Category: 60100000 Volvo EC210B ECU

on

Bulan Januari 2021 dilanda curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah, yaitu Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung Barat, Bogor, Lebak, dan Sikka. Berbagai kerusakan dan kerugian bermunculan pasca banjir, salah satunya breakdown pada alat berat. Akhirnya, produktivitas perusahaan terhambat dan biaya yang dikeluarkan pun bertambah besar. Apalagi jika alat berat benar-benar rusak dan harus diganti dengan yang baru.

Oleh karena itu, penanganan pertama untuk alat berat setelah terendam banjir sangat penting. Nah, kami telah merangkum 7 Langkah Penanganan Alat Berat Pasca Banjir sebagai berikut:

Hindari Menyalakan Mesin

Air banjir berpotensi masuk ke komponen kelistrikan sehingga peluang korslet cukup besar. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencabut kabel baterai/aki dan kabel elektrik lainnya pada alat. Biarkan alat berat tetap berada pada posisinya sampai mekanik atau mesin pengangkat datang untuk membawa alat berat ke workshop.

Catat Durasi dan Ketinggian Air

Perhatikan durasi dan ketinggian air yang meredam alat berat. Silahkan ambil foto atau video dokumentasi untuk kepentingan laporan asuransi alat berat bersangkutan.


Bersihkan dan Keringkan

Lepaskan pelindung eksternal dan panel agar dapat membersihkan air dan kotoran yang terperangkap dalam mesin. Lepas juga komponen interior, termasuk interior panels, cab mat, insulation, dan seat untuk dibilas dan dikeringkan secara terpisah.


Lepas Komponen Elektronik

Lepaskan semua komponen elektronik, kemudian keringkan dan cek secara terpisah untuk mengukur kerusakan yang terjadi. Komponen elektronik ini meliputi:

  • ECM (Engine Control Module), termasuk sensor, ECU, actuator, dan COM
  • baterai dan kabel daya
  • starter
  • alternator

Pembersihan Total

Pressure Wash agar seluruh lumpur, pasir, dan kotoran lainnya benar-benar terangkat dari alat berat. Lakukan Flushing pada oli, bahan bakar, dan fluids lainnya karena telah tercampur oleh air. Bersihkan juga seluruh penyaring (filter), sistem pembuangan, semua layar yang ada pada alat berat.

Tips untuk Anda! Olesi keseluruhan alat dengan oli untuk membersihkan pasir, lumpur, dan air dari bushing, bearing, dan pin. Bongkar untuk memudahkan pembersihan.

Setelah selesai, Anda dapat memasang semua komponen tersebut kembali dan memberikan pelumas baru.

Akhirnya, Bagian Mesin!

Cek dengan seksama untuk memastikan tidak ada air tersisa pada silinder mesin. Kuras oli mesin dan ganti dengan yang baru. Anda dapat menggunakan bahan bakar diesel untuk membantu menghilangkan kelembapan pada mesin.

Cek juga bagian baterai. Disarankan untuk mengganti baterai dengan yang baru karena kemungkinan besar baterai yang lama telah terkontaminasi oleh air banjir.

Cek dan Cek Lagi!

Coba nyalakan dan panaskan mesin. Kemudian monitor performa alat berat secara menyeluruh seperti saat melakukan General Check. Setelah itu, lakukan Flushing lagi dan ganti seluruh cairan (fluids) dengan yang baru. Terdengar boros? Sedikit. Namun, hal ini diperlukan untuk memastikan semua kotoran dan kontaminasi air banjir benar-benar sudah bersih untuk kepentingan kesehatan alat berat Anda.

7 tips di atas dapat memandu Anda untuk penanganan pertama pada alat berat yang baru terendam banjir. Ikuti juga prosedur atau saran dari manufaktur asal dan perusahaan Anda.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

MTBFMTTR, dan MTTF merupakan beberapa indikator dasar untuk mengukur performa maintenance yang berperan penting bagi perusahaan pengguna alat berat. Dengan mengetahui indikator tersebut, perusahaan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan uptime (waktu produksi) sekaligus mengurangi downtime.

Lalu, apakah perbedaan antara MTBFMTTR, dan MTTF?
Mari kita bahas satu-persatu.


MTBF

Merupakan singkatan dari Mean Time Between Failures, yaitu rata-rata uptime alat berat di antara failure (kegagalan/kerusakan) yang terjadi. MTBF diaplikasikan pada alat yang bersifat ‘dapat diperbaiki’ setelah mengalami kerusakan. Dengan menggunakan MTBF, perusahaan dapat mengetahui ketersediaan dan ketahanan dari alat berat atau komponen. Perusahaan kemudian mampu menghitung frekuensi inspeksi untuk melakukan penggantian sebagai langkah preventive maintenance aset.

Rumus MTBF
MTBF = (Total Available Time – Time Lost)/Number of Shutdowns

MTBF yang meningkat setelah implementasi preventive maintenance merupakan indikasi adanya peningkatan kualitas dari produksi. Mudahnya, meningkatnya MTBF sebanding dengan keberhasilan maintenance yang dilakukan.


MTTR

Adalah Mean Time To Repair, atau waktu rata-rata yang digunakan untuk proses repair (perbaikan) alat berat. Perhitungan MTTR dimulai ketika alat rusak sampai kembali beroperasi normal. MTTR menunjukkan data efisiensi kemampuan perusahaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Rumus MTTR
MTTR = Total Maintenance Time/Total Number of Repairs

Berbeda dengan MTBF, MTTR yang semakin kecil justru semakin baik bagi perusahaan. Mudahnya, semakin lama waktu dihabiskan untuk repair berarti semakin lama downtime alat sehingga tingkat produktivitas pun berkurang.

Durasi repair yang lama bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya ketidaksediaan spare part atau request spare part melewati proses panjang/lama.


MTTF

Atau Mean Time To Failure adalah ukuran rata-rata waktu aset sampai mengalami kerusakan. Indikator ini digunakan untuk mendapatkan estimasi umur aset yang non-repairable (tidak bisa diperbaiki). Nilai MTTF dihitung dengan memperhatikan sejumlah besar unit aset yang sama dalam periode yang cukup lama.

Rumus MTTF
MTTF = Total hours of operation/Total number of units

Hasil MTTF yang kecil/rendah menunjukkan downtime dan gangguan pada alat berat sering terjadi.

Sekilas, MTTF dan MTBF terlihat sama. Namun, ada satu perbedaan mencolok, yaitu MTTF digunakan untuk aset non-repairable sedangkan MTBF untuk aset yang repairable.


MTTRMTBF, dan MTTF penting, terutama bagi para manajer maintenance untuk mengukur dan merencanakan program maintenance dalam menjaga performa alat berat. Oleh karena itu, sebaiknya data dari lapangan akurat, lengkap, dan faktual agar penggunaan indikator ini lebih efektif.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Proyek konstruksi maupun tambang pasti tidak asing dengan Excavator. Bagaimana tidak? Setiap pekerjaan penggalian selalu mengandalkan alat berat yang memiliki sistem hidraulik ini.

Excavator sendiri terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari besar sampai mini.

Mini Excavator atau disebut juga Compact Excavator, merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dibanding excavator lainnya. Mini Excavator dapat dioperasikan pada berbagai tempat ataupun dalam ruangan untuk berbagai jenis proyek, misalnya untuk memperbaiki saluran air, instalasi kabel listrik bawah tanah, menghancurkan bangunan kecil, dan pekerjaan menggali lainnya.

Ukurannya yang kecil dapat mengurangi kerusakan pada top ground dan mudah untuk dipindahkan. Tenaga yang diperlukan untuk mengoperasikan Mini Excavator juga lebih hemat.

Pengoperasian Mini Excavator kurang lebih sama dengan excavator biasa. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Mini Excavator dapat mencapai umur maksimal, seperti:

  1. Batas Mesin
    Mini Excavator memiliki batas angkut (load) variatif sesuai dengan ukuran alat dan bucket. Cek kembali buku manual dan pastikan load maksimal untuk Mini Excavator. Ingat, overload dapat menyebabkan kerusakan pada Mini Excavator dan bahaya bagi orang sekitar mesin.
  2. Track yang Tepat
    Selalu sesuaikan jenis Track yang digunakan dengan kondisi lapangan. Hal ini dapat meminimalkan kerusakan atau keausan cepat pada track dan mencegah kecelakaan kerja.
  3. Safety!
    Meskipun ukurannya lebih kecil dari ‘keluarganya’, Mini Excavator juga dapat berbahaya. Pastikan Anda telah mengikuti training dan manual yang ada. Selain untuk meminimalkan kecelakaan kerja, hal ini juga dapat meminimalkan kerusakan pada Mini Excavator.
  4. Maintenance
    Sudah menjadi hal wajib dilakukan untuk memperpanjang umur alat berat, termasuk Mini Excavator. Rencanakan dan laksanakan maintenance rutin untuk Mini Excavator Anda. Dengan maintenance yang proaktif, Anda dapat menghindari breakdown atau downtime dini.

Mini Excavator yang dioperasikan dan dirawat dengan baik tentu akan memberikan produksi yang lebih maksimal. Rentang uptime mesin akan lebih lama dengan frekuensi breakdown yang rendah. Manajemen biaya untuk Mini Excavator juga menjadi lebih efisien karena berkurangnya pengeluaran tiba-tiba untuk perbaikan tidak terjadwal.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Mini Excavator merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dengan berat kurang dari 6 ton. Dengan kombinasi fungsi, ukuran, dan tenaga, Mini Excavator termasuk dalam alat berat serbaguna yang banyak digunakan di lapangan.

Sama seperti alat berat lainnya, Mini Excavator membutuhkan perawatan atau maintenance yang baik dan proaktif untuk menjaga kinerja dan kesehatan mesin. Bahkan, Mini Excavator yang dirawat dengan sangat baik mampu mencapai umur kurang lebih 10.000 jam!

Nah, apa saja yang harus diperhatikan dalam maintenance Mini Excavator? Tenang, Kami telah merangkum 5 Tips Maintenance untuk Mini Excavator, yaitu:


Periksa Oli dan Filter

Periksa level dan kondisi oli hidraulik setiap hari. Segera ganti oli sesuai jadwal yang direkomendasikan atau ditentukan oleh manufaktur. Usahakan jangan menunggu sampai oli berubah warna. Periksa juga filter oli untuk mencegah oli tersumbat kotoran. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mencegah pengeluaran tidak terduga yang disebabkan kerusakan mesin mendadak.


Perhatikan Bahan Bakar dan Filter

Periksa bagian pemisah bahan bakar dengan air, begitu juga dengan filternya. Ketidakseimbangan air dan bahan bakar dapat mengurangi kinerja Mini ExcavatorFilter bahan bakar yang kotor pun berpotensi menyumbat aliran bahan bakar sehingga menyebabkan mesin tersendat atau bahkan mati tiba-tiba.


Beri Pelumas

Pastikan bagian-bagian bergerak selalu dilumasi dengan pelumas yang cukup untuk mencegah bagian tersebut mengalami keausan dini. Tips tambahan, jika excavator beroperasi di air, ingat untuk mengolesi pelumas sebelum dan sesudah excavator dioperasikan!


Ketegangan pada Track

Track yang longgar atau terlalu ketat dapat menyebabkan manuver yang buruk, kecelakaan kerja, keausan dini sampai kerusakan mesin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek ketegangan track setiap hari, sebelum dan sesudah pengoperasian di lapangan.


Periksa BoomBucket, dan Arm

Selalu periksa kondisi dari ketiga bagian ini untuk mendeteksi retak, bengkok, penyok, dan karat. Segera beri penanganan meskipun hanya menemukan kerusakan kecil pada bagian ini untuk mencegah kerusakan lebih besar di masa depan.


Maintenance memang terlihat memakan lebih banyak waktu dan tenaga, namun Anda akan merasakan manfaat dari maintenance yang rutin dalam jangka waktu panjang! Berkurangnya jumlah breakdown atau downtime mesin mengindikasikan lebih banyak uptime dan produksi yang dihasilkan. Biaya untuk memperbaiki mesin yang rusak atau membeli spare part di luar prediksi pun dapat dikurangi.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta