Category: spare part excavator kendari

on
Kemampuan kerja filter mempunyai batas.  Saat melakukan penggantian filter, harus memperhatikan kebersihannya.  Sedikit saja kotoran yang tidak mampu disaring, dapat mengakibatkan kerusakan komponen yang fatal.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam perawatan pada sistem pelumasan.
1.  Gantilah pelumas secara periodik, bila lingkungan kerja berdebu lakukan lebih sering. ( Untuk Air Filter, penunjuk kebuntuan dengan melihat dust indicator).
2.  Gunakan pelumas sesuai anjuran pabrik pembuat mesin.
3.  Ganti sebelum Oil FIlter Buntu (atau penggantian disesuaikan dengan periodical service)
 
Main Fuel Filter
Ketika mengganti Main Fuel Filter, JANGAN mengisi filter baru dengan bahan bakar.  Setelah menyelesaikan penggantian filter, buang udara.
Pre Fuel Filter
Ketika mengganti Pre Fuel Filter, Isilah filter baru dengan bahan bakar.  Setelah selesai penggantian filter, buang udara.
Prosedur:
1.  JANGAN melepas tutup berwarna merah
2.  Tambahkan bahan bakar dari 8 lubang kecil
3.  Setelah menambahkan bahan bakar, lepas tutup berwarna merah dan pasang filter
4.  Setelah memasang filter, buang udara
Fuel Tank
1.  Untuk mencegah uap lembab dari kondensasi dan pembentukan air di dalam tangki, biasakan mengisi bahan bakar setelah waktu bekerja
2.  Pada saat pengisian bahan bakar, berhati-hatilah supaya penyaring tidak rusak dan hilang
3.  Kencangkan tutup pengisi bahan bakar dengan baik (aman).  Sebelum menghidupkan mesin, atau 10 menit setelah mengisi bahan bakar, keringkan endapan dan air dari tangki bahan bakar.
Drain Fuel
1.  Sebelum menyalakan mesin, putar katup ke posisi terbuka dan buang semua endapan serta air yang ada didasar secara bersamaan dengan bahan bakar.
2.  Sebelum menyalakan mesin, pastikan tidak ada endapan dalam Water Separator.  Jika terdapat endapan, buka katup dan buang semua endapan terlebih dahulu.
Engine Oil Filter
Bersihkan tempat filter, isi filter baru dengan oli bersih, lapisi permukaan ulir dan seal filter yang baru dengan oli bersih (Lapiskan secara tipis dengan grease), kemudian pasang.
 
Air Element
Ketika membersihkan Outer Element, jangan meletakkan filter pada tanah.
Ketika membersihkan Outer Element, Jangan melepas Inner Element.

on

Engine diesel merupakan engine dengan panas yang mantap, untuk mencapai performa maksimum serta usia pakai yang lama maka pendinginan yang baik sangat diperlukan. jika aliran pendinginan ini terhenti saja, maka akan menimbulkan kerusakan pada engine, jika dalam kondisi lama maka dapat membuat kerusakan parah pada engine

Komponen Komponen System Pendingin

  1. Water Pump berfungsi mensirkulasikan cairan pendingin agar mengalir keseluruh saluran pendingin serta menyerap panas yang timbul pada dinding saluran. water pump ada yang digerakkan oleh engine dengan roda gigi dan ada juga yang digerakkan dengan v-belt (tali pada kipas)
  2. Oil Cooler berfungsi sebagai tempat pendingin untuk cairan pendingin ini (mirip seperti Radiator)
  3. Jaket Water berfungsi sebagai saluran cairan pendingin yang terdapat pada sekeliling Engine block dan clynder head
  4. Water Temperature Regulator berfungsi sebagai pengatur aliran cairan pendingin ketika engine dalam kondisi dingin. thermostat menutup aliran air menuju radiator dan coolant dari engine akan dialirkan menuju water pumpmelalui bypass tube lalu kembali ke engine. dengan sirkulasi ini, maka cairan pendingin akan cepat panas sehingga akan mencapai temperature kerja yang cepat.
  5. Radiator berfungsi sebagai pelepas panas pada coolant ke udara. Radiator memiliki tube sebagai tempat mengalirnya cairan pendingin.
  6. Fan / Kipas berfungsi sebagai pembantu mendinginkan Cairan pada radiator dengan meniup atau menyedot udara pada celah radiator
  7. Radiator Cap berfungsi sebagai penjaga tekanan yang ada dalam system pendingin.. tutup radiator ini sering kali dilupakan, padahal perannya sangat penting. dengan tidak adanya tekanan pada system pendingin, maka akan membuat cairan ini mendidih atau menghasilkan gelembung udara. jika ini terjadi, maka udara / air berpotensi menyebabkan karat atau perusak mesin.   

on

Seberat apapun alat berat dalam bekerja, kelayakan mesin tetap menjadi hal yang amat sangat penting.
dalam artikel ini, kami berusaha untuk membagikan tips perawatan alat berat yang sederhana.

Sebelum menuju ke topik inti, kita perlu mengetahui Apa tujuan dari perawatan tersebut.

  • Pemeriksaan dan perawatan rutin berkala akan membantu dalam mengantisipasi kerusakan yang lebih jauh lagi (fatal)
  • Efektivitas kerja unit dan target kerja
  • Ada pula perawatan dalam Unit
    1. Perawatan Harian
    •Tanggung jawab operator dan staff ( asisten)
    •Asisten harus mengajari operator mengenai perawatan harian
    •Perawatan meliputi :
         -Pemeriksaan dan perawatan setiap pagi sebelum operasi
                  -Pembersihan unit setelah operasi
                  -Pemeriksaan seluruh level oli sebelum mesin dihidupkan
                  -Pemeriksaan air battery beserta kabel kabelnya
                  -Pemeriksaan air radiator
                  -Pemeriksaan joystick
                  -Pemeriksaan fungsi pedal
                  -Pemeriksaan sistem listrik
                  -Pemeriksaan ketegangan tali kipas
                  -Pemeriksaan tekanan hidrolis roda track
                  -Pemeriksaan seluruh baut utama
         -Pemeriksaan fungsi sistem hydrolik
         -Pemeriksaan kebocoran kebocoran oli
         -Pada awal menghidupkan mesin jalan dengan putaran mesin yang rendah
         -Pembersihan air cleaner sebaiknya dilakukan setiap hari
         -Pengisian BBM sebaiknya dilakukan setelah unit beroperasi pada sore hari untuk menghindari ruang kosong dalam tangki bahan bakar
         -Pembersihan unit setelah selesai beroperasi sebaiknya dilakukan setiap hari jika memungkinkan .
    2. Perawatan Berkala
           •Perawatan berkala didasarkan pada jam kerja mesin (HM), biasanya mengikuti rekomendasi dari pihak pembuat unit
           •Pelaksanaan bisa dilakukan sendiri atau dengan pihak lain (vendor)
           •Kegiatan meliputi :
                 -Pemeriksaan rutin kondisi unit
                 -Penggantian pelumas
               -Penggantian suku cadang
    3. Perawatan Kerusakan
    •Dilakukan bila terjadi kerusakan insidental
    •Dilakukan sendiri atau dengan pihak lain
    •Penggantian suku cadang
    -Sistem penyediaan barang
    -Sistem pengeluaran barang
    4. Overhoul
            •Dilakukan jika telah mencapai jadwal (waktu) pelaksanaan overhaul / faktor umur unit
            •Terjadi kerusakan parah yang mengakibatkan harus dilakukan overhaul
            •Beberapa kategori Overhaul :
    -Top Overhaul
    -Enggine Overhaul
    -General Overhaul
                                          -Undercarriage

    Berikut pendeteksian dini atau perubahan signifikan terhadap berubahnya kinerja alir Overhoul

    Kondisi Unit
         •Tenaga berkurang
         •Makan Oli / Oli terlalu banyak terserap
         •Kelainan Suara Mesin
    Analisa Kelainan
         •Usia Unit Alat berat/ Kendaraan
         •Kesalahan pengoperasian / perawatan
    Pengajuan Pemberdayaan Unit
          •Meneliti part number suku cadang, nama barang,dan follow up ke purchasing
    Perbaikan
         •Top overhaul/ general overhaul
         •Pelumasan :
    -Memberi pelumas pada bagian bgaian yang bergerak/ bergesek
    -Menjadi bantalan antara dua metal yang bergerak/ bergesekkan
    -Sebagai pendingin, karena panas diserap oli dan didinginkan di ruang carter Sebagai seal untuk mencegah kebocoran kompresi ke ruang carter
    5.Penggunaan Pelumasan
    •Keteledoran dalam pemeriksaan  dan penggantian oli, serta pemakaian oli yang rendah mutunya akan mengakibatkan kerusakan yang fatal
    •Hal yang harus diperhatikan dalam pelumasan :
    -Gunakan oli bermutu dan jangan berganti-ganti merek
    -Pemeriksaan oli sebelum operasi
    -Penggantian oli yang tepat waktu
                       -Rekomendasi pabrik pembuat mesin
    6.Penggunaan Sistem Pendingin
        •Tujuan untuk mencegah suhu yang sangat tinggi, sehingga dapat merusak bagian bagian mesin
    •Beberapa macam sistem pendinginan :
    1.Sistem pendinginan udara
    2.Sistem pendinginan air
    a.Sistem hopper (tanki)
    b.Sistem radiator

on

Anda pasti sering melihat alat berat yang digunakan untuk menggali tanah pada suatu proyek bangunan. Alat berat tersebut bernama Excavator atau yang biasa disebut “Beko”. Excavator memiliki roda yang disebut Track Frame, sedangkan lapisan luarnya disebut shoe, bentuknya seperti roda tank yang mampu menembus berbagai macam medan, baik itu medan berbatu, tanah gempur, dan lainnya. Bagian ujung berbentuk seperti mangkok dengan gerigi (bucket) untuk memudahkan proses penggalian tanah.

Untuk mengoperasikan alat ini dibutuhkan operator yang sudah berpengalaman. Operator harus memiliki keterampilan dalam mengemudikan excavator dan wajib memiliki SIM B2. Karena, dalam mengoperasikan excavator tidak hanya maju dan mundur saja, tapi ada bagian bucket yang dioperasikan menggunakan control tuas.

Namun, tidak ada salahnya jika kita belajar cara menjalankan alat berat Excavator. Berikut ini beberapa panduan pengoperasian Excavator yang bisa anda ikuti:

Sebelum menjalankan alat berat, pastikan anda memperhatikan keselamatan terlebih dahulu ( pakaian safety dan cek kondisi excavator).

Panel Kontrol atau Tuas Bagian Kanan : Menjalankan bagian bucket dan boom

Menurunkan boom = dorong tuas ke depan

Menaikan boom = Tarik tuas ke belakang

Menutup bucket = geser tuas ke kiri

Membuka bucket = geser tuas ke kanan

Panel Kontrol atau Tuas Bagian Kiri : mengontrol arah kabin dan bim

Menaikan arm = tuas tarik ke belakang

Menurunkan arm = tuas dorong ke depan

Menggeser kabin ke kanan = tuas geser ke kanan

Menggeser kabin ke kiri = tuas geser ke kiri

Shut-Off atau Locker biasanya ada di sebelah kiri : fungsinya untuk mengunci tuas excavator

Menutup semua fungsi tuas excavator = Tarik tuas keatas

Membuka fungsi tuas excavator = tuas dorong ke bawah

Tuas Track Kanan dan Kiri di Bagian Depan  : untuk menjalankan dan membelokan rexcavator

Menggerakan excavator ke depan/maju = Tarik tuas secara bersamaan ke belakang

Menggerakan excavator ke belakang /mundur = dorong tuas secara bersamaan ke depan

Belok ke kiri = Tarik tuas kanan ke belakang

Belok ke kanan = Tarik tuas kiri ke belakang