Category: spare part excavator morowali

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta
Dijelaskan tentang penggunaan beberapa alat pancang untuk pondasi dalam pada sebuah bangunan yang sering digunakan. Seperti yang kita tahu bahwa penggunaan pondasi dalam sering dilakukan pada proyek-proyek gedung dengan kondisi tanah yang kurang baik. Pondasi merupakan struktur bagian bawah yang digunakan untuk menyalurkan beban-beban bangunan ke tanah sehingga tanah mampu menopang seluruh beban bangunan. Jenis pondasi dalam ada dua yaitu Boredpile dan tiang pancang. Pada artikel ini akan dibahas tentang jenis alat pancang yang digunakan untuk memasang tiang pancang.
Alat pancang merupakan alat bantu yang digunakan untuk membantu memasukkan pondasi tiang pancang ke dalam tanah. Ada beberapa jenis alat pancang antara lain drop hammer, diesel hammer, hidraulic hammer, dan vibratory pile drive. Sedangkan untuk pondasi tiangnya biasanya terbuat dari beton, baja, atau kayu. Tiap alat pancang mempunyai kapasitas tertentu sehingga menyesuaikan dengan kebutuhan pondasi dalam. Berikut penjelasan tentang jenis alat pancang tersebut.
1. Drop Hammer
Alat pancang ini merupakan alat yang digunakan untuk memancang pondasi tiang dengan cara memukul pondasi tersebut agar menancap sempurna pada tanah. Alat pancang ini menyerupai palu yang diletakkan pada bagian atas alat. Palu ini mempunyai berat tertentu sesuai kapasitasnya untuk memberikan tekanan pada pondasi tiang. Agar kepala pondasi tiang tidak rusak akibat pukulan alat pancang, maka diberikan shock absorder. shock absorder ini terbuat dari bahan kayu.
2. Diesel Hammer
Alat pancang diesel hammer ini mempunyai kinerja yang lebih ederhana dibanding alat lainnya. Bentuk dari diesel hammer ini berupa silinder dengan piston atau ram yang berfungsi untuk menekan tiang pancang. Sesuai dengan nama alat pancang ini, diesel hammer mempunyai dua mesin diesel yang menggerakkan piston.
3. Hidraulic Hammer
Jenis alat pancang ini lebih modern dibanding dengan alat pancang lainnya karena menggunakan sistem hidraulic dalam memasukkan tiang pancang ke dalam tanah. Sistem hidraulic ini dengan prinsip tekanan pada cairan yang ada di dalam alat hidraulic. Penggunaan jenis alat ini dengancara menekan/mendorong pada kepala pondasi tiang bukan dengan dipukul. Sehingga beberapa keunggulan dari jenis alat ini adalah tidak menimbulkan suara yang bising.
4. Vibratory Pile Drive
Jenis alat pancang pondasi ini menggunakan getaran untuk memasang tiang pancang. Pada alat ini terdapat beberapa batang yang berada pada posisi horizontal. Batang ini akan berputar dengan arah yang berlawanan. Sehingga menimbulkan getaran. Tujuan menggunakan getaran pada pemancangan adalah mempermudah pondasi tiang masuk ke dalam tanah karena pondasi tiang tersebut juga ikut bergerak.
Alat pancang yang umum digunakan di proyek adalah 4 jenis alat di atas. Biasanya penggunaan alat pancang dilakukan oleh operator khusus karena tidak semua orang mempunyai keahlian dalam menggunakan alat pancang. Di dalam proyek sendiri, biasanya pekerjaan pondasi dalam diserahkan ke sub kontraktor agar mudah dalam sistem pelaksanaan proyek. Demikian artikel tentang Jenis alat pancang pondasi dalam semoga bermanfaat.

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta
Untuk membuat beberapa gedung yang tinggi atau bangunan-bangunan yang lain memiliki beban cukup berat di mana daya bantu tanahnya kurang, dibutuhkan tiang pancang untuk mengatasi daya bantu yang dibutuhkan. Oleh karena itu dibutuhkan Alat berat untuk pemancang tiang (pile driver). Lalu apa saja alat pancang tersebut?

Jenis alat berat untuk pemancang tiang Beberapa proyek itu memerlukan fondasi yang kuat untuk menyokong beban besar di atasnya. Bahan baku fondasi tiang pancang dapat dibuat dari kayu, baja, beton, atau komposit. Tiga yang disebutkan paling akhir paling sering dipakai sekarang ini.

Jenis fondasi beton bisa berbentuk precast-prestressed atau cast-in-place. Khusus untuk fondasi beton cast-in-place, yang pertama ditangani ialah lakukan pengeboran. Seterusnya langsung dilaksanakan pengecoran beton. Untuk lebih jelasnya terkait berbagai jenis alat pancang atau pemancang tiang akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

Pengertian Alat Pancang

Untuk membuat beberapa gedung yang tinggi atau bangunan-bangunan yang lain memiliki beban cukup berat di mana daya bantu tanahnya kurang, dibutuhkan tiang pancang untuk mengatasi daya bantu yang dibutuhkan. Tiang pancang tersebut ada beberapa macam, diantaranya :

  1. Pipa pancang dari baja
  2. Tiang pancang dari beton
  3. Tiang pancang beton yang baru dibikin atau dicor dalam tanah.

Untuk menempatkan tiang pancang di atas di dalam tanah dibutuhkan alat pancang.

a. Pada alat pancang pertama yakni tiang pancang yang telah maka ada dua macam alat pancang yakni :

  • alat pancang tumbuk atau Diesel Hammer,
  • alat pancang getar atau Vibrating (Vibro) Hammer, di mana getarannya dapat muncul karena listrik, atau hydraulic atau pneumatic.

b. Pada langkah pemancangan ke-2 , di mana tiang pancangnya baru dicor ke tanah, karena itu alatnya berbentuk spiral / ulir bor atau auger. Diameter dan panjang bornya bergantung pada tiang pancang yang bakal dibuat. Salah satunya contoh yang memakai langkah ini ialah jenis Franki Pile.

Pada alat pancang pertama (a) Diesel Hammer, karena itu tiang pancang akan terpasang di dalam tanah karena tumbukan yang terjadi dari Diesel Hammer yang memiliki konsep kerja mesin Diesel.

Sedang alat pancang getar atau vibro Hammer akan mendesak tiang pancang di dalam tanah karena berat alat pancang yang bergetar lumayan kuat mendesak tiang pancang. Untuk alat pancang ke-2 (b) di atas karena itu tanah dibor sama ukuran diameter tertentu dan kedalaman tertentu seperti rencana. Baru sesudah lubang usai ditangani, tiang pancangnya dicor dengan adonan beton tertentu seperti detail.

Pada pembangunan beberapa gedung yang tinggi dan lingkungan perumahan yang padat karena itu tata langkah yang ke-2 yakni yang dibor dahulu baru dicor, atau mungkin dengan vibro Hammer lebih bagus diputuskan, karena akan kurangi getaran yang bakal merusak atau menghancurkan bangunan-bangunan disekelilingnya.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta
Cara kerja excavator sebenarnya sama seperti alat berat kebanyakan. Cara kerja excavator yaitu dengan menggunakan hydraulic system. Sementara itu mesin diesel akan bekerja untuk menggerakkan pompa hidrolik untuk mensirkulasikan fluida dari tangki ke sistem dan kembali lagi ke tangki. Hal ini yang akan menyebabkan berbagai komponen pada excavator akan bekerja.
Berbagai komponen excavator akan bekerja berdasarkan pengaturan kontrol sistem hidrolik yang dilakukan oleh operator. Berbagai kontrol hidrolik tersebut akan menimbulkan berbagai gerakan pada excavator. Untuk lebih jelas mengenai cara kerja excavator yaitu:

1. Swing

Swing hidrolik akan menyebabkan excavator berputar 360 derajat tergantung kontrol dari operator. Motor diesel akan menggerakkan lever untuk membuka katup control valve. Akibatnya fluida hidrolik akan mengalir ke swing motor. Hal ini yang akan menyebabkan excavator berputar sesuai dengan kebutuhan operator.

2. Travelling Left dan Right Shoe

Selain pergerakan berputar, excavator juga harus dapat bergerak maju dan mundur sebagai mobilisasi excavator. Gerakan maju dan mundur excavator dikontrol menggunakan katup control valve. Saat katup membuka maka tenaga hidrolik yang dihasilkan oleh pompa akan diubah menjadi tenaga mekanis melalui travel motor. Travel motor akan menggerakkan sprocket untuk memutar track shoe. Hal ini yang akan menyebabkan excavator dapat berjalan maju dan mundur. Motor travel bergerak ke kiri untuk memundurkan excavator. Motor travel bergerak ke kanan untuk memajukan excavator.

3. Raise Down

Boom excavator dapat bergerak naik dan turun sesuai dengan kebutuhan operator. Lever pada cabin akan menyebabkan katup boom raise dan katup boom down yang ada pada control valve berhubungan dengan boom cylinder. Akibatnya tekanan hidrolik akan mengalir ke boom cylinder untuk mengangkat boom dan mengembalik tekanan hidrolik untuk menurunkan boom.

4. Arm In Out

Selain boom, arm berbentuk seperti engsel yang dapat digerakkan oleh arm cylinder. Lever pada cabin akan membuka dan menutup katup arm in out. Hal ini akan menyebabkan tekanan hidrolik akan menggerakkan arm cylinder untuk membuka dan menutup arm excavator sesuai dengan kebutuhan.

5. Bucket Crawl Dump

Sementara itu untuk pengaturan kerja bucket excavator sama seperti yang lain yaitu menggunakan tekanan hidrolik yang dikontrol melalui katup. Bucket dump berfungsi untuk membuka dan bucket crawl berfungsi untuk menutup. Lever pada ruang cabin akan membuka katup tersebut untuk mengatur kerja dari bucket. Saat membuka maka lever akan membuka katup bucket dump dan menutup bucket crawl. Sebaliknya saat bucket menutup maka lever akan membuka katup bucket crawl dan menutup bucket dump.

on
spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta
Untuk menunjang berbagai fungsi tersebut, maka excavator terdiri dari beberapa komponen. Setiap komponen ini memiliki fungsi dan peranan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya berikut pembahasan mengenai komponen excavator.

1. Bucket

Bucket merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi untuk sebagai alat keruk atau alat penggali. Bentuk bucket seperti keranjang yang memiliki jari-jari seperti garpu untuk mempermudah proses akskavasi atau penggalian. Namun agar excavator dapat memiliki berbagai fungsi lain, maka bucket pada excavator terdapat beberapa jenis. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan jenis bucket excavator.

  • Large bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk operasi pekerjaan ringan.
  • Narrow bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk operasi pekerjaan berat.
  • Side cutters merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk pemotongan permukaan tanah.
  • Clamshell bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk penggalian dengan arah tegak lurus.
  • Ejector bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk penggalian tanah lunak.
  • Ripper bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk penggalian tanah keras atau berbatu.
  • Slope finishing bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk pembuatan atau finishing slop.
  • Trapezzoid bucket merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk pembuatan irigasi atau drainase.
  • Single shank ripper merupakan salah satu jenis bucket yang berfungsi untuk penggalian atau menghancurkan batu.

2. Bucket Cylinder

Bucket cylinder merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai power cylinder pada sistem hidrolik excavator yang berguna untuk mengontrol gerakan bucket. Dengan adanya bucket cylinder maka bucket dapat berayun sesuai dengan kontrol yang dilakukan oleh operator.

3. Arm

Arm merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai gagang atau lengan dari bucket. Dengan adanya arm maka bucket dapat menjangkau area kerja yang luas sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu pada arm sebagai tempat peletakan komponen lain seperti bucket cylinder, dan lain sebagainya.

4. Arm Cylinder

Arm cylinder merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai power cylinder yang berguna untuk mengontrol gerakan arm excavator sesuai dengan keinginan operator. Arm cylinder merupakan salah satu actuator pada sistem hidrolik excavator. Sama seperti lengan manusia, dengan adanya arm cylinder maka arm excavator dapat berayun membentuk sudut tertentu sesuai dengan kebutuhan.

5. Boom

Boom merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai gagang yang menghubungkan arm dengan excavator. Boom terbuat dari baja yang berukuran lebih besar sehingga mampu menahan beban dari arm,bucket serta beban yang dibawa oleh bucket. Selain itu boom juga berfungsi untuk menambah jarak jangkauan kerja bucket.

6. Boom Cylinder

Boom cylinder merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai power cylinder untuk menggerakkan boom cylinder naik dan turun untuk menambah jarak jangkauan bucket. Boom cylinder di kontrol oleh operator sesuai dengan kebutuhan. Untuk menambah kekuatan atau daya power cylinder, sebuah excavator dilengkapi dengan dua buah boom cylinder.

7. Track

Track merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi untuk mempermudah mobilisasi dari excavator. Track merupakan pengganti ban atau roda yang terbuat dari baja yang umumnya digunakan untuk kendaraan perang. Hal ini berguna agar excavator dapat berjalan pada kondisi jalur yang curam atau extrim. Track terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi dan peranan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan komponen track excavator.

  • Track frame merupakan salah satu komponen track yang berupa batang besi yang memiliki fungsi sebagai rangka roda.
  • Final drive merupakan salah satu komponen track yang berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin untuk menggerakkan rantai track excavator.
  • Roller merupakan salah satu komponen track yang berfungsi untuk tumpuan dari rantai track excavator. Roller berupa roda gigi statis.
  • Front idler merupakan salah satu komponen track yang berfungsi untuk mengubah arah putaran track. Hal ini yang menyebabkan excavator dapat berjalan maju maupun mundur.
  • Track shoes merupakan salah satu komponen track yang berfungsi sebagai tumpuan track yang berhubungan dengan permukaan jalan.

8. Swing Drive

Swing Drive merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai sendi yang menghubungkan antara upperstructur dengan undercarriage. Swing drive terdiri dari motor yang dapat membuat cab atau body excavator berputar 360 derajat. Hal ini berguna untuk mempermudah proses akskavasi.

9. Cabin

Cab atau kabin merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai ruang atau tempat duduk operator. Cabin terdiri dari berbagai kontrol baik kontrol kemudi maupun kontrol hidrolik agar excavator dapat bekerja sebagaimana mestinya.

10. Engine/Hydraulic Control

Engine atau hydraulic control merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai tempat mesin dan hydraulic pump excavator. Engine sebagai penggerak track agar excavator dapat bergerak. Sementara itu hydraulic pump akan mensuplai tekanan hidrolik untuk menggerakkan power cylinder.

11. Counterweight

Counterweight merupakan salah satu komponen excavator yang berfungsi sebagai penyeimbang berat dari excavator sehingga tidak akan terguling ketika bucket membawa beban yang besar.