Category: 60100000 Volvo EC210B ECU

on

Mayoritas alat berat saat ini menggunakan sistem hidrolik karena memiliki berbagai keunggulan dibanding sistem lainnya. Sistem hidrolik mampu menghasikan tenaga lebih besar dengan komponen minimum, kontrol arah dan gerakan alat lebih mudah, getaran gerakan minimum, presisi gerakan tinggi, fleksibilitas, dan tahan lama.

Sama seperti komponen alat berat lain, pemeliharaan (maintenance) yang buruk atau lalai dapat menyebabkan sistem hidrolik tidak beroperasi dengan baik dan mengakibatkan kebocoran bahkan kerusakan pada mesin secara keseluruhan (downtime). Kadang, masalah pada sistem hidrolik disebabkan oleh kesalahan kecil yang bahkan tidak disadari.

Oleh karena itu, Kami telah merangkum 5 kesalahan maintenance sistem hidrolik yang mungkin Anda lakukan tanpa sadar namun berakibat fatal, disertai dengan solusinya:

1. Pengaturan Tekanan Hidrolik

Kenop pada pompa dan katup hidrolik menjadi bagian yang dicek dan diatur ulang ketika mesin bermasalah. Biasanya, tekanan diatur ke tingkat tertinggi dengan anggapan dapat mempercepat operasi mesin. Anggapan ini jelas-jelas SALAH!

Pengaturan tekanan yang tidak sesuai dapat mengakibatkan shock bahkan kerusakan pada sistem hidrolik. Hal ini terjadi karena tekanan yang terlalu tinggi akan mendorong banyak komponen internal pompa, memperparah dan mempercepat keausan pada komponen. Oleh karena itu, patuhi tingkat tekanan sistem hidrolik yang direkomendasikan.


2. Pressure Gauge Sistem Hidrolik

Pressure gauge atau alat ukur tekanan seringkali diletakkan di samping pompa dari katup pengecekan (check valve), bukan di dekat akumulator. Ketika pompa dimatikan, pressure gauge akan menunjukkan angka 0 bersamaan dengan pengaliran oli ke tangki melalui pompa hidrolik internal.

Hal ini menyebabkan operator/mekanik salah sangka bahwa tekanan berada di angka 0, padahal cairan bertekanan dalam akumulator sedang dilepaskan. Oleh karena itu, sebaiknya pressure gauge dipasang di samping akumulator.


3. Skema Hidrolik untuk Troubleshoot Mesin

Troubleshoot (pemecahan masalah) pada mesin dapat dilakukan lebih cepat dan mudah jika menguasai skema (bagan) sistem hidrolik. Namun pada beberapa kasus, tidak semua mekanik/operator bahkan supervisor menguasai skema hidrolik dengan baik. Skema ini sebenarnya tercantum dalam buku manual dari manufaktur mesin, tetapi akan sangat memakan waktu untuk mencari buku manual dan menemukan halaman penjelasan tentang skema ini. Padahal semakin lama downtime mesin, semakin besar juga kerugian operasional perusahaan.


4. Reservoir dan Suction Strainer

Reservoir biasanya berada pada nomor sekian yang diperhatikan dibanding sistem filter. Padahal, reservoir harus dibersihkan secara berkala paling sedikit 1x dalam setahun untuk mencegah timbulnya endapan kotoran tebal di dasar tank oli. Reservoir yang kotor akan mengubah fungsinya sebagai penghilang panas oli menjadi inkubator panas.

Suction strainer (saringan hisap) yang terdapat pada kebanyakan reservoir juga harus dibersihkan dengan teknik blowing air dari dalam ke luar. Setidaknya, bersihkan 1x setahun agar strainer tidak tersumbat dan menyebabkan kavitasi pompa.


5. Komponen Pengganti

Mengganti komponen sudah menjadi hal biasa dilakukan secara berkala atau ketika mesin bermasalah. Perlu diperhatikan bahwa komponen atau spare part yang serupa belum tentu benar-benar sama. Selalu perhatikan kode dari setiap komponen karena bisa saja terlihat serupa. tetapi tidak berfungsi di sistem hidrolik alat berat tertentu.

Untuk mengecek ketersediaan komponen, Anda dapat memanfaatkan mobile app yang terhubung dengan sistem antara lapangan operasional, kantor pusat, workshop, dan gudang. Anda juga dapat langsung melakukan request spare part dengan praktis melalui perangkat mobile, tanpa perlu melewati proses dokumen kertas yang rumit dan memakan waktu lama.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Curah hujan tinggi selalu menjadi tantangan untuk alat berat yang mayoritas dioperasikan di area terbuka, termasuk excavator. Selain mempersulit kondisi lapangan, hujan juga dapat menimbulkan karat pada bagian excavator karena adanya proses oksidasi antara logam dengan air hujan. Bahkan, mesin berpotensi rusak lebih cepat dan berakhir pada downtime alat sebelum waktunya.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi masalah dari musim hujan adalah dengan menambah frekuensi dan fokus pada aktivitas maintenance. Lalu, apa saja hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk menjaga performa dan memperpanjang umur excavator di musim hujan?

Berikut adalah 8 hal penting yang wajib dilakukan untuk mencegah downtime excavator ketika musim hujan:

1. “Mandi” lebih sering

Perlu diperhatikan bahwa “mandi hujan” tidak akan membersihkan excavator Anda, tetapi akan mengikis cat lebih cepat dan menimbulkan karat pada beberapa bagian berbahan logam di excavator.

Lumpur dan kotoran lain yang melekat pada badan excavator juga dapat mengurangi performa bahkan memicu kerusakan mesin. Misalnya, oil seal pada bagian cylinder excavator yang kotor menjadi tidak berfungsi maksimal bahkan dapat menyebabkan kebocoran oli.

Oleh karena itu, selalu bersihkan excavator secara menyeluruh setelah beroperasi di bawah guyuran hujan. Pastikan tidak ada air hujan dan kotoran tersisa yang menempel pada semua bagian dari excavator.


2. Perhatian lebih untuk Undercarriage

Berikan perhatian lebih dan selalu bersihkan undercarriage excavator setelah dioperasikan di lingkungan yang basah, becek, atau tergenang air. Mengapa?

Air hujan membawa berbagai kotoran yang dapat melekat pada undercarriage, terutama di lapangan tambang dan konstruksi yang ‘keras’. Lumpur, pasir, debu, dan lainnya dapat menyebabkan undercarriage berkarat atau longgar. Selain merusak excavator, hal ini juga membahayakan operator bersangkutan dan orang di sekitarnya.


3. Gunakan Cat & Wax sebagai lapisan pelindung

Cat melapisi permukaan logam pada excavator sehingga tidak bersentuhan langsung dengan udara, kotoran, dan air hujan. Namun, cat dapat terkikis oleh hujan yang bersifat asam sehingga membuka kesempatan air hujan ‘masuk’ dan menimbulkan karat. Karat yang bersifat korosif akan melemahkan logam sehingga mudah retak atau patah.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mengganti cat dan memberikan wax sebagai lapisan tambahan untuk melindungi cat dan excavator. Terdengar seperti pengeluaran tambahan? Tidak. Ini adalah salah satu ‘investasi’ Anda untuk mencegah repair dan penggantian spare part sebelum waktunya.


4. Cek Filter Udara, Bahan Bakar, dan Oli

Selalu cek apakah air hujan masuk ke dalam filter udara, bahan bakar, dan oli. Air hujan yang melewati filter udara dan bahan bakar dapat menyebabkan masalah pembakaran karena:

  • Air yang menerobos filter udara akan mengurangi jumlah asupan udara ke mesin.
  • Kontaminasi air hujan pada bahan bakar dapat menyumbat aliran dan mengacaukan pompa bahan bakar sehingga menyebabkan mesin tersendat atau mati tiba-tiba.

Dalam waktu singkat, air hujan dapat menyebabkan kerusakan mesin excavator dari dalam.

Selain itu, air hujan yang mengontaminasi oli akan membentuk emulsi kental yang berbahaya bagi sistem mekanis karena dapat menimbulkan kerapuhan atau patahan pada logam, korosi, kontaminasi mikrobiologi, sampai aerasi. Air juga akan merusak bahan aditif dari oli dan mengubahnya menjadi larutan asam yang korosif.


5. Tingkatkan frekuensi pemberian Pelumas

Air dapat membuat pelumas cepat pudar/terhapus dari permukaan yang diaplikasikan. Padahal pelumas memiliki peran penting pada sistem gerak excavator. Tingkatkan frekuensi pemberian pelumas, terutama pada bagian sendi atau bagian yang melakukan kontak langsung dengan air hujan (atau air banjir).

Anda dapat menggunakan sistem autolube untuk memastikan pelumasan yang lebih konsisten. Sangat disarankan juga untuk menggunakan pelumas yang memiliki perlindungan karat/korosi agar lebih tahan terhadap kotoran dan serpihan korosif lain yang terbawa oleh air hujan.


6. Cek Terminal sebelum menyalakan mesin

Hujan dapat menyebabkan excavator sulit dinyalakan karena sistem pembakaran atau terminal mesin lembab dan kemungkinan mengalami korslet. Selalu sediakan kain atau koran kering untuk mengeringkan kabel dan terminal. Nyalakan mesin ketika terminal sudah benar-benar kering.


7. Segera urus Parts berkarat/rusak

Seperti yang sudah dijelaskan, air hujan dapat menyebabkan karat bahkan patahan pada logam penyusun badan excavator. Jika Anda menemukan tanda karat sekecil apapun, segera beri penanganan sebelum karat menyebar.

Patahan kecil juga tidak boleh luput dari perhatian. Segera ganti parts yang perlu diganti untuk menjaga kinerja excavator dan mencegah kerusakan yang lebih besar nantinya. Biaya untuk mengganti parts tentu jauh lebih murah daripada mengganti excavator rusak dengan yang baru.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Saat hauling, Dump Truck biasanya menempuh jarak jauh dari site ke disposal atau port site. Bahkan panjang jalan Hauling batubara di Sumatera Selatan yang dikelola oleh PT Servo Lintas Raya mencapai 113 KM.

Dalam proses hauling, kondisi ban Dump Truck sangat penting untuk memastikan muatan sampai sesuai jadwal. Namun, kesalahan sepele atau kurangnya pengetahuan dapat membuat ban cepat rusak, kemudian memperlambat hauling bahkan memaksa perusahaan mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi. Apalagi jika harus mengganti ban Dump Truck dengan yang baru.

Oleh karena itu, Kami telah merangkum 7 kesalahan yang dapat memperpendek umur ban Dump Truck untuk Anda hindari beserta solusinya:

1. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Under-inflation dan over-inflation sangat tidak disarankan! Beban pada Dump Truck sebenarnya diangkut oleh tekanan udara dalam ban. Tekanan udara ini juga yang mempengaruhi luas area permukaan ban yang melakukan kontak dengan permukaan jalan.

Peningkatan panas menyebabkan ban semakin rentan terhadap aus dan goresan. Bahkan, kondisi ban botak yang tidak bisa merendam panas akan meningkatkan potensi ban meledak. Daya traction ban pada permukaan jalan dan rem yang berkurang juga sangat berbahaya bagi operator dan Dump Truck.

Oleh karena itu, periksa maksimum tekanan udara ban yang dianjurkan oleh manufaktur dan pertahankan tekanan udara dalam ban sesuai dengan kapasitas muat dengan pengecekan berkala.


2. Overload

Setiap ban memiliki load index untuk menunjukkan kapasitas angkut sebuah ban. Semakin besar ukuran ban, semakin tinggi juga angka load index.

Jika Anda mengangkut muatan lebih berat dari index, ban dapat mengalami peningkatan panas yang memicu aus dan rusak lebih cepat. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari overload.


3. Sumbu As Roda (Alignment) Kurang Seimbang

Pemasangan sumbu as roda Dump Truck dan kendaraan lainnya harus benar-benar sesuai dan seimbang, yaitu zero toe dan zero camber. Ketidaksuaian pemasangan akan berakibat pada peningkatan panas dan aus pada ban karena gaya gesek antara permukaan ban dan jalan tidak rata.


4. Jenis Ban Tidak Sesuai

Setiap jenis ban memiliki kemampuan dan kekurangan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan dan muatan. Menggunakan jenis ban yang tidak sesuai akan memperpendek umur ban dan memicu kecelakaan ketika hauling.

Berikut hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih jenis ban:

a. Tread pattern mempengaruhi traction, flotation, dan ketahanan terhadap aus, robek, dan panas. Tread pattern pada ban bisa dibedakan menjadi 7 jenis, yaitu Rock Pattern Tread Design, Traction Pattern Tread Design, Block Pattern Tread Design, Rib Pattern Tread Design, Smooth Pattern Tread Design, Highway & Off-road Tread Design, dan Flotation Tread Design.

b. Tyre Construction terdiri dari jenis radial, bias, dan solid. Tyre Construction mempengaruhi tingkat rolling resistance, konsumsi bahan bakar, daya angkut muatan, dan kecepatan berkendara dari ban.

c. TKPH (Tonne Kilometres per Hour) merupakan ukuran kapasitas kerja ban sehingga dapat dijadikan patokan pemilihan ban yang tepat sesuai kebutuhan.
TKPH tinggi: daya tahan panas lebih baik, namun daya tahan aus ban ini lebih rendah.
TKPH rendah: daya tahan panas lebih lemah, namun daya tahan aus lebih baik dari TKPH tinggi.

Selalu cek ketiga poin di atas sebelum memilih menggunakan atau membeli jenis ban untuk Dump Truck Anda. Sesuaikan juga jenis ban dengan yang direkomendasikan oleh manufaktur Dump Truck.


5. Terlalu Lama Tidak Dipakai

Telapak ban yang lama tidak dipakai akan menjadi tipis karena mengalami proses oksidasi atau pelapukan. Semakin tipis telapak ban, jarak pengereman akan semakin panjang dan daya cengkraman menurun terutama di permukaan jalan basah atau tergenang. Alat berat pun berpotensi mengalami aquaplaning yang dapat memicu terjadinya kecelakaan.


6. Pengoperasian Kurang Profesional

Gaya pengoperasian Dump Truck sangat berpengaruh pada umur dari ban. Memacu kencang Dump Truck pada jalan yang kasar dapat membuat ban kehilangan cengkraman pada permukaan jalan (bouncing) dan meningkatkan tekanan pada sidewall ban. Menerjang berbagai material yang ada di jalan hauling pun berbahaya karena dapat merusak permukaan ban.

Rem tiba-tiba, cepat, dan kasar yang sering dilakukan juga akan mempercepat aus pada satu area datar (flat spot) ban. Disarankan, Anda mengganti ban yang mengalami flat spot cukup parah dengan ban yang baru untuk keamanan.

Sangat diperlukan standarisasi pengoperasian Dump Truck untuk mencegah ban cepat aus atau rusak. Berikan training dan pengetahuan yang cukup bagi operator Dump Truck Anda.


7. Maintenance Tidak Berkala

Sama seperti part Dump Truck lainnya, ban harus dicek dan diberi maintenance secara berkala. Mulai dari tekanan udara ban, tutup katup ban, sampai telapak ban.

Pastikan tekanan udara ban telah sesuai. Tidak disarankan untuk mengurangi tekanan udara ketika suhu ban panas setelah dioperasikan. Ban yang baru menempuh perjalanan lumrah menjadi lebih panas dari saat idle.

Periksa juga kedalaman telapak ban telah mencapai TWI (Tread Wear Indicator) atau belum. Jika sudah, segera ganti ban Dump Truck dengan yang baru. Ban yang sudah aus memiliki cengkraman yang lemah dan malah berbahaya jika dipakai Dump Truck untuk hauling.

 

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
Front shovel digunakan untuk menggali material yang letaknya di atas permukaan di mana alat tersebut berada. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menggali material yang keras. Jika material yang akan digali bersifat lunak, maka front shovel akan mengalami kesulitan. Dengan demikian, waktu penggalian dapat menjadi lebih lama. Sama halnya dengan kondisi di mana permukaan material yang akan digali lebih tinggi dari ketinggian minimum yang diperbolehkan untuk mengisi bucket. Maka dari itu ada faktor pengali untuk ketinggian penggalian dan pengaruh sudut putaran yang harus diperhitungkan dalam menentukan produktivitas front shovel.

Fungsi Front Shovel Sebagai alat Penggali

Dalam memilih front shovel sebagai alat penggali, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Pertama adalah biaya penggalian. Biaya penggalian tergantung pada besarnya pekerjaan, biaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkut front shovel ke proyek, dan biaya langsung. Kedua adalah kondisi pekerjaan. Kondisi pekerjaan di lapangan akan menentukan pemilihan jumlah dan kapasitas alat. Pekerjaan penggalian material keras akan lebih mudah dilakukan oleh front shovel dengan bucket yang besar, sama halnya dengan penggalian material hasil peledakan. Jika pekerjaan harus dilakukan pada waktu yang relatif singkat, maka dapat digunakan beberapa front shovel kecil atau satu front shovel besar. Kapasitas alat pengangkutan yang tersedia juga dapat mempengaruhi pemilihan besarnya front shovel yang akan dipakai.

Fungsi Front Shovel Sebagai alat Penggali
Tahapan penggalian dengan menggunakan front shovel meliputi gerakan lengan, boom dan bucket. Boom digerakkan naik dan turun jika diperlukan. Setelah bucket terisi, baru struktur atas berputar pada slewing ringnya. Pada proses ini alat sebisa mungkin tidak berpindah. Langkah-langkah pekerjaannya adalah sebagai berikut :
  1. Gerakan bucket ke depan sampai bagian ujung bucket menyentuh material.
  2. Gerakan bucket ke atas yang bertujuan untuk menggaruk tebing sehingga bucket terisi.
  3. Tarik bucket ke arah alat saat sudah terisi penuh material.
  4. Struktur atas berputar untuk pembongkaran material baik dengan membentuk timbunan ataupun pada truk.
  5. Saat posisi tebing sudah jauh dari jangkauan, alat digerakkan mendekati tebing untuk pekerjaan penggalian berikutnya.

 

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353