Category: spare part excavator morowali

on

Dalam berbagai pekerjaan konstruksi, peranan excavator sangat vital. Excavator tidak saja terlihat di banyak pekerjaan, namun seringkali excavator juga menjadi alat berat satu-satunya yang ada di pekerjaan itu. Fleksibilitas excavator menjadi alasan utama mengapa excavator menjadi alat berat yang disukai di bidang konstruksi.

Berbicara tentang berbagai pekerjaan di bidang konstruksi, salah satu ukuran yang dijadikan patokan dalam menentukan pilihan pada satu merek excavator adalah kehandalan. Kehandalan suatu excavator bisa terlihat dari kemampuan excavator tersebut mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus tanpa mengalami kendala berarti. Bayangkan bila dalam suatu proyek yang sangat vital dan dibatasi dengan waktu yang terbatas, excavator-excavator yang digunakan sering mengalami kerusakan.

Perbaikan yang dilakukan pun tidak mudah karena desain dari excavator tersebut cukup menyulitkan untuk melakukan perbaikan dan mekanik-mekanik pun kurang familiar dengan excavator tersebut, spare partnya sulit didapat dan mahal harganya. Alih-alih pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, akhirnya malah proyek tersebut terancam mengalami kerugian.

Sebagai pabrikan alat berat No.6 di dunia, Zoomlion sebagai pabrikan excavator asal negeri Tirai Bambu menyadari sekali kunci utama dari sebuah excavator adalah kehandalannya. Mengeluarkan 6 model excavatornya, ZE210E, ZE230E, ZE260E, ZE360E, ZE700ESP, ZE1250ESP, Zoomlion berfokus pada kehandalan dari produk-produknya.

Sebagai contoh, pada kelas 20 ton dengan ZE210E-nya, Zoomlion melengkapi unit alat berat ini dengan engine Cummins 6BT 5.9C 150 Hp yang terkenal efisien dan handal. Yang perlu dicatat, engine Cummins ini merupakan engine Cummins yang diproduksi di Inggris, atau yang dikenal di kalangan bisnis alat berat sebagai Cummins UK. Ketimbang menggunakan sistem common rail yang di banyak tempat di Indonesia menjadi problem karena kualitas bahan bakar yang kurang baik, Zoomlion ZE210E menggunakan sistem pembakaran manual dengan menggunakan injektor. Sistem pembakaran manual yang dianggap boros bahan bakar dieliminasi dengan pengaturan aliran oli hidraulik yang diatur secara otomatis dengan aktuator, sehingga volume oli yang digunakan untuk menggerakkan berbagai fungsi excavator bisa optimal, tidak kurang dan tidak berlebihan.

 

Akhirnya dengan pengaturan sistem hidraulik yang optimal konsumsi bahan bakar pun bisa dihemat. Dalam prakteknya, pada pekerjaan-pekerjaan yang termasuk kategori ‘moderate’ alias sedang, ZE210E mampu beroperasi dengan baik dengan konsumsi bahan bakar berkisar 17-18 liter per jam.

Kemampuan yang handal biasanya dihubungkan dengan harga yang mahal. Namun sekali lagi Zoomlion sangat memahami kebutuhan customer-customernya. Harga produk-produk Zoomlion bisa dikatakan sangat kompetitif dibanding harga-harga excavator sejenis yang diproduksi oleh merek-merek lain. Kisaran harga excavator Zoomlion lebih murah 15-25% dibandingkan merek-merek lain.

Untuk product support-nya, Zoomlion yang di Indonesia memiliki perwakilan melalui PT. Zoomlion Indonesia menunjuk beberapa dealernya. Support disamping dilakukan oleh engineer dari PT. Zoomlion Indonesia sendiri yang bertugas memberikan pendampingan kepada mekanik-mekanik dari dealer, juga dilakukan oleh mekanik-mekanik dealer secara langsung. Mekanik-mekanik ini merupakan mekanik-mekanik berpengalaman yang telah mendapat pelatihan dari Zoomlion.

Sementara untuk spare part, item-item spare part fast moving tersedia pada dealer-dealer, sementara item-item yang termasuk kategori slow moving Zoomlion menganut sistem distribusi langsung dari pabriknya di Tiongkok. Namun jangan kuatir, sekalipun dikirimkan dari Tiongkok, ketersediaan spare part membutuhkan waktu hanya sekitar 2 minggu saja sampai tersedia di Jakarta (dalam kondisi tidak ada masalah dalam transportasi maupun clearance-nya.

on

Separuh dari biaya maintenance dari alat berat seperti excavator, bulldozer atau crawler crane digunakan untuk pemeliharaan komponen track seperti travel motor, tracklink, trackshoe, roller, idler. Hal ini tidak mengherankan, karena komponen track terbuat dari besi yang saling bergesekan satu dengan yang lain setiap saat. Komponen-komponen ini juga harus menanggung beban dari unit alat beratnya ditambah beban yang diangkatnya.

Pengoperasian alat berat yang tidak sesuai dengan penggunaannya, cara pengoperasian yang kasar, sering berpindah-pindah lokasi yang berjauhan dengan kecepatan di atas standar yang diizinkan, dapat mempercepat keausan komponen-komponen track, bahkan tidak mustahil kerusakan fatal akan timbul yang mengakibatkan biaya maintenance membengkak.

Untuk itu, anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jangan melebihi kecepatan maksimum yang diizinkan pabrik.

Pada umumnya kecepatan maksimum alat berat yang menggunakan track berkisar 20 km/jam. Pengoperasian yang melebihi kecepatan yang disarankan ini akan menyebabkan part-part dari komponen track akan saling bergesekan dengan keras, dan akan timbul tegangan tarik dan tekan yang akan menimbulkan kelelahan material (fatigue) yang menjadi awal dari kerusakan.

Untuk mengatasinya, perencanaan kerja yang baik sehingga alat berat tidak perlu berpindah lokasi terlalu sering ditambah dengan pengontrolan yang baik, dapat mencegah kerusakan dini.

2. Hindari membelokkan alat berat secara mendadak.

Pengoperasian alat berat seringkali mengharuskan operator untuk memutar atau membelokkan alat berat menuju suatu lokasi. Jangan membelokkan alat berat terlalu sering, jika terpaksa harus dilakukan, gerakkan alat berat dengan kecepatan rendah dan ambil sudut belokan yang tidak terlalu besar, sehingga alat berat akan berbelok secara perlahan.

Hindari berbelok dengan menggunakan satu sisi dari track saja. Kondisi seperti ini sering dilakukan oleh operator excavator untuk mempercepat putaran.

3. Selalu menggerakkan alat berat sesuai arah track.

Setiap pabrikan alat berat telah mendisain alat berat untuk dapat berpindah secara aman dan membuat alat berat dapat bertahan lama. Untuk alat berat yang menggunakan track, ada penunjuk dari arah depan dan belakang track, sebagai pedoman adalah posisi dari travel motor. Travel motor didisain untuk melakukan gaya tarikan terhadap semua bagian dari komponen track.

Memindahkan alat berat dengan posisi travel motor di belakang akan menyebabkan travel motor melakukan gaya dorongan. Pengoperasian dengan posisi travel motor di belakang, dimungkinkan hanya pada kondisi-kondisi tertentu dalam waktu yang tidak lama. Contohnya saat menaikkan atau menurunkan alat berat dari truk pengangkut.

4. Hindari track mengalami selip.

Saat beroperasi di area yang labil, misalnya alat berat berpindah di tanah yang lunak atau area berbatuan, alat berat dapat mengalami selip. Bila terjadi keadaan seperti ini, jangan paksakan alat berat untuk menggerakkan tracknya terus menerus. Segera hentikan alat dan cari alternatif lain untuk memindahkan alat berat itu dengan cara yang lebih aman.

Bila memungkinkan, lakukan pengerasan di jalur yang dilintasi track, atau tarik alat berat dengan sling. Namun jika kondisinya tidak memungkinkan, lakukan upaya darurat yang bisa dilakukan oleh alat tersebut. Hal ini dimungkinkan bagi excavator dengan menggunakan boom dan arm dari excavator tersebut.

Angkat excavator dengan bertumpu pada boom dan armnya, sehingga track yang mengalami selip dapat terangkat. Gerakkan track yang tidak mengalami selip secara perlahan, sehingga excavator terlepas dari area tersebut. Pada beberapa kasus, membungkus track shoe dengan rantai dapat menjadi solusi.

5. Selalu menjaga kebersihan dari komponen track

Pengoperasian alat berat di daerah yang ekstrim seperti daerah yang berlumpur dan berbatu-batu, akan menyebabkan komponen dipenuhi material lumpur dan batu. Hal ini dapat menyebabkan gesekan antara part di komponen track menjadi terhambat dan bergesekan dengan material-material pengotor.

Gesekan ini dapat menyebabkan keausan dari komponen track. Selalu lakukan pembersihan komponen track dari material pengotor, terutama bila alat berat akan berpindah.

on

Menjadi seorang mekanik alat berat bukanlah satu pekerjaan yang mudah. Ada banyak tanggung jawab yang ditanggung di dalamnya. Seorang mekanik tidak hanya bertanggung jawab untuk memperbaiki dan merawat alat berat saja, namun juga memahami segala suatu tentang alat berat dan spare partnya. Misalnya ia harus bisa membedakan mana spare part alat berat Komatsu yang asli dan mana yang palsu. Kemampuan ini tentu saja tidak bisa didapat begitu saja, perlu pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.

Lalu bagaimana cara menjadi seorang mekanik alat berat yang andal? Berikut beberapa hal penting yang bisa membantu.

1.Pendidikan dan pelatihan

Di Indonesia sendiri sampai saat ini memang belum ada jurusan khusus untuk mekanik alat berat. Namun, banyak lembaga-lembaga pelatihan yang membuka kelas khusus untuk mekanik alat berat yang dibuka untuk lulusan SMU/SMK atau kalangan umum. Pelatihan ini biasanya berlangsung selama 1 – 1,5 bulan secara insentif, dan sudah dilengkapi dengan sertfikat yang akan diberikan pada akhir pelatihan. Perlu diingat, jangan asal memilih lembaga pelatihan, pastikan untuk memilih lembaga pelatihan yang terpercaya dan memiliki nama serta kredibilitas yang baik. Selain agar biaya yang digunakan untuk pelatihan ini tidak sia-sia serta ilmu yang didapat tepat, perusahaan juga tentunya akan merasa lebih aman dengan calon mekanik yang memiliki sertifikat kemampuan mekanik yang berasal dari satu lembaga yang sudah terpecaya dibandingkan lainnya.

2. Kondisi fisik prima

Dalam pekerjaannya, kadang seorang mekanik harus memperbaiki bagian dari alat berat dengan posisi yang tidak biasa dan nyaman. Ditambah lagi, tempat pekerjaan atau perbaikan alat berat pun tidak selama berada di dalam ruangan. Bila kerusakan terjadi di tengah proyek pembangunan jalanan misalnya, berarti seorang mekanik harus memperbaiki alat berat di tempat terbuka, panas, dan berisik. Oleh sebab itulah, selain kemampuan yang andal, seorang mekanik juga harus memiliki kondisi fisik yang prima.

3. Memahami dan menguasai lingkungan pekerjaan

Untuk menjadi mekanik yang andal, keahlian saja tidak cukup. Seorang mekanik harus dapat memahami dan menguasai lingkungan pekerjaannya. Seperti diketahui sebelumnya lingkungan pekerjaan mekanik alat berat tidaklah mudah dan penuh dengan potensi bahaya. Pemahaman dan penguasaan terhadap lingkungan alat berat inilah yang dapat menghindari diri dari bahaya dan menyelamatkan nyawa. Misalnya saja dengan selalu menggunakan perlengkapan pengamanan pribadi atau personal protective equipment (PPE) selama bekerja di lapangan.

on

Seperti suku cadang otomotif lainnya, spare part alat berat juga memiliki umur atau life time pemakaian yang terbatas. Meski begitu, umur suku cadang tersebut berbeda-beda pada setiap alat. Ada yang harus diganti secara rutin setiap beberapa waktu namun ada juga memiliki umur panjang dan hanya perlu diganti bila terjadi kerusakan saja. Misalnya saja  spare part arm pada alat berat excavator, yang sebenarnya bisa digunakan selama mungkin tanpa perlu ada pergantian, kecuali terjadi kerusakan pada saat pemakaiannya.

Lalu faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi dan memperpendek umur dari spare part alat berat? Berikut beberapa di antaranya:

1. Bahan

Bahan pembuat spare part alat berat merupakan salah satu faktor utama yang menentukan umur pemakaiannya. Beberapa bahan lebih rentan terhadap cuaca yang menyebabkan lebih mudah rusak dan harus diganti secara berkala. Misalnya saja bahan karet yang mudah retak pada bagian permuakaan dan dalam.

2. Cara pengoperasian

Bagaimana cara kita menggunakan alat berat berpengaruh besar pada umur dari spare part. Bisa saja  satu spare part yang seharusnya berumur panjang menjadi pendek umurnya dikarenakan penggunaan yang tidak benar. Misalnya saja kesalahan pada pengoperasian atau pengaplikasian arm pada excavator bisa menyebabkan spare part tersebut rusak dan harus diganti. Padahal, arm excavator sebenarnya memiliki umur yang panjang dan tidak perlu diganti selama masa pemakaiannya.

3. Cuaca

Cuaca juga bisa menjadi penyebab umur spare part menjadi lebih pendek, misalnya saja:

  • Cahaya matahari sangat berpengaruh pada umur spare part mengandung bahan karet, kertas, dan plastik. Cahaya matahari ini dapat menyebabkan bahan-bahan tersebut menjadi kering dan lebih mudah retak.
  • Air merupakan salah satu penyebab utama karat baik pada permukaan maupun bagian dalam spare part yang mengandung bahan besi.
  • Debu mungkin terlihat tidak berbahaya, namun bila tidak dibersihkan dan dibiarkan menempel dalam waktu yang lama akan menyebabkan bercak-bercak karat pada spare part.
  • Kelembaban udara yang berlebihan, sama seperti pada debu, bila dibiarkan terlalu lama juga bisa menyebabkan bercak pada bagian spare part, terutama yang menggunakan bahan besi.

4. Cairan

  • Minyak seperti pada bahan bakar alat berat, atau minyak rem, kemudian oli, dan gemuk bisa menyebabkan kerusakan bila terkena spare part yang mengandung bahan karet, plastik, dan kertas.
  • Cairan kimia seperti pada aki dan coolant juga bisa menyebabkan korosi pada spare part terutama yang terbuat dari bahan besi, karet, plastik, dan kertas.

5. Guncangan

Guncangan berlebihan yang terjadi baik pada saat pengoperasian atau pada proses pengiriman bisa menyebabkan kerusakan, terutama pada spare part elektrik.

Meski memang ada banyak faktor yang dapat memperpendek umur spare part, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dihindari. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyimpanan dengan benar sehingga dapat menghindarkan spare part dari faktor-faktor tersebut. Selain itu, selalu lakukan pengecekan secara menyeluruh saat melakukan pembelian spare part juga memperpanjang umur pemakaiannya.