Category: Artikel

on

Mematikan engine atau mesin unit alat berat, memiliki prosedur tersendiri sesuai dengan jenis dari alat berat itu sendiri dan harus sesuai dengan SOP atau Standard Operation Procedur. Tujuan dari prosedur atau teknik untuk mematikan engine ini adalah untuk menjaga keawetan engine sehingga dapat digunakan untuk waktu yang lebih lama dengan kualitas kerja yang efektif.

Jika mematikan engine secara tiba-tiba sebelum engine dingin, umur mesin tidak awet karena pada saat mesin dimatikan secara tiba-tiba maka panas yang dihasilkan tidak dapat dibuang keluar sedangkan ketika mesin mati system pendingin akan berhenti bekerja, jadi diperlukan tenggang waktu antara penghentian pemakaian dengan mematikan mesin sehingga panas yang dihasilkan oleh mesin dapat diturunkan sebelum engine dimatikan.

Pada kesempatan ini akan dibahas cara memmatikan engine pada excavator komatsu PC 200-7, sebagai berikut :

 

Pertama, letakkan lever control fuel pada posisi idling rendah selama kira-kira 5 menit agar engine menjadi dingin secara perlahan-lahan.

Kemudian Putar kunci kontak pada starting switch ke posisi OFF.

Terakhir cabut kunci dari starting switch.

Setelah mematikan engine, Lakukan Pemeriksaan pemeriksaan dan perawatan pada unit. Perawatan ini bertujuan untuk mengetahui keadaan engine sehingga dapat diparkir dengan aman sehingga keselamatan kerja terjamin.

Lakukan pemeriksaan keliling pada unit yang meliputi  engine, system hidrolik, under carriage, level oli, level air pendingin dan sistem lainnya. Jika menemukan kelainan atau ketidaknormalan pada engine dan komponen lainnya segera lakukan perbaikan agar pada penggunaan selanjutnya alat berat tersebut siap digunakan.

Demikian prosedur mematikan engine alat berat, semoga bermanfaat

on

Memarkir excavator dengan benar adalah salah satu tindakan yang yang harus diketahui oleh operator excavator, karena sering dijumpai ternyata excavator tidak diposisikan dengan baik pada waktu diparkir. Cara parkir excavator yang salah selain dapat berbahaya bagi orang lain juga berpengaruh pada umur pemakaian excavator.

Pada artikel kali ini akan dibahas prosedur memarkir excavator yang benar. Berikut prosedur memarkir unit excavator :

 

  1. Letakkan travel lever kiri dan kanan  ke posisi netral, sehingga excavator akan berhenti.
  1. Turunkan kecepatan mesin ke low idling, dengan fuel control dial.
  1. Turunkan bucket secara horizontal, sampai bagian bawah menyentuh tanah.
  1. Jika memarkir excavator di permukaan tanah yang miring, parkir alat seperti gambar dibawah ini.
  1. Atur safety lock lever  ke posisi lock.

Pada daerah yang memilki temperatur yang dingin, ada beberapa tips untuk memarkir unit excavator, yaitu :prosedur pemarkiran juga perlu diperhatikan diantaranya:

  •  Bahan bakar dan pelumas, pada saat memarkir atau menyimpan unit dalam jangka waktu tertentu sebelum dipergunakan maka bahan bakar yang digunakan sebaiknya diganti dengan bahan bakar yang cocok untuk temperatur dingin. Begitu juga dengan minyak pelumas, sebaiknya menggunakan minyak pelumas dengan viscositas yang rendah sehingga akan mendukung untuk memudahkan dalm starter awal. Untuk air pendingin sebaiknya digunakan bahan anti beku agar air tidak membeku pada saat diparkir atau disimpan.
  •  Untuk kebutuhan aki juga perlu diperhatikan agar tegangan suplai dari bateray tidak drop, karena jika suhu turun maka kapasitas baterai juga akan turun.
  • Sebelum pemarkiran dilakukan, lumpur dan air pada body sebaiknya dibersihkan untuk mencegah terjadinya kerusakan seal yang disebabkan oleh lumpur yang menempel pada unit.
  •  Mesin unit sebaiknya diparkir ditempat yang keras atau lantai semen, jika tidak memungkinkan parkir di atas kayu. Ini tujuannya agar dalam waktu tertentu kekuatan landasan tempat parkir unit alat berat ini masih bias menahan beban dari unit, Sehingga keselamatan kerja dan alat akan terjamin.
  •  Ketika temperatur naik atau sudah tidak dingin lagi maka bahan bakar, minyak pelumas, dan air pendingin diganti dengan kebutuhan mesin pada suhu normal.
  •  Setelah melakukan pemarkiran, lakukanlah selalu pemeriksaan dan penguncian pada komponen-komponen unit. Pemeriksaan yang dilakukan adalah gauge suhu air, monitor tekanan oli mesin dan gauge bahan bakar. Setelah itu lakukanlah penguncian pada tempat tempat berikut ini :  Pintu kabin operator,  Filler port tangki bahan bakar,  Engine hood,  Cover box baterai,  Pintu bagian kiri dan kanan alat, dan  Filler port tangki hidrolik.

Demikian pembahasan cara memarkir unit excavator, semoga bermanfaat.

on

Perawatan keliling pada excavator bertujuan untuk keselamatan operator dan unit alat berat yang dipergunakan dan memelihara kemampuan mesin.Perawatan keliling dilaksanakan pada saat engine belum jalan / start. Prosedur perawatan keliling harus dapat dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur kerja yang tepat. Terdapat 4 hal yang terkait dengan perawatan keliling pada alat berat, keempat yaitu: Perawatan pada engine dan power train, Perawatan pada Under carriage, Perawatan pada peralatan hidrolik (mask), Perawatan pada ruang operator.

Prosedur Perawatan Keliling

Prosedur perawatan keliling pada alat berat sangat beragam tergantung pada jenis, type dan produsen pembuat alat berat. Namun pada intinya untuk perawatan keliling mempunyai banyak kesamaan terutama pada engine dan power train, sedang untuk bagian yang lain seperti Mask, Under carriage dan steering and braking system ada perbedaan, tentunya untuk perawatan keliling yang dilakukan disesuaikan dengan prosedurnya. Berikut Prosedur perawatan keliling pada alat berat :

Pemeriksaan sistem hidrolik. Periksa sistem hidrolik dari kerusakan, keausan, ruang main di peralatan kerja, silinder, sambungan dan slang (hose). Pastikan bahwa tidak kerusakan, keausan dan kebocoran pada silinder (arm cylinder, boom cylinder, dan cylinder bucket) serta pada sambungan-sambungan. Jika terdapat ketidaknormalan segera diperbaiki.

Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin.

Periksa apakah air pendingin berada diantara tanda FULL dan LOW pada tangki cadangan radiator dengan cara :

Membuka penutup belakang kiri pada mesin.

Jika level air rendah maka tambahkan air melalui lubang pengisi air pada tangki cadangan.

Setelah penambahan air, kencangkan penutupnya dengan aman.

Pemeriksaan Baterai

Bersihkan permukaan baterai dengan air soda dan menggunakan kuas, kemudian keringkan dengan lap.

Lakukan pengecekan tegangan dan arus pada baterai dengan volt meter dan ampere meter. Bersihkan kutub – kutub baterai dengan alat khusus. Jika tidak ada, pakailah sikat kuningan atau kertas gosok halus. Periksa berat jenis elektrolit, ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level. Bila level elektrolit rendah, isilah dengan air suling atau air accu.

Perhatikan posisi pengikatan dan klem baterai harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja, sehingga dapat retak, elektrolit tumpah. pemasangan yang kuat akan mengurangi kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun korosi.

Pemeriksaan air cleaner (saringan udara)

Lakukan pengecekan pada panel monitor, apakah lampu tanda clogging air cleaner berkedip, jika ya maka segera lakukan pembersihan air cleaner,jika masih tersumbat lakukan penggantian.

Untuk melakukan pembersihan, buka pintu belakang sebelah kiri alat, lepas pengunci lalu lepas cover.

Lepas elemen air cleaner lalu bersih kan dengan semprotan udara bertekanan dari sisi dalam ke sisi luar.

Jika elemen tersebut masih dapat digunakan pasanglah kembali elemen tersebut pada cover.

Pasang pengunci dan tutup kembali pintu kiri belakang.

Pemeriksaan engine oil

Buka penutup engine pada mesin.

Lepaskan batang pengukur lalu bersihkan.

Masukkan kembali batang pengukur sepenuhnya kedalam pipa pengisian oli. Kemudian tarik kembali pastikan level oli ada pada posisi antara H dan L, jika level oli di bawah L maka tambahkan oli yang sesuai pada lubang pengisian.

Pemeriksaan bahan bakar

Gunakan kaca penduga (sight gauge) pada permukaan depan tangki bahan bakar untuk memeriksa bahwa tangki terisi penuh.

Jika level bahan bakar tidak dalam batas kaca penduga, tambahkan bahan bakar melalui lubang pengisian dan sementara perhatikan kaca penduga.

Setelah penambahan bahan bakar, kencangkan penutup dengan aman.

Pemeriksaan Brake Oil Tank

Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa kondisi dan tinggi minyak rem dalam tangki reservoir. Jika tinggi minyak rem berada di bawah batas LOW, tambahkan minyak rem yang sama spesifikasinya sampai batas FULL.

Pemeriksaan  water separator

Periksa posisi ring pada water separator apakah sudah pada tanda garis maksimal. Jika sudah maka lakukan pengurasan pada water separator.

Kendorkan saluran pembuangan dan buang air juga kotoran dari dalamnya. Kemudian kencangkan lagi.

Pemeriksaan Parking Brake.

Pemeriksaan yang dilakukan yaitu dengan mengamati pada ruang operator apakah handle parking brake pada posisi aktif atau tidak. Jika posisi parking brake tidak aktif segeralah untuk menarik tuas tersebut.

Pemeriksaan terhadap foot brake

Injak pedal rem sepenuhnya hingga berhenti.

Jarak lintasan berada pada pusat pedal, sebagai contoh pada dozer shovel (D75S-5) yang mempunyai jarak tinggi pedal 127-191 mm.

Jika jarak ini melebihi 191 mm, sebaiknya lakukan penyetelan ulang.

Pemeriksaan terhadap fan belt dan cooling fan.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tegangan tali kipas yaitu 6 Kgf dan defleksi maksimal 13 mm.

Periksa kondisi tali kipas dari keretakan dan keausan, jika sudah tidak sesuai toleransi sebaiknya diganti.

Pemeriksaan kondisi kipas radiator dapat dilakukan dengan melihat kelengkapan sudu-sudunya, bantalan dudukannya dari kerusakan atau keausan.

Pembersihan cermin pandangan belakang, periksa terhadap kerusakan.

Pastikan bahwa kondisi cermin pandangan belakang bersih, dapat dipandang dari kursi operator.

Pemeriksaan sabuk pengaman dan klem pemasangannya

Periksa bagian pengait, penangkap dan kaki pengait terhadap kerusakan. Jika ditemukan kerusakan segera lakukan perbaikan.

Demikian tentang pemeriksaan keliling pada excavator sebelum mesin hidup, semoga bermanfaat.

on

Excavator Tercanggih Di Kelasnya “Volvo EC210D”

Hasil gambar untuk Volvo EC210D

Volvo EC210D, yang diluncurkan pada tahun 2017, telah memiliki reputasi yang kuat di wilayah Asia sebagai mesin dengan performa tinggi dalam pengerjaan medan yang sulit, namun tetap cocok digunakan pada konstruksi umum. Buktinya, EC210D telah berhasil dikirim ke beberapa lahan pertambangan dan penggalian terbesar di Indonesia, serta berperan sebagai armada peralatan kontraktor terkemuka berkat ketangguhannya.

EC210D sekarang menjadi bagian penting dari line up Volvo di kelas 20 ton, bersama dengan EC200D.

Dengan tersedianya dua pilihan di kelas 20 ton, Volvo berusaha memenuhi kebutuhan para pengguna maupun meningkatkan jumlah pelanggannya.

“Jika EC200D dirancang untuk para pengguna yang membutuhkan unit konstruksi umum, EC210D menawarkan unit serupa namun lebih tangguh untuk melakukan pekerjaan berat seperti penambangan, penggalian, pembongkaran dan pekerjaan yang berkaitan dengan kehutanan” ujar Gerrit Lambert, Direktur Sales & Marketing Volvo CE Indonesia.

EC210D dapat dipasang hydraulic breaker Volvo baik dari sisi atas atau samping. Hydraulic breaker dirancang untuk menghancurkan material-material keras, serta menyalurkan tenaga secara konsisten dan daya penghancur yang besar. Pilihan hydraulic breaker/shear piping dan quick coupler piping rancangan Volvo ini mampu mengalirkan tenaga yang optimal ke mesin hydraulic. Selain itu, pipa tambahan pada rancangan tersebut mampu memberikan daya dan tenaga yang konsisten untuk performa superior Volvo.

Dengan jaringan purnajual dan pemeliharaan yang luas, partner dealer Volvo CE di Indonesia, PT IndoTruck Utama (ITU) untuk Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara Papua dan PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) untuk Kalimantan, Sulawesi dan Maluku siap memberikan dukungan yang terbaik untuk EC210 di seluruh Indonesia.