Category: 60100000 Volvo EC210B ECU

on

Seperti halnya kendaraan pada umumnya, alat berat juga membutuhkan perawatan rutin agar dapat selalu bekerja sesuai kegunaannya dengan maksimal. Jika suku cadang alat berat  tidak dirawat dan diganti dengan yang sesuai secara berkala, maka akan memperpendek usia alat berat. Alat berat  yang mengalami kerusakan cukup parah, tentunya akan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit Selain itu, jika terdapat kerusakan yang tidak diketahui dan alat berat tetap dioperasikan, maka tentunya akan sangat berbahaya bagi operator maupun pekerja di sekitar alat berat . Untuk menghindari berbagai hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan berkaitan dengan perawatan alat berat, antara lain:

  • Lakukan pemeriksaan monitor panel. Tidak berbeda pada kendaraan lain, monitor panel ini juga berfungsi untuk mengetahui level oli mesin, level bahan bakar, level pengisian, temperatur, dan berbagai hal lainnya. Operator dapat mengetahui bahwa semua bekerja secara normal dengan memeriksa monitor panel ini, karena jika ada bagian yang bermasalah maka lampu monitor ini akan menyala.
  • Periksalah pelumas secara berkala, meskipun monitor panel tidak menunjukan tanda adanya masalah (bisa disebabkan adanya kerusakan pada monitor panel). Kondisi pelumas yang baik dan bekerja secara sempurna dapat menambahkan masa kerja suku cadang alat berat. Gunakanlah pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk masing-masing komponen.
  • Periksalah segel dan filter secara berkala agar material-material pengganggu (debu, pasir, dan sebagainya) tidak tersedot ke dalam mesin. Alat berat juga sebaiknya disimpan di dalam garasi atau gedung lain jika bisa, dan dinyalakan secara berkala jika sedang tidak aktif dipakai.
  • Buatlah jadwal perawatan dan perbaikan yang jelas, dan simpanlah catatan yang lengkap. Setiap inspeksi dan penggantian suku cadang harus dicatat, agar saat terjadi kerusakan tidak perlu bingung lagi mengingat kapan komponen tersebut terakhir diganti atau diperiksa.

Perawatan alat berat yang baik akan menambah usia efektif alat berat, mengurangi kemungkinan kerusakan, dan juga meningkatkan efisiensi alat berat. Namun, hal yang tidak kalah pentingnya dan harus diperhatikan saat mengoperasikan alat berat adalah, jangan mengoperasikan alat berat ini melebihi kapasitasnya, baik kapasitas beban maupun batas waktu kerjanya (tercantum pada buku panduan).

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Scraper, nama alat berat satu ini mungkin belum begitu familiar di kuping masyarakat umum seperti bulldozer atau crane. Scraper sendiri merupakan jenis kendaraan berat yang memiliki empat fungsi sekaligus, yakni mengeruk, memuat material, mengangkut, dan membongkar muatan. Bahkan kadang, scraper juga digunakan untuk meratakan permukaan tanah atau menebar hasil pengerukan dalam beberapa lapisan. Sebagai alat pengangkut, scraper mampu untuk memindahkan material dalam jarak yang relatif panjang, yakni hingga 2000 meter pada tanah datar. Sementara daya tampungnya mampu mencapai 8 – 30m3 dalam sekali angkut.

Bagian Beserta Fungsi Alat Berat Scraper

Scraper terdiri dari beberapa bagiannya dengan fungsinya masing-masing, yakni :

  • Bowl

Bowl adalah bak untuk menampung muatan material yang terketak di antara ban belakang. Bagian bibir atau depan bowl memiliki ujung yang tajam yang berfungsi untuk mengeruk. Dalam keadaan penuh, bowl ini sanggup menampung sekitar 3 – 38 m3 muatan. Selain sebagai penampung, bak ini juga bisa berfungsi sebagai pengeruk dan pembongkar muatan dengan cara digerakkan ke bawah.

  • Apron

Apron adalah dinding bowl di bagian depan yang bisa diangkat atau dibuka pada saat sedang digunakan untuk mengeruk dan membongkar muatan. Sedangkan saat digunakan untuk memuat material, bagian apron ini akan ditutup sehingga muatan tidak tumpah.

  • Ejector/Tail gate

Ejector atau tail gate merupakan dinding di bagian belakang bowl yang digunakan pada saat membongkar. Pada saat digunakan, bagian ejector ini akan mendorong semua material atau muatan yang ada di dalam bowl sehingga mudah untuk dikeluarkan.

Cara Kerja Scraper

Secara umum, kerja alat berat scraper terbagi menjadi tiga tahap yakni pengerukan dan pemuatan material, pengakutan material, serta pemongkaran muatan. Tahap pengerukan dan pemuatan material dilakukan pada saat yang bersamaan. Pada saat pengerukan ini, bagian apron scraper terbuka sementara bagian bowl berfungsi seperti sekop yang mengeruk permukaan tanah/material yang dilewatinya. Hasil pengerukkan ini akan langsung tersimpan di dalam bowl.

Setelah bowl penuh, maka apron akan ditutup dan dimulailah tahap selanjutnya, yakni pengangkutan. Pada saat pengakutan ini, bagian bowl akan diangkat sedikit sehingga tidak terkena permukaan tanah selama scraper bergerak menuju tempat pembongkaran. Pembongkaran material pada scraper biasanya dilakukan dengan cara menyebar secara rata secara bertahap. Pada saat pembongkaran, bagian apron bisa dibuka-tutup berkali-kali atau secara bertahap hingga bagian depan bowl kosong. Setelah itu, bagian ejector akan mendorong sisi material yang ada di belakang bowl.

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Motor grader merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk meratakan permukaan tanah dan biasa digunakan untuk proses pembangunan jalan. Bentuknya mirip dengan traktor, namun dilengkapi dengan spare part alat berat khusus disebut blade yang dipasang agar motor grader dapat melakukan pekerjaannya. Karena itu, tidak mengherankan jika blade motor grader, bagian yang amat memerlukan perhatian khusus dan harus dirawat supaya tetap prima unit alat berat Komatsu-nya. Pasalnya, dalam motor graderblade inilah yang harus bekerja sedikit lebih keras untuk berhadapan langsung dengan tanah.

Motor Grader termasuk ke dalam alat berat yang bisa bergerak dengan fleksibel karena bisa dikendarai di darat dengan menggunakan ban dan transmisi. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, motor grader berfungsi untuk meratakan tanah, namun pengerjaannya tidak sebatas pada itu saja. Selain meratakan permukaan tanah, ternyata motor grader juga memiliki keunggulan lain. Alat berat ini mampu mengupas tanah, menyebarkan material ringan, hingga membentuk permukaan tanah. Alat ini juga bisa dimanfaatkan untuk memotong gundukan dan membuat lubang. Meskipun mampu membuat lubang, alat berat ini tidak dapat digunakan untuk pertambangan bawah tanah, karena untuk proyek tersebut membutuhkan alat berat pertambangan bawah tanah yaitu longwall mining. Selain beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas, motor grader juga dapat bermanfaat ketika Anda hendak menambahkan atau mengurangi material di permukaan tanah, sebelum dipadatkan dengan compactor.

Komponen motor grader terbagi atas enam bagian utama. Ada penggerak yang berupa roda ban, kerangka atau frame yang menghubungkan bagian penggerak dengan komponen lain, blade atau pisau yang dikenal sebagai moldboardsacrifiercircle, dan juga drawbar. Nantinya, moldboard inilah yang akan mengeksekusi permukaan tanah dan bisa digerakkan sedemikian rupa. Circle atau cincin penggerak lah yang bisa membuat moldboard ini berputar dan bergerak. Setelah dieksekusi dengan moldboard, material juga akan dihancurkan oleh sacrifier atau unit dari alat berat yang bergigi.

Alat berat motor grader biasanya akan difungsikan menjelang finishing proyek. Ia akan bergerak di atas permukaan tanah dan membentuk jalan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Selain pembuatan jalan, alat berat ini juga bisa difungsikan untuk membuat lapangan golf, pembuatan jalur balapan, dan lain sebagainya. Motor grader akan digunakan ketika alat berat seperti excavator atau bulldozer tidak bisa menjangkau permukaannya.

Nah, semoga artikel di atas bisa membantu, ya!

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta
Definisi sistem powertrain adalah mekanisme dari beberapa komponen yang saling bekerja sama untuk meneruskan tenaga dari mesin menuju final drive, tujuannya agar alat berat bisa bergerak.

Fungsi sistem powertrain antara lain ;

  • Meneruskan tenaga mesin ke final drive
  • Mereduksi putaran yang dihasilkan mesin
  • Mengubah tingkat percepatan gear
  • Mengubah arah putaran

Dari masing-masing fungsi tersebut, sistem powertrain harus dilengkapi dengan beberapa komponen. Diartikel ini, akan kita bahas nama-nama komponen powertrain pada alat berat beserta fungsinya.

Komponen Alat Berat dan Fungsinya

Secara umum, sistem pemindah tenaga pada alat berat tidak jauh beda dengan powertrain kendaraan ringan. Beberapa komponen tersebut antara lain ;

1. Kopling

Kopling berfungsi untuk memutuskan dan menyambungkan tenaga dari mesin menuju komponen powertrain lainnya. Kopling akan diaktifkan saat operator akan mengubah tingkat percepatan gigi, dalam hal ini putaran mesin harus diputus kalau tidak akan timbul efek nyentak karena perbedaan rasio gigi.

Ada dua macam kopling yang sering digunakan

  • Manual flywheel clutch, ini menggunakan beberapa plat yang bergesekan dengan flywheel. Saat akan memutuskan hubungan powerflow, maka operator harus menginjak pedal secara manual. Tipe ini memiliki konstruksi yang sederhana sehingga cocok untuk alat berat dengan ukuran kecil.
  • Hydraulic torque converter, berbeda dengan tipe manual clutch, torque converter bekerja secara otomatis yang artinya operator tidak perlu menginjak pedal kopling untuk pindah gigi. Torque converter memanfaatkan aliran hidrolik untuk memindahkan tenaga.

2. Transmisi

Transmisi berfungsi sebagai perangkat yang mengubah rasio gigi, artinya saat kita mengganti posisi gear maka rentangan torsi dan kecepatan alat berat bisa berubah. Komponen ini dimanfaatkan untuk memperbesar momen ketika sedang menanjak, serta memperbesar range kecepatan alat berat ketika sedang berada dijalan rata.

Transmisi yang digunakan, juga ada dua jenis yakni ;

a. Direct drive transmission
tipe ini dipasangkan bersama manual clutch, karena memang sistem perpindahan giginya masih manual menggunakan beberapa rangkaian roda gigi. Secara umum, tipe direct drive ini dipakai pada machine dengan ukuran kecil dan beroperasi pada jalan relatif rata. Seperti motor grader dan traktor pertanian.

b. Power transmission

tipe power transmission digunakan pada tipe torque converter yang memanfaatkan aliran hidrolik. Pada tipe ini, perpindahan gigi bisa langsung dilakukan tanpa perlu putus sambung tenaga dari mesin. Sehingga lebih efektif.

Untuk mekanisme perpindahannya, ada dua macam.

  • Planetary gear, ini menggunakan rangkaian gigi planet yang dapat mereduksi putaran atau menambah momen ketika salah satu gigi di engaged-kan.
  • Counter shaft, tipe ini mirip tranmsisi tipe direct dengan beberapa rangkaian roda gigi. Namun, pada tipe ini diberi tambahan clutch pack untuk melakukan perpindahan gigi.

3. Transfer Gear

Pada beberapa jenis machine seperti wheel loader yang memilik empat roda dan empat penggerak (4WD), maka perlu komponen tambahan seperti transfer gear. Fungsinya untuk membagi putaran output dari transmisi ke masing-masing roda.

4. Diferential

Fungsi diferensial adalah untuk membuat putaran roda kiri dan kanan berbeda saat belok agar tidak terjadi selip.

Komponen ini bisa ditemui pada machine yang masih menggunakan roda seperti wheel loader dan dump truck. Sementara untuk alat berat yang menggunakan tracker, menggunakan bevel gear.

Beberapa jenis differential antara lain ;

  • Open differential/standar, tipe ini banyak digunakan pada hampir semua kendaraan. Pada tipe ini, putaran roda kiri dan kanan bisa berbeda tergantung lintasan (biasanya saat belok).
  • Limited slip differential, tipe ini memungkinkan adanya sedikit slip pada roda saat belok untuk menunjang power tetap tersalur dengan maksimal. Tipe ini lebih populer pada race car.
  • Lock differential, tipe ini menggunakan pin pengunci untuk menyamakan putaran roda kiri dan kanan dan pin tersebut akan terlepas saat kendaraan berbelok. Tipe ini lebih sering dipakai pada kendaraan-kendaraan yang beroperasi pada medan off-road.
  • Spool differential, tipe ini menyatukan poros roda sehingga putaran roda kiri dan kanan akan selalu sama meski sedang belok.

5. Drive shaft

Drive shaft merupakan poros yang dijadikan penghubung antara dua komponen powertrain yang lokasinya berjauhan. Tidak semua alat berat dilengkapi drive shaft, hanya alat berat yang menggunakan roda yang dilengkapi drive shaft.

6. Final drive

Final drive adalah gigi terakhir yang menghubungkan tenaga dari komponen powertrain ke roda/track, selain sebagai penghubung final drive juga akan mereduksi putaran input untuk menaikan torsi putaran memanfaatkan perbedaan mata gigi. Final drive juga berperan untuk mengubah arah tenaga dari powertrain secara tegak lurus. Sehingga bisa diteruskan ke roda.

Sekian artikel singkat tentang komponen dan fungsi sistem powertrain pada alat berat, semoga dapat menambah wawasan kita semua.