Category: Artikel

on

Pemuda asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Totok (32) membeberkan cara menciptakan mainan berbentuk excavator mini yang kini lagi digandrungi anak-anak di Pangkalan Bun.

Ia bersama teman sesama pembuat mainan anak-anak membuat alat dengan sistem penggerak hidrolik itu hanya bermodalkan kayu, selang udara dan bekas suntikan yang diperolehnya dari limbah medis.

“Tahap awal, sediakan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan,” katanya saat dibincangi di arena CFD Pangkalan Bun, Minggu (26/2/2017).

Selanjutnya, terang Totok, ia membuat kerangka miniatur excavator dengan bahan kayu, kemudian memasang suntikan bekas ke sejumlah sendi lengan excavator. Berikutnya memasang selang dan pipa udara yang disambungkan ke tuas.

“Dicoba dulu satu-satu fungsinya, tahapan ini paling sulit. Tidak jarang harus dibongkar pasang berkali-kali sampai semuanya beres,” bebernya.

Setelah semuanya berfungsi, selanjutnya merapikan hasil kerjanya. Mulai dari membersihkan bekas lem, pengecatan, dan terakhir membuat tabung udara yang terletak di bawah boks tuas.

Ditemui di CFD Pangkalan Bun, Totok mendemokan excavator mini bikinannya. Meskipun tampak sederhana, namun tetap berfungsi dapat bergerak seperti excavator aslinya, yang menjadikannya brilian adalah bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya. Cukup sederhana saja. Hanya menggunakan kayu, selang dan suntikan bekas.

Sistem hidrolik berhasil digerakkan dengan suntikan bekas dan juga silikon tabung. Dan pergerakannya pun sudah seperti mesin excavator. Transisi pergerakan melalui tuas analog ke arah vertikal ataupun horizontal terlihat begitu mulus.

“Mainan ini tidak digerakkan menggunakan aki, baterai, ataupun listrik,” tandasnya.

on

Pada dasarnya semua jenis alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, motor grader, trackshovel, dan lain-lain memiliki kesamaan dalam hal daily maintenace atau pemeriksaan dan perawatan harian (P2H). jika anda seorang operator alat berat, langkah pertama yang wajib dilaksanakan sebelum anda mengoperasikan alat berat adalah sebagai berikut;

1. Pemeriksaan keliling
Kelilingi sekitar unit. pastikan kondisi unit dan alat kerja mulai bagian bawah hingga bagian atas dalam keadaan baik.

2. Pemeriksaan engine
Pastikan oli mesin, oli hidrolis, air radiator, instalasi kabel, ruangan mesin, air accu, dan lain-lain dalam keadaan baik.

3. Pelumasan alat gerak
Lakukan pelumasan secara menyeluruh terhadap sendi-sendi gerak pada alat kerja. Pastikan semua perangkat unit dalam keadaan terlumasi dengan grease.

4. Pemeriksaan ruangan kabin operator
Periksa kontrol panel dan pastikan tampilan di layar monitor dalam keadaan baik. bersihkan ruangan kabin, kaca, dan sebagainya. Setel tempat duduk, pasang sabuk pengaman dan pastikan anda bisa duduk dengan nyaman.

5. Pemanasan mesin
Hidupkan mesin. pastikan asap dan suara mesin dalam keadaan baik dan normal. jika temperatur mesin dan sirkulasi oli hidrolis sudah cukup, mulailah beroperasi. selamat bekerja dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

on

Excavator adalah Alat berat yang terdiri dari batang, tongkat, keranjang dan rumah rumah dalam sebuah wahana putar dan digunakan untuk penggalian (akskavasi) . Rumah rumah diletakan diatas kereta bawah yang dilengkapi Roda rantai atau Roda. Ekskavator pertama kali diciptakan pada tahun 1835 oleh William Smith Otis, seorang ahli mekanik asal Amerika Serikat. Pada awalnya ekskavator dijalankan dengan menggunakan mesin uap dan digunakan sebagai alat penggalian untuk membangun rel kereta api. Pada tahun 1839 William Smith Otis menerima patent atas karya ekskavator temuannya dan kemudian meninggal dunia pada tahun yang sama (1839). Pada tahun 1840 tercatat ada 7 buah excavator dan merupakan excavator pertama di dunia yang diciptakan oleh William Smith Otis. Excaavator  menggunakan Winch dan Tali besi untuk bergerak. Excavator  adalah perkembangan alami dari Penggaruk Uap dan sering juga disebut Power shovel.

adapun penggunaan dari excavator ini adalah:

  • menggali parit , lubang, pondasi bangunan
  • Penanganan Material
  • Memotong semang dengan alat khusus
  • Pekerjaan kehutanan
  • Penghancuran
  • Perataan tanah
  • Angkut berat
  • Pertambangan, terutama Pertambangan pit terbuka
  • Pengerukan sungai
  • Menancapkan Batang pondasi

Semua gerakan dan fungsi dari excaavator berasal dari sistem hidrolik menggunakan aksi cairan hidrolik. Adapun Prinsip Dasar Sistem Hidrolik adalah menggunakan hukum pascal:

  • Dalam sebuah ruangan tertutup, tekanan yang bekerja pada fluida akan merambat merata kesemua arah.
  • Besarnya tekanan dalam fluida adalah gaya (F) dibagi dengan luas bidang tekannya (A).
  • Tekanan pada suatu titik akan bekerja ke segala arah dan sama besar dengan menggunakan incompressible fluid.

on

Sebelum mengoperasikan Unit, operator harus membaca operator manual Unit yang akan di operasikan. Harus memahami dan mentaati aturan-aturan keamanan dan keselamatan di wilayah pengoperasian.

Sebelum mengoperasikan, pahami isi di dalam kabin terlebih dahulu ya !

Dalam kabin terdapat banyak kontrol yang wajib dipahami operator.
spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari

1. Pedal Travel sebelah kiri
2. Pedal travel sebelah kanan
3. joystik kiri
4. Joystik kanan
5. Saklar Kontrol kiri
6. Pengatur suhu ruangan kabin
7. Kunci kontak
8. Selektor RPM
9. Saklar kontrol sebelah kanan
10. saklar wiper dan washer
11. Instrumen ECU

Bagian-bagian yang disebutkan di atas berfungsi untuk :

Depan Operator (nomer 1 & 2) terdapat dua stik yang digunakan untuk menggerakan motor travel (berjalan). Apabila akan berjalan maju ke dua stik di tekan bersamaan ke arah depan.
Apabila akan belok ke kiri, pedal sebelak kiri di tarik mundur dan stik sebelah kanan di tarik maju. Untuk berjalan mundur tarik ke dua stik di tarik mundur.

Syarat agar bisa di kontrol seperti ini adalah motor travel berada di belakang seperti yang di tunjukan pada gambar diatas, tanda panah adalah motor travel, sedangkan tanda lingkaran adalah idler. Apabila motor travel posisinya di depan dan idler di belakang, maka ketika pedal travel di dorong maju maka unit bergerak mundur
Joystik kiri (nomer 3)
(D) joystik maju untuk menggerakan arm keluar
(C) Joystik mundur untuk menggerakan arm masuk.
(G) joystik ke kiri untuk gerakan putar ke arah kiri
(H) Joystik ke kanan untuk gerakan putar ke arah kanan
Joystik Kanan (nomer 4)
(B) Joystik  digerakan maju untuk menurunkan boom
(A) joystik kanan mundur untuk menaikan boom
(E) joystik ke kiri untuk menggerakan bucket masuk
(F) joystik ke kanan untuk menggerakan bucket keluar