dinamis dari medan yang dihadapi.
  • Ketrampilan operator. Hal ini tidak bisa ditawar lagi tentunya. Ketrampilan operator sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang dihasilkan.
  • Cycle time, waktu siklus yang dimaksud disini adalah waktu yang dibutuhkan oleh alat berat untuk melakukan serangkain proses pada saat bekerja. Waktu siklus antara lain dipengaruhi oleh: medan kerja, jarak yang harus ditempuh atau material kerja yang dihadapi. Perubahan waktu siklus juga akan sangat mempengaruhi komposisi dan jumlah alat yang bekerja di satu lokasi.
  • Komunikasi antar para operator dilapangan, para operator dengan pengawas dan bagian perawatan juga harus menjadi bahan pertimbangan. Tanpa komunikasi yang baik maka tidak akan didapat kerjasama kelompok yang baik. Dalam suatu armada alat berat maka hasil yang diperoleh selalu merupakan hasil kerja sebuah kelompok.
  • Setelah semuanya bisa didapat yang berikutnya tidak boleh dilewatkan adalah bagaimana mengontrol semua proses pengoperasian yang sedang terjadi di lapangan. Sistem kontrol yang baik akan bisa menjaga konsistensi hasil kerja dan kekompakan kerjasama tim.

Tujuan dari management pengoperasian adalah mengoptimalkan produktivitas tiap alat berat yang dioperasikan agar selalu dapat memenuhi target produksi dengan biaya yang seoptimal mungkin.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Ruang pembakaran adalah ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder head, permukaan atas silinder block dan permukaan atas piston, saat piston berada di titik mati atas (TMA). Ada bermacam-macam tipe ruang bakar sesuai dengan bentuk ruang bakar, letak valve intakeexhaust dan busi dengan tujuan agar diperoleh thermal efficiency yang maksimal. Umumnya, klasifikasi berikut ini disesuaikan dengan letak intake valve dan exhaust valve.

Macam-macam ruang pembakaran pada mesin berdasarkan letak valve:

  1. Over Head Valve Type

Intake valve dan exhaust valve dipasang di permukaan bagain atas silinder head. Dapat disebut juga tipe OHV atau tipe I – head. Ruang bakar tipe ini dibentuk agar berbentuk bulat (bola) agar dapat menghasilkan pusaran saat udara dikompresi. Oleh sebab itu, penyalaan dapat merata ke seluruh arah. Sehingga tipe ruang bakar ini lebih banyak digunakan.

  1. Side Valve Type

Letak intake valve dan exhaust valve adalah sejajar lurus disatu sisi silinder block. Tipe ini juga disebut tipe L – head. Bentuk ruang bakar adalah rata (flat) sehingga struktur silinder head lebih sederhana dan biaya manufacturing lebih murah dibandingkan dengan tipe over head walaupun efisiensi pembakaran lebih buruk, strukturnya juga lebih menguntungkan terutama untuk perawatan dan bongkar pasang silinder head. Sehingga ruang bakar tipe ini banyak digunakan.

  1. F – Head Type

Intake dan exhaust valve masing – maing dipasang pada silinder head dan pada sisi silinder block. Tipe ini adalah gabungan (perpaduan) dari tipe over head valve dan tipe side valve. Bentuk ruang bakar agak mirip dengan tipe side valve. Bagimanapun juga, mekanisme gerakan valve lebih komplek dibanding dengan tipe side valve. Sehingga tipe ini jarang digunakan.

  1. T – Head Type

Intake dan exhaust valve masing-masing dipasang secara terpisah di sisi dari silinder block. Tipe ini memudahkan udara masuk dan keluar. Sebaliknya, diperlukan waktu yang lebih lama untuk meratakan pembakaran dan pendinginan permukaan juga lebih besar sehingga efisiensi panas (thermal efficiency) lebih buruk. Karena itu, ruang bakar tipe ini sangat jarang digunakan.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta