Category: spare part alat berat morowali

on

Layaknya kendaraan seperti motor dan motor, alat berat juga butuh pemeliharan sehingga alat berat bisa dioperasionalkan secara maksimal. Nah, salah satu cara pemeliharaan untuk alat berat adalah dengan mengganti komponen yang sudah lama digunakan dengan spare part alat berat yang baru. Maintenance pada alat-alat berat memang sangat penting dan harus diperhatikaan untuk menghindari kerusakan yang parah dan akibatnya harus mengganti dengan spare part alat berat yang harganya pun tidak murah.

Alat berat yang kita tahu memang berperan penting dalam pembangunan khususnya dalam membangun kontruksi fasilitas umum khususnya untuk proyek pembangunan seperti proyek pembangunan jalan, jembatan, dan gedung-gedung bertingkat. Semakin banyak proyek pembangunan yang dijalankan, tentu akan membutuhkan banyak jenis alat-alat berat dengan kondisi terbaik.

Bagaimana cara pemeliharaan komponen dan spare part alat beratsehingga bisa tahan lama, sehingga bisa menghemat budget untuk tidak perlu selalu mengganti dengan spare part alat berat yang baru.

  • Jaga selalu kebersihan setiap komponen alat berat, sehingga kita mudah berkarat. Pastikan ini selalu dilakukan secara rutin setelah penggunaan alat berat. Karena jika dibiarkan hingga berkarat, justru ini akan membuat komponen pada alat berat akan mengalami keausan hingga pada akhirnya rusak dan tidak bisa digunakan kembali. Kondisi ini mau-mau tidak mau harus menggunakan dengan spare part alat berat yang baru.
  • Rutin dalam mengganti saringan oli. Hal ini sudah menjadi kewajiban khususnya operator untuk rajin mengganti saringan oli setiap telah melewati 2500 jam pemakaian. Ini dilakukan untuk menghindari kotoran dan benda asing yang akan tersaing dan terbawa oleh saringan oli. Saringan oli akan jika tidak rutin diganti akan penuh dan tersumbat oleh kotoran setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu sehingga menyebabkan tidak berfungsi dengan baik.
  • Gunakan minyak pelumas khusus untuk setiap komponen atau spare part alat berat. Untuk beberapa jenis mesin dan komponen alat berat membutuhkan minyak pelumas khusus untuk membantu dalam mencegah karat. Namun jenis minyak pelumas yang digunakan harus sesuai dengan merk yang dianjurkan.
  • Hindari penggunaan mesin alat berat dengan temperature berlebihan. Jika ini terus menerus dilakukan, maka ini akan memicu kebocoran pada mesin sehingga komponen-kompenen dalam mesin alat berat juga ikut rusak dan harus diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, untuk para operator harus jeli dan cermat ketika mengoperasikan alat berat.

on

Seperti suku cadang otomotif lainnya, spare part alat berat juga memiliki umur atau life time pemakaian yang terbatas. Meski begitu, umur suku cadang tersebut berbeda-beda pada setiap alat. Ada yang harus diganti secara rutin setiap beberapa waktu namun ada juga memiliki umur panjang dan hanya perlu diganti bila terjadi kerusakan saja. Misalnya saja  spare part arm pada alat berat excavator, yang sebenarnya bisa digunakan selama mungkin tanpa perlu ada pergantian, kecuali terjadi kerusakan pada saat pemakaiannya.

Lalu faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi dan memperpendek umur dari spare part alat berat? Berikut beberapa di antaranya:

Bahan

Bahan pembuat spare part alat berat merupakan salah satu faktor utama yang menentukan umur pemakaiannya. Beberapa bahan lebih rentan terhadap cuaca yang menyebabkan lebih mudah rusak dan harus diganti secara berkala. Misalnya saja bahan karet yang mudah retak pada bagian permuakaan dan dalam.

Cara pengoperasian

Bagaimana cara kita menggunakan alat berat berpengaruh besar pada umur dari spare part. Bisa saja  satu spare part yang seharusnya berumur panjang menjadi pendek umurnya dikarenakan penggunaan yang tidak benar. Misalnya saja kesalahan pada pengoperasian atau pengaplikasian arm pada excavator bisa menyebabkan spare part tersebut rusak dan harus diganti. Padahal, arm excavator sebenarnya memiliki umur yang panjang dan tidak perlu diganti selama masa pemakaiannya.

Cuaca

Cuaca juga bisa menjadi penyebab umur spare part menjadi lebih pendek, misalnya saja:

  • Cahaya matahari sangat berpengaruh pada umur spare part mengandung bahan karet, kertas, dan plastik. Cahaya matahari ini dapat menyebabkan bahan-bahan tersebut menjadi kering dan lebih mudah retak.
  • Air merupakan salah satu penyebab utama karat baik pada permukaan maupun bagian dalam spare part yang mengandung bahan besi.
  • Debu mungkin terlihat tidak berbahaya, namun bila tidak dibersihkan dan dibiarkan menempel dalam waktu yang lama akan menyebabkan bercak-bercak karat pada spare part.
  • Kelembaban udara yang berlebihan, sama seperti pada debu, bila dibiarkan terlalu lama juga bisa menyebabkan bercak pada bagian spare part, terutama yang menggunakan bahan besi.

Cairan

  • Minyak seperti pada bahan bakar alat berat, atau minyak rem, kemudian oli, dan gemuk bisa menyebabkan kerusakan bila terkena spare part yang mengandung bahan karet, plastik, dan kertas.
  • Cairan kimia seperti pada aki dan coolant juga bisa menyebabkan korosi pada spare part terutama yang terbuat dari bahan besi, karet, plastik, dan kertas.

Guncangan

Guncangan berlebihan yang terjadi baik pada saat pengoperasian atau pada proses pengiriman bisa menyebabkan kerusakan, terutama pada spare part elektrik.

Meski memang ada banyak faktor yang dapat memperpendek umur spare part, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dihindari. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyimpanan dengan benar sehingga dapat menghindarkan spare part dari faktor-faktor tersebut. Selain itu, selalu lakukan pengecekan secara menyeluruh saat melakukan pembelian spare part juga memperpanjang umur pemakaiannya.

on
Kemampuan kerja filter mempunyai batas.  Saat melakukan penggantian filter, harus memperhatikan kebersihannya.  Sedikit saja kotoran yang tidak mampu disaring, dapat mengakibatkan kerusakan komponen yang fatal.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam perawatan pada sistem pelumasan.
1.  Gantilah pelumas secara periodik, bila lingkungan kerja berdebu lakukan lebih sering. ( Untuk Air Filter, penunjuk kebuntuan dengan melihat dust indicator).
2.  Gunakan pelumas sesuai anjuran pabrik pembuat mesin.
3.  Ganti sebelum Oil FIlter Buntu (atau penggantian disesuaikan dengan periodical service)
 
Main Fuel Filter
Ketika mengganti Main Fuel Filter, JANGAN mengisi filter baru dengan bahan bakar.  Setelah menyelesaikan penggantian filter, buang udara.
Pre Fuel Filter
Ketika mengganti Pre Fuel Filter, Isilah filter baru dengan bahan bakar.  Setelah selesai penggantian filter, buang udara.
Prosedur:
1.  JANGAN melepas tutup berwarna merah
2.  Tambahkan bahan bakar dari 8 lubang kecil
3.  Setelah menambahkan bahan bakar, lepas tutup berwarna merah dan pasang filter
4.  Setelah memasang filter, buang udara
Fuel Tank
1.  Untuk mencegah uap lembab dari kondensasi dan pembentukan air di dalam tangki, biasakan mengisi bahan bakar setelah waktu bekerja
2.  Pada saat pengisian bahan bakar, berhati-hatilah supaya penyaring tidak rusak dan hilang
3.  Kencangkan tutup pengisi bahan bakar dengan baik (aman).  Sebelum menghidupkan mesin, atau 10 menit setelah mengisi bahan bakar, keringkan endapan dan air dari tangki bahan bakar.
Drain Fuel
1.  Sebelum menyalakan mesin, putar katup ke posisi terbuka dan buang semua endapan serta air yang ada didasar secara bersamaan dengan bahan bakar.
2.  Sebelum menyalakan mesin, pastikan tidak ada endapan dalam Water Separator.  Jika terdapat endapan, buka katup dan buang semua endapan terlebih dahulu.
Engine Oil Filter
Bersihkan tempat filter, isi filter baru dengan oli bersih, lapisi permukaan ulir dan seal filter yang baru dengan oli bersih (Lapiskan secara tipis dengan grease), kemudian pasang.
 
Air Element
Ketika membersihkan Outer Element, jangan meletakkan filter pada tanah.
Ketika membersihkan Outer Element, Jangan melepas Inner Element.

on

Engine diesel merupakan engine dengan panas yang mantap, untuk mencapai performa maksimum serta usia pakai yang lama maka pendinginan yang baik sangat diperlukan. jika aliran pendinginan ini terhenti saja, maka akan menimbulkan kerusakan pada engine, jika dalam kondisi lama maka dapat membuat kerusakan parah pada engine

Komponen Komponen System Pendingin

  1. Water Pump berfungsi mensirkulasikan cairan pendingin agar mengalir keseluruh saluran pendingin serta menyerap panas yang timbul pada dinding saluran. water pump ada yang digerakkan oleh engine dengan roda gigi dan ada juga yang digerakkan dengan v-belt (tali pada kipas)
  2. Oil Cooler berfungsi sebagai tempat pendingin untuk cairan pendingin ini (mirip seperti Radiator)
  3. Jaket Water berfungsi sebagai saluran cairan pendingin yang terdapat pada sekeliling Engine block dan clynder head
  4. Water Temperature Regulator berfungsi sebagai pengatur aliran cairan pendingin ketika engine dalam kondisi dingin. thermostat menutup aliran air menuju radiator dan coolant dari engine akan dialirkan menuju water pumpmelalui bypass tube lalu kembali ke engine. dengan sirkulasi ini, maka cairan pendingin akan cepat panas sehingga akan mencapai temperature kerja yang cepat.
  5. Radiator berfungsi sebagai pelepas panas pada coolant ke udara. Radiator memiliki tube sebagai tempat mengalirnya cairan pendingin.
  6. Fan / Kipas berfungsi sebagai pembantu mendinginkan Cairan pada radiator dengan meniup atau menyedot udara pada celah radiator
  7. Radiator Cap berfungsi sebagai penjaga tekanan yang ada dalam system pendingin.. tutup radiator ini sering kali dilupakan, padahal perannya sangat penting. dengan tidak adanya tekanan pada system pendingin, maka akan membuat cairan ini mendidih atau menghasilkan gelembung udara. jika ini terjadi, maka udara / air berpotensi menyebabkan karat atau perusak mesin.