Category: spare part excavator morowali

on

Dalam artikel ini, kami memaparkan dasar-dasar peringkat Duty Class dan cara mengidentifikasi peringkat Duty Class yang tepat untuk aplikasi Hoist anda. 

·         DUTY CLASSIFICATION TYPES

Saat pembuat crane menghitung duty cycle untuk aplikasi Anda, mereka melakukannya menggunakan sistem klasifikasi FEM, ASME, dan CMAA. Klasifikasi FEM terutama digunakan di Eropa dan merupakan standar hoist, trolley and bridge duty motion. Di Amerika Utara, pembuat crane menggunakan klasifikasi ASME untuk menyediakan standar duty cycle untuk hoist dan standar CMAA untuk duty cycle trolley dan bridge. Masing-masing standar berikut dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi manufaktur, pembeli, atau pengguna saat menentukan duty cycles.

·          Standar FEM

Standar FEM dibuat oleh European Material Handling Society dan berlaku untuk fungsi mekanis hoist, trolleys and bridges with typical metric capacities. Menurut standar FEM 9.511, aplikasi Duty Class Hoist  ditentukan oleh spektrum beban dan waktu pengoperasian harian.

Klasifikasi FEM yang paling sesuai untuk aplikasi Anda ditentukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi spektrum beban yang sesuai. Hoist dibagi menjadi empat kategori berdasarkan spektrum beban: ringan, sedang, berat dan sangat berat.

Setelah spektrum beban ditentukan, waktu operasi harian yang diharapkan dari peralatan dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

  • H = average hoisting height (m)
  • N = hoisting cycles per hour
  • T = daily working time (hrs.)
  • V = hoisting speed (m/min)

Setelah spektrum beban dan waktu operasi harian diidentifikasi, tabel di bawah ini mengidentifikasi klasifikasi yang sesuai. Persamaan ini juga berfungsi sebagai titik awal untuk menghitung Masa Kerja Aman peralatan Anda.

Berikut grafik Konversi FEM  :

Menentukan Peringkat Duty Class Hoist adalah sangat penting untuk keberlangsungan

Hoist jangka Panjang.  Duty Class  adalah salah satu dari lima pertanyaan teratas yang harus Anda tanyakan kepada pembuat atau penjual hoist sebelum melanjutkan pembelian. Klasifikasi Duty Class sangat teknis dan spesifik. ada baiknya berkonsultasi dengan orang yang profesional berpengalaman tentang Duty Class.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Jib crane merupakan jenis crane dimana anggota horizontal (jib atau boom) mendukung pergerakan jalur hoist tetap ke dinding atau tiang lantai mount. Crane jib juga merupakan bagian dari tower crane panjang yang dapat berputar secara horizontal sampai 360 °(tergantung jenis post jib atau wall jib). Selain itu, jenis crane juga cocok ditempatkan di area workstation yang memungkinkan pengangkatan berulang kali seperti wilayah pergudangan, dermaga, konstruksi bangunan dan perbengkelan. Jenis crane ini juga mampu memindahkan benda dengan berat 30 pon hingga 100 ton dari titik satu ketitik yang lain.

Jenis Jib Crane

Jib crane merupakan jenis crane yang menggunakan tiang independen sehingga dapat di instal di dalam ruangan (indoor) maupun diluar ruangan (outdoor). Oleh karena itu jenis crane ini terbagi menjadi dua :

Post jib

Crane jenis post jib memiliki karakteristik tiang independent, pergerakan swing sampai dengan 360º, loading kapasitas antara 0,5 – 20 ton, panjang jib antara 2 – 10 meter, dapat mengangkat beban dengan ketinggian antara 3 – 10 meter dan pergerakan swing menggunakan motor atau manual

Wall Jib

Untuk jenis wall jib memiliki karakteristik runway dipasang pada tiang bangunan atau pada dinding, loading kapasitas antara 0,5 – 5 ton, panjang jib antara 2 – 10 meter, pergerakan swing sampai dengan 180º dan pergerakan swingnya menggunakan motor atau manual.

Cara Kerja Jib Crane

Bagian motor penggerak akan menggerakkan atau memutar drum penggulung yang terbuat dari baja untuk menarik atau menggulung kabel baja. Selanjutnya, drum penggulung tersebut akan dihubungkan dengan puli dan dipasang kait yang berfungsi menaruh barang yang ingin dipindahkan. Apabila kita ingin melakukan pengangkatan maupun pemindahan barang tinggal menghidupkan motor penggerak untuk memutar drum penggulung kabel baja.

Selanjutnya untuk mekanisme kerja perjalanan atau travelling mechanisms: Untuk memanfaatkan jib crane melakukan tugas pejalanan,drum penggulung kabel baja akan berjalan dan bekerja menarik kabel baja yang dihubungkan dengan sistem puli. Kemudian ujung kabel tersebut akan disambungkan dengan trolley yang bisa bekerja sepanjang lengan pengangkat.

Lalu untuk mekanisme pemutar atau slewing mechanisme: Motor akan menggerakan gear dengan lintasan gear berukuran besar dan bertumpu pada pilar untuk bisa menggerakan ke kiri dan kekanan. Untuk mengatur gerakan jib crane tetap stabil dan aman dalam pilar terdapat terdapat poros untuk penumpu beam pada pilar. Selain itu untuk mengunci antara pilar dan beam akan ditambahkan poros yang lebih besar dalam pilar serta dikunci dengan pasak. Jika kita ingin mengoperasikannya tinggal menghidupkan motor penggerak kemudian gigi roda akan memutar.

Struktur Jib Crane

Crane jenis ini memiliki struktur umum seperti:

  1. Pilar yang merupakan bagian crane yang dapat berfungsi membantu jib crane untuk menahan beban. Memiliki dimensi antara 400 x 200 x 8 mm (tergantung ukuran dari jenis jib crane),
  2. Shaft bracket merupakan tempat bantalan poros yang berfungsi sebagai penyangga poros,
  3. Jib atau span merupakan lengan crane yang terdiri dari elemen-elemen besi dan tersusun sistematis dalam batang.
  4. Bottom bagian dari crane yang berfungsi untuk memperkuat pilar saat berdiri independent. Memiliki dimensi antara 550 x 350 x 12(tergantung dari ukuran crane jib).

Analisis Penghitungan Rangkaian Jib Crane

Untuk analisis dalam penghitungan struktur crane jenis ini adalah penghitungan kerangka jib, tegangan bengkok jib, defleksi maksimum H-beam, poros pejal dengan menggunakan beban murni dan sambungan.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Kebutuhan pengangkutan objek dalam sebuah industri terbantu oleh adanya alat hoist crane. Crane hoist adalah sebuah rangkaian yang terpasang di atas atau di dinding pabrik. Pemasangan tersebut tergantung pada jenis yang dipilih.

Hoist crane gabungan antara mesin hoist dan crane. Dua bagan tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Bagi anda yang ingin memasang hoist crane, pastikan bahwa anda mengetahui informasi berikut.

Hoist 

1. Hoist adalah

Hoist adalah kerekan yang berisi pengait dan mesin untuk mengangkat dan memindahkan sesuatu. Terdapat dua jenis hoist yaitu chain hoist dan wire rope. Perbedaan tersebut terletak pada bahan apa yang digunakan untuk mengangkat beban. Chain hoist menggunakan rantai sebagai alat pengangkat dan wire rope menggunakan tali kawat.

2. Cara Kerja Hoist Crane

Pengoperasian hoist dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan listrik (electric hoist). Industri yang memiliki listrik terbatas disarankan untuk memakai manual hoist, karena jenis ini tidak membutuhkan listrik dalam pengoperasiannya. Sedangkan electric hoist memiliki kontrol kerja yang lebih praktis dengan remote.

Bagian mesin hoist memiliki roda yang bergerak di bidang balok yang bernama girder crane. Kemudian hoist dapat bergeser ke arah kanan atau kiri namun tetap dalam lintasan girder. Sedangkan untuk bagian tali kawat atau rantai dapat diatur “naik” untuk mengangkat barang atau “turun” untuk meletakkan.

3. Perawatan Hoist Crane

Hoist yang baik dan penggunaan yang tepat akan membuat alat tersebut awet dan tidak mudah rusak. Tetapi perlu dilakukan perawatan dan pengecekan mesin setiap 6 bulan sekali untuk memastikan hoist bekerja dengan benar dan tidak terdapat masalah teknis.

Jika hoist telah rusak, anda bisa menggantinya menggunakan hoist yang baru tanpa harus membeli crane. Karena bagian hoist dapat dibeli secara satuan untuk menggantikan yang telah rusak.

Crane

1. Crane adalah

Crane adalah bagian derek sebagai lintasan hoist untuk bergerak ke kanan dan kiri. Terdapat bagian dimana hoist terpasang dan bisa diganti untuk diperbarui.

Jenis crane cukup banyak, diantaranya tower crane, jib crane, gantry crane dan sebagainya.

2. Jenis-jenis Crane

Untuk penggunaan hoist crane dalam industri, anda dapat memilih EOT crane yang lebih fleksibel dan tepat untuk indoor. Sedangkan untuk penggunaan luar ruangan dapat menggunakan gantry crane yang dilengkapi roda seperti ban mobil.

Pada kebutuhan tertentu, sebuah industri dapat meminta crane dengan spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan bentuk dan jenis produk apa yang dihasilkan perusahaan tersebut. Crane jenis ini disebut dengan custom crane, beberapa merk hoist crane terkenal seperti CMAK dan GH menyediakan jenis crane satu ini.

Tahap produksi dalam sebuah industri tentunya perlu alat yang mengefisiensikan proses agar pekerjaan akan semakin mudah terselesaikan dengan baik. Untuk sebuah pabrik alat berat dan objek besar seperti industri aeronautika dapat dipastikan akan membutuhkan mesin hoist crane untuk memindahkan komponen dan merangkainya menjadi sebuah kesatuan.

Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan hoist crane, kini anda bisa menyesuaikan kembali kebutuhan industri dengan hoist crane mana yang sekiranya cocok digunakan. Selain dengan memilih hoist crane yang tepat, perawatan dan pemeliharaan tentunya dibutuhkan agar masa penggunaan hoist crane menjadi lebih awet.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Hoist crane adalah sebuah alat angkut – pindah yang penting dalam kehidupan industri dan alat berat. Tak hanya digunakan untuk konstruksi dan pabrik, hoist crane juga dapat diaplikasikan pada industri aeronautika.

Sekilas tentang industri aeronautika, perusahaan ini bergerak di bidang ilmu penerbangan. Produk yang dihasilkan diantaranya seperti bagian pesawat serta merangkainya sehingga menjadi sebuah pesawat yang sempurna.

Tidak semua jenis dan tipe hoist crane bisa digunakan pada industri aeronautika. Kali ini, kami akan memberikan beberapa jenis hoist crane untuk industri aeronautika. Disetiap jenis kami sertakan penjelasan mengenai hoist crane tersebut.

Double Girder Multipoint Hanging Cranes

Mesin dengan kapasitas daya angkat hingga 20 ton ini menggunakan roller tipe horizontal(horizontal rollers). Dilengkapi bagian closed encoder loop yang membantu mengoreksi efek penyebrangan dan persilangan. Crane jenis ini dapat melakukan 4 pergerakan yaitu, lifting (pengangkatan barang), cross traveling 1, cross traveling 2, dan long travelling. Bagian ujung carriage dilengkapi dengan pin yang menghindari static forces. Serta, terminal remote control disempurnakan dengan fitur inching untuk manuver yang lebih tepat.

Maintenance platform cranes

Lengan telescopic untuk memudahkan tugas. Terminal remote control pada crane ini juga telah dilengkapi dengan fitur inching.

Installation transfer line

Dapat di kontrol dengan modul PLC Ethernet. Komunikasi menggunakan teknologi Wifi dan remote control melalui access point untuk kontrol. Mesin ini dilengkapi dengan fitur cranes weighing control untuk memastikan maksimum load di setiap crane.

Single Girder 2 Points

Sebuah crane single girder mampu mengangkat beban hingga 20 ton. Single girder 2 Points menggunakan rollers tipe horizontal dengan closed loop encoder pada ujung untuk membantu mengurangi efek dari perpindahan atau perpotongan. Spesifikasi lainnya, alat ini dilengkapi terminal remote control dengan fitur inching untuk manuver.

Transfer unit detail

Dilengkapi teknologi sensor yang bisa mendeteksi saat pintu tertutup. Saat terjadi perpindahan manuver, kecepatan akan berkurang sehingga lebih aman.

Single Girder Multipoint Hanging Cranes

Kapasitas angkut crane ini dapat mencapai 20 ton. Menggunakan model horizontal rollers dan close loop encoders untuk mengurangi efek crossing. Spesifikasi lainnya, alat ini dilengkapi terminal remote control dengan fitur inching untuk manuver.

3 Tipe Instalasi Industri Aeronautika

Hoist crane di atas tergolong dalam 3 tipe instalasi (kegiatan produksi) pada Industri Aeronautika. Berikut penjelasannya :

1. Parts manufacturing

Proses parts manufacturing adalah bagian proses produksi bagian-bagian pesawat.

2. Plane Assembly

Untuk menjadi pesawat yang utuh, bagian-bagian pesawat dirangkai menjadi satu kesatuan. Pada proses ini terjadi pemindahan dan pengangkatan bagian pesawat.

3. Planes maintenance

Tahap ini merupakan tahap setelah pesawat dirangkai yaitu maintenance atau pemeliharaan.

Keuntungan menggunakan hoist crane

1. Semi automatic dan fully automatic crane

Sistem semakin mudah dan mempersingkat cycles kerja.

2. Multipoint hanging crane

Penggunaan single dan double girder dalam rangkaian beam atau rail.

3. Transfer cranes

Komunikasi izin menggunakan wifi sehingga proses lebih aman dan andal.

4. Vast range of speeds available

Kecepatan angkut hingga 15 m/min dan kecepatan berpindah hingga 100-120 m/min.

Sangat cocok untuk digunakan pada hanggar yang luas dan berjauhan.

5. Synchronization in hoisting

Closed loop encoder mengurangi terpelesetnya muatan serta memastikan muatan aman.

6. Overload electronic device as standard

  • Mengangkut perangkat muatan dan black box
  • Kontrol Safety Working Period (SWF)
  • Aktivasi alarm untuk tindakan preventif
  • Kendali suhu pada lifting motor
  • Gerak perpindahan yang smooth

7. Friendly Use

Remote control dilengkapi display berisikan data dan informasi dari black box dengan tampilan yang ergonomis.

8. Zone restriction

Wilayah aman untuk mengurangi trouble karena human errors, kerusakan mesin dan peralatan, serta meminimalisir resiko kecelakaan kerja.

9. Regenerative inverter controls

Menyimpan hingga 5% energi.

Industri aeronautika membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam proses produksi. Untuk memudahkan kerja tersebut, penggunaan hoist dan crane sangat penting.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta