Fungsi Alat Berat Concrete mixer

Fungsi Alat Berat Concrete mixer. Alat berat ini ditemukan oleh Columbus, industrialis Amerika Serikat Gebhardt Jaeger. Nah Apa yang dimaksud dengan Concrete mixer..? Concrete mixer adalah Merupakan sebuah alat untuk memproduksi beton ready mix, dengan volume yang kecil akan tetapi dari segi kualitas beton tetap seragam dan sesuai proporsi material yang telah ditentukan dalam desain mix.

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353
Secara Umum Sebuah Concrete mixer Merupakan alat yang menggabungkan semen secara agregat seperti pasir atau kerikil, dan air untuk membentuk beton . Sebuah Concrete mixer menggunakan drum berputar untuk mencampur komponen. Untuk volume yang lebih kecil biasa menggunakan mixer beton portabel sehingga beton dapat dibuat di lokasi konstruksi.

Metode Kerja Concrete mixer

Pengisian bucket material secara berurutan, Semen, G1, G2, S sambil ditimbang, selesai penimbangan bucket diangkat dengan hydraulic cylinder, kemudian takaran air dibuka atau mengisi drum mixer yang sambil diputar pada 14 rpm. Selesai mengaduk sampai beton sempurna, drum mixer diputar berlawanan arah dan beton siap pakai keluar dari sisi belakang drum.
spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353

Cara Pengoperasian

Berikut adalah beberapa tips operasi:
  1. Pastikan Anda mengenal mesin yang akan Anda operasikan dan bagaimana cara melakukan sesuai denfan Prosedur.
  2. Ikuti prosedur ruang terbatas saat membersihkan dan bekerja di drum mixer, gerbong, tank dan tempat lainnya dengan bahaya mekanis yang berpotensi serius, seperti bilah atau sisi miring yang mungkin menjebak karyawan, atau bahaya atmosfir, seperti kekurangan oksigen.
  3. Pakailah peralatan perlindungan yang diperlukan saat Anda bekerja.
  4. Pastikan truk dan kendaraan lain dalam keadaan baik, termasuk sinyal peringatan cadangan yang dapat didengar, sebelum mengoperasikannya.
  5. Hindari overloading kerekan, crane dan forklift.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *