Category: spare part excavator kendari

on

Fungsi dari idling sub-spring adalah untuk menjaga agar rpm engine dalam kondisi konstan saat LOW IDLE. Jika rpm engine berfluktuasi dengan tidak normal pada saat LOW IDLE maka hal tersebut bisa disebabkan oleh idling sub-spring yang tidak menempel pada governor tension lever sehingga control rack berada dalam posisi floating. Dengan mengencangkan idling sub-spring adjusting screw sampai spring menempel pada tension lever dapat mencegah posisi control rack berada dalam kondisi floating. Ketiak idling sub-spring memberikan sejumlah gaya pada tension lever maka LOW IDLE speed akan sedikit bertambah tapi akan menghentikan fluktuasinya.

Saat bekerja pada machine engine mungkin akan mengalami over speed setelah beban menghilang jika gaya idling sub-spring terlalu kuat menekan tension lever. Karena itu ketika melakukan penyetelan idling sub-spring tension kencangkanlah adjusting screw secukupnya hanya untuk menghilangkan kondisi LOW IDLE speed yang tidak stabil.

Fungsi dari full load adjustment screw adalah untuk membatasi travel dari rack pada saat kondisi FULL LOAD. Full load adjustment screw menyediakan positive stop untuk floating lever pada governor. Dengan memutar full load adjustment screw searah putaran jarum jam maka akan menambah jumlah fuel yang diinjeksikan sedangkan putaran sebaliknya pada full load adjustment screw akan mengurangi jumlah fuel yang diinjeksikan.

Engine menghasilkan horsepower maksimum ketika floating lever menyentuh full load adjustment screw (dengan engine pada full load rpm), Penyetelan yang salah pada full load adjustment screw akan mengakibatkan engine horsepower tidak sesuai dengan spesifikasinya. Bagaimanapun juga output engine tidak dapat diukur dalam kondisi FULL LOAD dengan standar 3066 pada machine 320 Hex dikarenakan engine tersebut tidak memiliki boost pressure tap dan controller akan men-destroke hydraulic pump sebelum engine mencapai kondisi full load. Jika engine memiliki masalah dengan power yang dihasilkannya dan setelah memeriksa kemungkinan penyebab masalah tersebut ( seperti kualitas fuel, fungsi governor control mechanism, altitude duration, kondisi air & fuel filter, kondisi fuel nozzle, injection timing) maka engine selanjutnya harus di uji diatas dynamometer.

CATATAN: Dengan melakukan sedikit modifikasi maka dapat dimungkinkan untuk memeriksa engine horsepower dengan engine masih berada di atas chasis. Prosedure ini mengharuskan untuk membuat lobang guna tempat pemasangan boost pressure tap pada air intake system. Memutuskan hubungan signal dari controller ke hydraulic pump dan (dengan cara memutuskan hubungan proportional reducing valve harness ataupun memutuskan dan menutup powershift pressure hose), kemudian membebani engine dengan beban hydraulic swing dan bucket pada saat mengukur besarnya boost pressure dan rpm.

Untuk melakukan prosedur ini, operasikan swing motor dengan melawan swing lock pin. Kemudian perlahan-lahan bebani dengan bucket sambil mengukur engine speed. Saat rpm engine turun sampai 1700 rpm (100 rpm dibawah full load speed) secara bertahap kurangi beban pada bucket. Dengan pengurangan pada beban bucket maka akan terjadi peningkatan pada rpm engine dan boost pressure. Boost pressure akan meningkat sampai mencapai harga maximum kemudian akan mulai turun kembali. Catat nilai rpm dan boost pressure saat boost pressure mencapai nilai tertingginya. Engine akan menghasilkan maximum horsepower pada saat kondisi maximum boost pressure, perbandingan antara hasil dari pengukuran tersebut dengan nilai spesifikasi akan menginformasikan apakah menghasilkan rated horsepower. Boost pressure pada 1800 rpm adalah sebesar 500 ± 50 mm Hg (9.7 ± 1 psi). Jika engine tidak menghasilkan boost pressure yang memadai saat kondisi FULL LOAD rpm maka artinya engine tersebut juga tidak akan menghasilkan rated horsepower. Pengujian ini hanya boleh dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja engine pada saat melakukan troubleshooting. Pengujian ini tidak akurat untuk digunakan dalam melakukan full load screw adjustment.

PERHATIAN

Timing gear housing mempengaruhi pengukuran rack travel di atas chasis. Pada saat tersebut tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah penyetelan full liad adjustment screw telah merubah jarak rack travel sehingga melenceng dari nilai spesifikasi. Engine dynamometer dan fuel test bench merupakan metoda yang paling aman dan akurat dalam melakukan penyetelan engine horsepower.

on

High and Low Idle

High idle (1) dan low idle (2) screws digunakan untuk menyetel maximum and minimum engine speed. Spesifikasi high idle speed untuk 320 Hydraulic.

Excavator dengan engine 3066 adalah sebesar 1970 + 30 -20 rpm dan spesifikasi low idle adalah sebesar 800 ± 50 rpm. Apabila high idle screw diputar searah dengan putaran jarum jam maka HIGH IDLE rpm akan turun demikian juga sebaliknya. Apabila memutarkan low idle screw searah dengan arah putaran jam maka akan menaikkan rpm LOW IDLE dari engine.

PERHATIAN

Fungsi level pertama AEC akan menimbulkan kesulitan saat melakukan pengujian engine HIGH IDLE speed pada machine selama controller mengirimkan signal ke governor actuator motor. Level pertama AEC akan selalu mengurangi engine speed sebanyak 100 rpm dibawah HIGH IDLE tanpa memperdulikan AEC switch dalam kondisi ON ataupun OFF. Oleh karena itu, jangan pernah melakukan penyetelah HIGH IDLE speed saat engine masih terhubung ke controller. Untuk memeriksa HIGH IDLE gunakanlah back up switch.

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Piston-type fuel transfer pump (1) mengalirkan fuel dari tank ke main fuel pumpFuel camshaft menggerakan fuel transfer pump. Apabila machine mengalami habis fuel atau setelah penggantian filter maka fuel priming pump (2) dapat digunakan untuk memancing fuel.

Untuk mempriming fuel, buka pengunci dari priming pump dengan cara memutarkan pump knob berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam. Setelah melepaskan kunci knob selanjutnya operasikan pompa. Longgarkan air vent plug pada fuel filter manifold untuk mengalirkan fuel ke filter dan pada governor untuk mengalirkan fuel ke main pump dan fuel lines (akan didiskusikan kemudian).

fuel filter 320D

Fuel mengalir melalui filter sebelum masuk ke main fuel pumpSpin-on fuel filter harus selalu dirawat setiap interval waktu tertentu. Jika terdapat kotoran yang menyumbat fuel filter maka filter bypass valve akan terbuka sehingga fuel transfer pump akan mengalirkan fuel yang tidak disaring ke fuel main pump.

PERHATIAN

Jangan pernah menuangkan fuel ke dalam filter pada saat memasang filter baru. Untuk memastikan bahwa tidak terdapat fuel kotor yang masuk ke dalam fuel system saat penggantian filter maka gunakanlah fuel priming pump untuk memancing fuel. Pada saat memompa untuk memancing, bukalah air vent plug (panah) agar udara dapat mengalir keluar dari system. Pemompaan dihentikan saat fuel mengalir tanpa disertai dengan gelembung udara dari vent plug. Yakinkan untuk menampung fuel yang keluar dari air ventAir vent plug dapat diganti dengan pressure gauge untuk mengukur tekanan fuel antara transfer pump dan filter.

main fuel pump

Main fuel pump (1) adalah in-line cam-type pump yang terdiri dari enam buah scroll-type fuel pumps (2) yang terpasang secara individual. Gear yang telah di-timing dengan engine crankshaft merupakan penggerak dari main fuel pumpGovernor (3) melalui perantaraan fuel control rack mengontrol jumlah fuel yang akan dikirimkan oleh masing-masing fuel pump ke dalam cylinder.

Governor digerakan secara electro-mechanically melalui system cable dan pulley (4). Pada saat energizedshutoff solenoid (5) menggerakan fuel rack ke posisi FUEL OFF position tanpa dipengaruhi oleh throttle position.

CATATAN: Saat mem-priming fuel pump dan fuel lines longgarkanlah air vent plug (6). Hentikan Proses priming apabila fuel yang mengalir dari air vent plug sudah tidak mengandung gelembung udara. Yakinkan untuk selalu menampung fuel yang keluar dari air vent dengan menggunakan wadah dan buanglah di tempat yang telah ditentukan.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

Sama seperti untuk lubrication system, perawatan yang baik untuk cooling system sangat penting untuk mendapatkan usia engine yang optimal. Kerusakan pada engine paling banyak disebabkan masalah pada cooling system. Radiator berfungsi sebagai reservoir dan heat exchanger untuk engine coolant. 320 Hydraulic Excavator menggunakan conventional radiator yang dilengkapi dengan overflow bottle. Jangan pernah membuka pressurized cap (panah) pada saat engine masih panas.

Pada saat operating temperature engine coolant berada dalam kondisi panas dan bertekanan. Radiator dan semua saluran yang menuju heater ataupun engine mengandung air atau uap panas yang apabila tersentuh akan mengakibatkan luka bakar.

Uap panas dapat menyebabkan cidera parah. Pemeriksaan level pada engine coolant hanya boleh dilakukan pada saat engine mati dan filler cap telah cukup dingin untuk disentuh dengan tangan. Longgarkan cooling system filler cap untuk mengeluarkan tekanan secara perlahan.

Cooling system conditioner mengandung zat alkalis yang juga dapat menyebabkan cidera. Hindari kontak langsung dengan kulit, mata dan jangan sampai terminum. Dinginkan terlebih dahulu cooling system sebelum di drain. Saat megosongkan cooling system, tampung coolant yang keluar dengan wadah dan buang coolant di tempat yang aman bagi lingkungan sekitar.

overflow tank 320D

Botol radiator overflow menampung engine coolant saat suhu engine melebihi titik didih coolant. Garis pada botol menunjukan apakah coolant dalam kondisi penuh atau membutuhkan penambahan.

belt waterpump 320D

Belt dan pulley menggerakan centrifugaltype water pump (panah) and fanWater pump mengalirkan coolant ke seluruh bagian engine.

temperatur regulator 320D

Saat suhu coolant dibawah 71 ± 2° C (160 ± 3.6° F), coolant temperature regulator (panah) mencegah coolant mengalir menuju radiator.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta