Category: spare part excavator kendari

on
Pada pekerjaan quarry material atau pekerjaan pengupasan tanah keras yang tidak dapat digunakan bulldozer, maka material yang akan digali perlu digemburkan terlebih dahulu dengan cara blasting. Disini alat berat Surface drill diperlukan untuk mempermudah pekerjaan. Berikut adalah penjelasannya.

Fungsi Surface drill

Surface drill adalah alat yang digunakan untuk keperluan proses blasting (peledakan) yang tujuannya membuat lubang bor, terutama digunakan pada material untuk batuan keras dan cadas, guna membuat lubang pengisian bahan peledak.
Mesin ini digerakkan oleh air compressor dan ada juga yang digerakkan mesin diesel dengan sistem hydraulic titik-titik pengeboran ditentukan berdasarkan perencanaan metode kerja blasting.
Biasanya alat ini digunakan untuk pekerjaan Road construction, dam work, open area drilling, mining, quarrying operations, tunneling dan pekerjaan pengeboran lainnya.

Spesifikasi Teknis

Fungsi Alat Berat Surface drill
  1. Net Power [HP] 275 – 385
  2. Air Compressor [m 3 /min] 9.6-16
  3. Operating Weight [kg] 5,000 – 21,500
  4. Hole Diameter [mm] 65 – 152
  5. Max Depth [m] 14 – 33

 

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353

on
compactor landfill merupakan variasi pada prinsip loader beroda dan dilengkapi dengan drive hidrostatik dan struktur bingkai tertutup. Berikut adalah penjelasannya.
Fungsi Alat Berat Landfill Compactor

Fungsi Landfill Compactor

Landfill Compactor telah dirancang untuk secara efisien mencapai kepadatan tertentu pada tanah kohesif dan semi kohesif dengan fungsi tamping compactor dengan berat operasi dari 21 ton – 24 ton yang sangat ideal untuk proyek-proyek besar.
Landfill Compactor dapat berfungsi untuk spreading tanah dari buangan dump truk dan langsung dapat dipadatkan dengan beratnya sendiri, seperti fungsi pada static roller dengan kapasitas produksi rata-rata mencapai 800 kubik meter per jam.

Aplikasi alat Landfill Compactor

  • Penyiapan lahan;
  • Embankment bendung Tanah;
  • Perbaikan Sub Grade pada jalan;
  • Pekerjaan Spreading + Compacting.

 

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353

on
Crushing and screening plant adalah merupakan alat untuk memecah batu yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini digerakkan dengan tenaga listrik yang memerlukan Genset atau Listrik PLN. Mesin dapat memecah beberapa jenis batu mulai dari yang sedang sampai yang keras. Ukuran batu yang dapat dipecah oleh Jaw Crusher, type sedang mempuyai ukuran diameter sekitar 30 s/d 60 cm untuk jenis crushing portable dan dapat menghasilkan batu belah dengan ukuran yang kita inginkan untuk pekerjaan jalan atau untuk pekerjaan concreting.

Fungsi Crushing and Screening Plants (stationary)
Contoh Ukuran hasil crushing yang paling umum, adalah :
  1. 0 mm – 5 mm ——— pasir
  2. 5 mm – 10 mm ——— split
  3. 10 mm – 20 mm ——— split
  4. 20 mm – 40 mm ——— split
Crushing plant yang terbanyak dipakai pada pekerjaan konstruksi dengan kapasitas : 30-150 ton/jam.

Metode Kerja

Metode Kerja Crushing and Screening Plants (stationary)
Unit Crushing and Screening plant (pemecah batu) pada gambar metode kerja, diatas menunjukan proses pembuatan 4 jenis kerikil dari batu belah sampai split siap pakai.

(1) Bak penampung batu yang akan di pecah (feed hopper) di isi batu belah.
(2) Dibawah bak penampung batu yang akan dipecah adalah mesin pengumpan material (material feeder). Dengan mesin pengumpan material ini, batu belah dari feed hopper masuk ke mesin pemecah pertama.

(3) Mesin pemecah pertama (primary crusher) mempergunakan mesin pemecah sistem rahang (jawcrusher). Kerikil yang keluar dari mesin pemecah pertama ini ukuran yang paling banyak dipilih adalah 0-75 sampai 0-150mm seluruh kerikil 0-75 sampai 0-150mm ini disalurkan kemesin penyaring batu bergetar (vibrating screen).

(4) via 1 (satu) buah ban berjalan (belt conveyor), dari mesin penyaring kerikil (4) ini menghasilkan 4 ukuran kerikil via 4 buah ban berjalan (belt conveyor).

(5-5C) yang paling umum adalah ukuran 0-5mm, 5-10mm, 10-20mm dan 20-30/40mm. Ukuran kerikil yang melebihi 30/40mm disalurkan kebagian mesin pemecah kedua via belt conveyor, jenis mesin pemecah kedua ini, yang umum adalah type Fine Jaw Crusher, Cone Crusher dan Impact Crusher.
(6 dan 7) masing-masing type mesin pemecah kedua mempunyai keunggulan tersendiri. Dari mesin pemecah kedua ini hasil produksinya disalurkan kembali ke mesin penyaring kerikil/vibrating screen (4) melalui ban berjalan.

Demikianlah metode kerja 1 unit mesin pemecah batu secara ringkas.

Referensi Konfigurasi Chrushing Plant KYC

Referensi Konfigurasi Chrushing Plant KYC

Keterangan Gambar :

  1. Grizzly Feeder;
  2. Jaw Crusher;
  3. Joint Conveyor;
  4. Joint Conveyor
  5. Vibrating Screen;
  6. Cone Crusher;
  7. Return Conveyor.
  8. Return Conveyor
  9. Product Conveyor
  10. Generator Set.

 

spare part excavator jakarta, spare part alat berat morowali, spare part excavator morowali, spare part excavator kendari, Injector E320d 3264700, 6754-11-3011 injector pc200-8 0445120231, 60100000 Volvo EC210B ECU, Injector sh210-5 8982843930, Injector SK200-8 KOBELCO 970950006353

on
Pengertian Asphalt Mixing Plant Atau yang biasa disingkat AMP Merupakan sebuah mesin produksi aspal beton (hot mix) yang terdiri dari rangkaian komponen alat-alat/mesin untuk memproses material batuan (aggregate) pasir dan asphalt menjadi produk hot mix yang bervariasi jenisnya, sesuai job mix, dengan desain sesuai kebutuhan dari jenis pekerjaan pengerasan jalan.

Pada proses mixing agregat berupa pasir, batu setelah melalui proses pemanasan dan penimbangan dengan campuran tertentu, untuk kemudian di campur aspal sampai dihasilkan hot mix atau aspal beton yang siap di muat ke dalam dump truck, untuk selanjutnya dikirim ke lapangan.

Fungsi Asphalt Mixing Plants

Metode Kerja Asphalt Mixing Plants

AMP (Asphalt Mixing Plant) apabila dilihat dari mobilitasnya, pada umumnya dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu :
  1. AMP yang permanen, dengan beberapa jenis cara produksinya;
  2. AMP yang portable (mudah dipindah- pindah) dan dapat dipasang di dekat lokasi proyek untuk menghasilkan campuran asphalt.

AMP Jika dilihat dari jenis produksinya maka secara umum AMP dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :

  1. AMP tipe batch (timbangan;)
  2. AMP tipe menerus (continous);
  3. AMP Tipe drum-mix. al.

Komponen Alat Asphalt Mixing Plants

  1. Aggregate supply unit atau Bin Agregat Dingin (Cold Aggregate Feeder);
  2. Unit Screen atau ayakan (Screening Unit);
  3. Hot Bin atau Bin Agregat (Graded Aggregate Bins);
  4. Mixer atau Pugmill;
  5. Unit Pengontrol Aspal (Asphalt Cement Control Unit;)
  6. Unit Burner;
  7. Dryer atau Unit Pengering;
  8. Dry Dust Collector;
  9. Dust Colector Wet Cyclone;
  10. Unit Asphalt supply;
  11. Hot-Oil Heater.
Pada unit ayakan AMP tipe batch dan continous, agregat panas yang dibawa oleh bucket elevator dikirim ke unit ayakan untuk selanjutnya disaring dan dipisahkan ke dalam ukuran-ukuran yang diminta dan sisa berbagai ukuran tersebut dikirim ke dalam bin penampung agregat bergradasi. Kebanyakan AMP memakai ayakan tipe datar dengan sistem penggetar, yang biasanya terdiri dan 4 (empat) dek. Ukuran dari ayakan pada tiap dek tergantung dari agregat yang ingin dihasilkan. Bagian atas dan dek ditutup oleh ayakan “scalping” yang akan menggerakkan material oversize dan mengurangi material tersebut ke dalam pintu pembuang. Unit ayakan harus dibersihkan tiap hari dan dicek dan untuk mengantisipasi kemungkinan rusak atau robek, jika terjadi kerusakan maka ayakan tersebut harus diganti.

Mixer/Pugmill

Agregat dari hot bin setelah ditimbang, maka agregat dan aspal dicampur di dalam pencampur pugmill. Pencampur pugmill adalah suatu corong kembar pencampur yang didesain untuk mencampur material dengan sebaik-baiknya dan menyelimutkan agregat dengan aspal. Waktu pencampuran harus sesingkat mungkin untuk mendapatkan penyelimutan agregat yang seragam pada semua butir agregat. Waktu pencampuran yang berlebihan cenderung menimbulkan degradasi pada agregat dan aspal terbakar.

Setelah agregat masuk ke pugmill dan suatu periode singkat dari pengeringan campuran terjadi, akan diikuti oleh pencampuran basah setelah aspal disemprotkan ke dalam pugmill. Pencampur pugmill (Mixer) terdiri dari suatu ruang (chamber) dan poros kembar (twin shaft) untuk mencampur, dengan rotasi (counter rotating shafts) dengan kayuh atau pedal (paddles) pada ujung setiap tangkai pedal, dan batang penyemprot aspal.
Pedal dibentuk untuk menghasilkan efisiensi maksimum dalam pencampuran dan harus dalam posisi yang sedemikian rupa agar supaya ruang bebas (clearance) antara ujung (tip) pedal dan dinding ruang pencampuran kurang dari 1,5 kali ukuran maksinum agregat, karena kalau tidak, daerah sumbatan dapat bertambah sehingga material tidak tercampur dan terselimuti oleh aspal secara merata.

Unit Pengontrol Aspal (Asphalt Cement Control Unit)

Untuk mendapatkan jumlah yang tepat dari aspal dalam campuran dengan toleransi yang telah ditentukan dalam spesifikasi digunakan timbangan atau (Scales) meteran. Untuk itu jumlah aliran atau debit dari aspal yang diberikan pada pencampur harus selalu diamati. Pada AMP tipe batch terdapat tiga macam timbangan yaitu timbangan agregat, timbangan bahan halus (filler), dan timbangan aspal.

Pada AMP tipe batch, timbangan untuk agregat dikunci langsung di bawah bin agregat bergradasi. Berat dari hopper diteruskan atau ditransmisikan oleh mekanisme timbangan yang biasanya dipasang skala penunjuk tanpa pegas sehingga berat agregat dari tiap bin dan jumlahnya dalam tiap batch dapat dibaca dan dicatat. Urutan penimbangan dari tiap bin harus diamati secara cermat dan sebaiknya penimbangan fraksi agregat yang besar atau kasar didahulukan.

Jika unit AMP akan beroperasi, sebaiknya skala timbangan dibersihkan, tiap bagian dichek, dan harus dilaksanakan kalibrasi timbangan secara periodik oleh instansi yang berwenang. AMP sebaiknya menggunakan sistem kontrol yang otomatis untuk mendapatkan pencampuran dengan proporsi yang benar.