Tag: spare part alat berat morowali

on

Mesin atau alat hidrolik yang digunakan bekerja, terkadang mengalami kerusakan atau gangguan sehingga tidak dapat dioperasikan adapun, tanda-tanda kerusakan yang biasa terjadi pada sistem hidrolik antara lain:

 Sistem berhenti. Artinya dalam keadaan operasi tiba-tiba sistem berhenti tanpa dikehendaki atau pada waktu akan dioperasikan sistem tidak mau bekerja.

Getaran yang berlebihan. Bila terjadi getaran yang tidak seperti biasanya selama operasi atau getaran yang berlebihan berarti ada suatu kelainan. Kelainan itu disebabkan oleh apa dan di bagian mana, itulah yang harus dicari.

Terdengar suara asing Suara asing yang tidak biasa terdengar perlu dicurigai dan perlu dicermati kemudian segera mengambil keputusan.

Meningkatnya suhu alat. Apabila suhu meningkat dengan tajam perlu kiranya segera memberhentikan mesin kemudian menyelidiki kelainan apa yang terjadi.

Tercium bau asing. Termasuk apabila timbul bau-bau yang tidak biasanya terjadi, seperti bau terbakar, perlu segera diselidiki dengan menghentikan mesin terlebih dahulu.

bila muncul tanda-tanda seperti tersebut di atas pada saat mengoperasikan sistem hidrolik (dalam keadaan bekerja), maka operator alat harus segera menghentikan alat dan melapor kepada bagian maintenance. Dalam mencarian gangguan pada sistem hidrolik, teknisi dianjurkan untuk melakukan tahapan-tahapan dalam mencari kerusakan tersebut, yaitu :

Menguasai sistem.

Untuk dapat menguasai sistem seorang teknisi harus mempelajari anatara lain : Buku petunjuk pengoperasian, agar memahami betul cara pengoperasian yang benar, kemudian mempraktekkannya, Buku petunjuk pemeliharaan (maintenance manual) agar anda menguasai cara kerja sistem, aliran fluida, jenis komponen, cara memelihara dan memperbaiki sistem. Di sini anda harus dapat membaca diagram sirkuit hidrolik, step diagram dan grafik urutan kerja.

Mencari Informasi Dari Operator

Langkah selanjutnya adalah mencari informasi dari operator mesin tentang mesin yang dioperasikan. Pertanyaaan penting yang harus ditanyakan antara lain : apakah mesin / alat mendapat gangguan/ kerusakan pada waktu Bekerja (dalam keadaan switch-on), apakah gangguan semacam ini pernah/sering terjadi sebelumnya, apakah operator telah memperbaiki atau telah mengubah posisi switch (mematikan mesin), bagaimana mesin / alat itu ketika dioperasikan, dll.

Mengoperasikan  Alat

Operasikan mesin/alat tersebut sesuai dengan prosedur warming up, beban ringan sampai beban penuh bila mungkin. Buktikan sendiri apa yang telah diinformasikan oleh operator tadi, perhatikan setiap gerakan, lihat, dengar, cium dan rasakan apakah tanda-tanda seperti tersebut di atas muncul dan kalau muncul di bagian mana. Periksa alat ukur (pressure gauge misalnya) apakah alat tersebut menunjukkan kelainan pengukuran atau bahkan alat itu yang rusak. Bila mesin/alat sudah tidak dapat dihidupkan lagi, coba gerakkan bagian-bagian yang lain apakah masih berfungsi atau juga sudah mengalami kerusakan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan suatu informasi tambahan. Setelah mengoperasikan atau menggerakkan, lanjutkan dengan memeriksa visual bagian-bagian yang anda curigai. Untuk memeriksa dengan membuka sistem hidrolik yang bertekanan, kosongkan dulu oli yang bertekanan untuk kembali ke tangki hidrolik. Oli yang bertekanan tinggi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

Menginspeksi atau memeriksa Alat

Dari hasil pengamatan anda selama mengoperasikan mesin tadi tentu anda telah mencurigai bagian-bagian yang mengalami  gangguan. Periksalah bagian tersebut dengan cermat, tetapi jangan lupa coba periksa oli dalam tangki hidrolik, level permukaannya, keadaannya apakah berbuih,atau berubah seperti susu, apakah oli sangat kotor, apakah filter tersumbat dan sebagainya. Demikian juga perhatikan baik-baik semua komponen barang kali ada yang retak atau bocor atau kendor dan sebagainya.

Membuat daftar kemungkinan penyebab gangguan.

Dari hasil catatan-catatan pada waktu melakukan inspeksi anda dapat membuat daftar kemungkinan-kemungkinan penyebab kerusakan. Dan ingat bahwa satu kerusakan sering kali dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang lain.

Mengambil kesimpulan

Dari daftar penyebab kerusakan tadi anda dapat membuat analisis untuk menyimpulkan bagian mana yang mengalami gangguan.

Mengetes Kerusakan

Hidupkan sistem hidrolik dan gerakkan aktuator beberapa cm ke atas kemudian posisikan penggerak katup pada posisi netral dan matikan mesin. Tahanlah beban (disangga) kemudian lepas selang balik dan tutuplah selang tersebut. Setelah itu posisikan penggerak katup kebalikan dengan posisi pertama dan lepaskan penyangga. Perhatikan apakah pada lubang katup (port) yang dibuka tadi ada bocoran atau tidak. Hidupkan mesin dan gerakkan piston beberapa cm kemudian matikan kembali. Lepas selang pada bagian yang tidak bertekanan dan tutuplah selang tersebut. Hidupkan kembali mesin dan perhatikan lubang (port) yang telah terbuka, apakah ada bocoran atau tidak. Untuk ujung sebaliknya sama seperti itu caranya.

on

Cara mengatasi excavator tidak ada tenaga. Sering sekali kita kesulitan dalam menangani excavator yang tidak punya tenaga. Untuk mengangkat bucket kosong saja sudah tidak kuat apalagi untuk berjalan lemah. Di artikel kali ini kita akan cari permasalahan dengan langkah-langkah pemecahan masalah ke intinya.

Dalam excavator terdapat 3 sirkuit yang harus kita cari satu persatu masalahnya :

  1. Main hidrolik
  2. Pilot hidrolik
  3. Elektrik sistem

Main Hidrolik

Untuk langkah pertama kita periksa dulu di hidrolik sistem :

  • Periksa tekanan kerja dan tekanan pada saat relief untuk mengetahui apakah tekanan memadai atau tidak. Standar tekanan hidrolik excavator sekitar kurang lebih 21 Mpa pada saat operasi dan 34 Mpa pada saat terkena beban atau relief. Untuk cara stel tekanan silahkan klik link berikut: Cara Setting Tekanan Hidrolik
  • Jika tekanan kurang langkah selanjutnya adalah menyetel tekanan hidrolik
  • Jika setelah di stel akan tetapi tekanan masih kurang maka periksa bagian main relief valve yang ada di control valve.
  • Kerusakan pada komponen pompa dan control valve juga dapat mengakibatkan excavator low power atau tidak ada tenaga.
  • Periksa pompa dan lakukan resealling pompa, jika ada komponen yang rusak maka harus di ganti
  • Periksa Control valve, apakah spool-spool nya macet atau luka, lalu lakukanlah resealling control valve ( ganti o-ring kit dari control valve)
  • Periksa suhu kerja oli hidrolik normalnya sekitar 50 – 60 derajat celcius
  • Ada suatu kejadian yang jarang di temui yaitu pada saat kita periksa tekanan hidrolik normal, akan tetapi excavator masih lemah, itu kemungkinan ada kerusakan pada sirkuit pilot hidrolik

Pilot Hidrolik

Yang kedua adalah periksa di sistem pilot hidrolik, yang mensupport dari main hidrolik

  • Periksa tekanan pilot hidrolik pilot (std kurang lebih 4 Mpa / 40 kgf )
  • Jika tekanan tidak mencapai silahkan stel tekanan hidrolik pilot di rumah filter pilot.
  • Periksa gear pump pilot hidrolik. Jika rusak segera di ganti
  • Periksa jalur pilot hidrolik apakah ada kebocoran
  • Periksa signal control valve atau solenoid block
  • Periksa handle lever di kabin operator
  • Jika semua baik maka langkah selanjutnya adalah di sistem elektrikal

Sistem elektrik

Langkah terakhir yaitu pada sistem elektrik

  • Periksa sikring
  • Periksa kabel-kabel / harnes dari elektrikal sistem pada excvator
  • Periksa kode kerusakan pada monitor
  • Periksa pump delivery sensor
  • Periksa pump flow rate sensor
  • Periksa torque control solenoid valve
  • Periksa pump flow rate limited solenoid valve
  • Periksa solenoid blok
  • Untuk periksa sensor ada 3 kabel yang pertama Power ( 5V ), yang kedua sinyal ke controller dan yang ketiga Ground
  • Untuk periksa solenoid terdapat dua kabel dari controller, periksa tegangan antara dua kabel tersebut ada yang memakai (5V) ada yang memakai (12V). Lalu periksa juga resitance dari solenoid berkisar ada yang 16 ohm dan ada yang 34 ohm
  • Periksa main controller jika rusak maka segera ganti controller yang baru. Ada beberapa merk yang jika mengganti controller baru harus learning controller terlebih dahulu agar bekerja dengan maksimal.

Sebelum nya alangkah baik jika mengganti filter hidrolik return, memebersihkan suction hidrolik strainer dan mengganti filter hidrolik pilot.

on
Excavator merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan di dalam sebuah proyek konstruksi. Untuk menjamin peralatan dalam kondisi baik, maka petugas safety harus sering melakukan inspeksi rutin terhadap alat excavator agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Adapun hal-hal yang perlu diinspeksi pada alat berat excavator adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi Alat atas kepemilikan, apakah ada dan jelas.
  2. Warna cat, apakah pudar atau tidak.
  3. Tangga naik – turun, bengkok, patah atau licin.
  4. Pegangan naik – turun, bengkok, patah atau licin.
  5. Kebersihan kabin operator, lumpur dan minyak
  6. Jendela, kebersihan, retak, penghalang pandangan.
  7. Kursi operator : Struktur pelindung kabin operator (ROPS), Pedal dan tuas tidak licin, Petunjuk fungsi setiap tuas, Kaca spion, Klakson, Lampu penerangan bucket dan Alarm swing visual maupun audible.
  8. Alat pemadam : Kotak P3K (jumlah dan jenisnya), Kunci kontak (on – off)merangkap kunci kabin, Pengukur oli mesin, Pengukur pendingin, Pengukur oli transmisi, Pengukur oli hidrolik, Pengukur bahan bakar.
  9. Bucket : retak, aus.
  10. Cutting edge – sirip potong.
  11. Ripper teeth – gigi pemecah.
  12. Silinder blade : rusak, aus, bocor.
  13. Rantai track : retak, patah, aus.
  14. Gigi penahan rantai track (gigi penahan dalam).
  15. Roda pemutar rantai track.

on

Cara yang tepat untuk melakukan perawatan pada sistem hidrolik Pemeliharaan memanfaatkan Praktik Terbaik
Sebagian besar perusahaan menghabiskan banyak uang pelatihan personil perawatan mereka untuk memecahkan masalah sistem hidrolik. Jika kita berfokus pada mencegah kegagalan sistem maka kita bisa menghabiskan sedikit waktu dan uang untuk troubleshooting sistem hidrolik. Kami biasanya menerima kegagalan sistem hidrolik daripada memutuskan untuk tidak menerima kegagalan hidrolik sebagai norma. Mari kita menghabiskan waktu dan uang untuk menghilangkan kegagalan hidrolik daripada mempersiapkan untuk gagal. Kita akan berbicara tentang cara yang tepat untuk melakukan perawatan pada sistem hidrolik Pemeliharaan memanfaatkan Praktik Terbaik.
Kurangnya pemeliharaan sistem hidrolik adalah penyebab utama kegagalan sistem komponen dan belum personil pemeliharaan yang paling tidak mengerti teknik pemeliharaan yang tepat dari sistem hidrolik. Fondasi dasar untuk melakukan perawatan yang tepat pada sistem hidrolik memiliki dua bidang yang menjadi perhatian. Area pertama adalah Preventive Maintenance yang merupakan kunci untuk keberhasilan setiap program perawatan baik di hidrolika atau peralatan yang kita butuhkan kehandalan. Area kedua adalah pemeliharaan korektif, yang dalam banyak kasus dapat menyebabkan kegagalan komponen tambahan hidrolik jika tidak dilakukan dengan standar.


Pemeliharaan pencegahan
Pemeliharaan pencegahan dari sistem hidrolik yang sangat dasar dan sederhana dan jika diikuti dengan benar dapat menghilangkan kegagalan komponen yang paling hidrolik. Pemeliharaan preventif disiplin dan harus diikuti seperti dalam rangka untuk mendapatkan hasil. Kita harus melihat program AM sebagai kegiatan yang berorientasi kinerja dan bukan berorientasi. Banyak organisasi memiliki prosedur AM baik tetapi tidak memerlukan personil pemeliharaan untuk mengikuti mereka atau menahan mereka bertanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari prosedur ini. Dalam rangka mengembangkan program pemeliharaan preventif untuk sistem Anda, Anda harus mengikuti langkah-langkah ini:

1: Identifikasi kondisi sistem operasi.
a. Apakah sistem beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu?
b. Apakah sistem beroperasi pada aliran maksimum dan tekanan 70% atau lebih baik selama operasi?
c. Apakah sistem yang terletak di lingkungan yang kotor atau panas?
2: Persyaratan apa negara Equipment Manufacturer untuk Pemeliharaan Pencegahan pada sistem hidrolik?
3: Apa persyaratan dan parameter operasi tidak negara produsen komponen tentang fluida hidrolik partikulat ISO?
4: Apa persyaratan dan parameter operasi tidak perusahaan negara saringan filter mereka tentang kemampuan untuk memenuhi persyaratan ini?
5: Apa sejarah peralatan yang tersedia untuk memverifikasi prosedur di atas untuk sistem hidrolik?
Seperti dalam semua Program Perawatan Preventif kita harus menulis prosedur yang diperlukan untuk setiap Tugas AM. Langkah atau prosedur harus ditulis untuk tugas masing-masing dan mereka harus akurat dan mudah dipahami oleh semua personil pemeliharaan dari entry level untuk menguasai.
Prosedur Pemeliharaan preventif harus menjadi bagian dari Rencana Kerja AM yang meliputi:
• Peralatan atau peralatan khusus yang diperlukan melakukan tugas.
• Bagian atau bahan yang dibutuhkan melakukan prosedur dengan nomor toko kamar.
• Keselamatan pencegahan untuk prosedur ini.
• Lingkungan keprihatinan atau bahaya potensial.

Daftar Tugas Preventive Maintenance untuk Sistem Hidrolik dapat:
1. Mengubah (bisa kembali atau tekanan filter) saringan hidrolik.
2. Mendapatkan sampel cairan hidrolik.
3. Filter hidrolik cairan.
4. Periksa aktuator hidrolik.
5. Bersihkan bagian dalam dari suatu reservoir hidrolik.
6. Bersihkan bagian luar dari suatu reservoir hidrolik.
7. Periksa dan merekam tekanan hidrolik.
8. Periksa dan merekam aliran pompa.
9. Periksa selang hidrolik, tubing dan fitting.
10. Periksa dan catat pembacaan tegangan ke katup proporsional atau servo.
11. Periksa dan merekam vakum pada sisi hisap pompa.
12. Periksa dan catat ampere pada motor pompa utama.
13. Periksa mesin waktu siklus dan merekam.
Pemeliharaan Pencegahan adalah dukungan inti bahwa sistem hidrolik harus memiliki dalam rangka untuk memaksimalkan komponen dan hidup dan mengurangi kegagalan sistem. Pemeliharaan Pencegahan prosedur yang benar tertulis dan diikuti dengan baik akan memungkinkan peralatan untuk beroperasi secara maksimal dan siklus hidup. Pemeliharaan Pencegahan memungkinkan departemen pemeliharaan untuk mengontrol sistem hidrolik daripada sistem mengendalikan departemen pemeliharaan. Kita harus mengendalikan sistem hidrolik dengan mengatakan hal itu ketika kita akan melakukan pemeliharaan di atasnya dan berapa banyak uang yang kita akan menghabiskan pada pemeliharaan sistem. Sebagian besar perusahaan memungkinkan sistem hidrolik untuk mengontrol pemeliharaan pada mereka, dengan biaya yang jauh lebih tinggi.

Dalam rangka untuk memvalidasi prosedur pemeliharaan preventif Anda Anda harus memiliki pemahaman yang baik dan pengetahuan tentang “Pemeliharaan Praktek Terbaik” untuk sistem hidrolik. Kami akan menyampaikan praktek-praktek kepada Anda.

Hydraulic Knowledge
Orang bilang pengetahuan adalah kekuatan. Yah ini juga berlaku dalam pemeliharaan hidrolik. Organisasi pemeliharaan Banyak yang tidak tahu apa personil pemeliharaan mereka harus tahu. Saya percaya dalam sebuah organisasi pemeliharaan industri bahwa kita harus membagi keterampilan hidrolik yang diperlukan ke dalam dua kelompok. Salah satunya adalah troubleshooter hidrolik, mereka harus menjadi ahli Anda dalam pemeliharaan dan ini harus sebagai aturan praktis 10% atau kurang tenaga kerja pemeliharaan. Para + 90% lainnya akan personil umum Anda pemeliharaan hidrolik. Mereka adalah personel yang memberikan keahlian pemeliharaan preventif. Persentase saya berikan didasarkan pada sebuah perusahaan mengembangkan pendekatan pemeliharaan preventif / Proaktif benar untuk sistem hidrolik mereka. Mari kita bicara tentang apa pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah hidrolik.
Hydraulic Troubleshooter:

Pengetahuan –
• Prinsip Mekanikal / tenaga, pekerjaan, tingkat, mesin sederhana.
• Matematika / matematika dasar, persamaan matematika yang kompleks.
• Hidrolik Komponen / aplikasi dan fungsi dari semua komponen sistem hidrolik.
• Simbol Skema hidrolik / pemahaman semua simbol dan hubungan mereka ke sistem hidrolik.
• Hitung aliran, tekanan, dan kecepatan.
• Hitung sistem filtrasi yang diperlukan untuk mencapai kode yang tepat sistem partikulat ISO.
Keterampilan –
• Trace sirkuit hidrolik untuk 100 kemahiran%.
• Mengatur tekanan pada pompa tekanan kompensasi.
• Tune tegangan pada kartu penguat.
• Null katup servo.
• Masalah sistem hidrolik dan memanfaatkan “Analisa Penyebab Kegagalan”.
• Mengganti komponen sistem dengan spesifikasi produsen.
• Mengembangkan Program AM untuk sistem hidrolik.
• Siram sistem hidrolik setelah kegagalan komponen utama.
General Hydraulic:
Pengetahuan –
• Filter / fungsi, aplikasi, teknik instalasi
• Reservoir / fungsi, aplikasi
• sistem operasi dasar hidrolik
• Membersihkan sistem hidrolik
• prinsip pelumasan Hidrolik
• teknik AM tepat untuk hidrolik
Keterampilan –
• Ubah filter hidrolik dan komponen sistem lainnya.
• Bersihkan reservoir hidrolik.
• Lakukan AM pada sistem hidrolik.
• Ubah saringan pada pompa hidrolik.
• Tambahkan cairan yang disaring ke sistem hidrolik.
• Mengidentifikasi masalah potensial pada sistem hidrolik.
• Ubah selang pas, hidrolik atau tabung.
Measuring Success
Dalam program apapun kita harus melacak keberhasilan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan dari personil manajemen dan pemeliharaan. Kita juga harus memahami bahwa setiap tindakan akan memiliki reaksi, negatif atau mungkin. Kita tahu program pemeliharaan berhasil akan memberikan sukses tetapi kita harus memiliki check and balances untuk memastikan kita di jalur.
Dalam rangka untuk mengukur keberhasilan program pemeliharaan hidrolik kita harus memiliki cara untuk melacak keberhasilan tapi pertama-tama kita perlu menetapkan patokan. Patokan Sebuah metode yang akan kita membangun alat pengukuran kunci tertentu yang akan memberitahu Anda status saat ini dari sistem hidrolik Anda dan kemudian memberitahu Anda jika Anda berhasil dalam program pemeliharaan.
Sebelum Anda memulai pelaksanaan program pemeliharaan hidrolik baru Anda akan sangat membantu untuk mengidentifikasi dan melacak informasi berikut.
1. Melacak semua downtime (dalam menit) pada sistem hidrolik dengan pertanyaan-pertanyaan ini dijawab. / Dilacak harian /
• Apa komponen gagal?
• Penyebab kegagalan?
• Apakah masalah teratasi?
• Apakah kegagalan ini telah dicegah?
2. Melacak semua biaya yang terkait dengan downtime. / Dilacak harian /
• Bagian dan biaya bahan?
• Tenaga Kerja biaya?
• Produksi downtime biaya?
• Setiap biaya-biaya lain yang mungkin Anda kenal yang dapat diasosiasikan dengan kegagalan sistem hidrolik.
3. Melacak analisis sistem fluida hidrolik. Lagu berikut ini dari hasil. / Mengambil sampel sebulan sekali /
• Tembaga konten
• Silikon konten
• H2O
• Besi konten
• ISO partikulat menghitung
• Cairan kondisi (Viskositas, aditif, dan oksidasi).
Ketika proses pelacakan dimulai Anda perlu tren informasi yang dapat cenderung terus. Hal ini memungkinkan manajemen kemampuan untuk mengidentifikasi tren yang dapat menyebabkan konsekuensi positif atau negatif.


Analisis fluida membuktikan kebutuhan untuk penyaringan lebih baik. Penambahan 3-mikron jalur kembali mutlak filter untuk melengkapi “ginjal lingkaran” filter memecahkan masalah.
Banyak organisasi tidak melakukan tahu di mana untuk menemukan metode untuk pelacakan dan tren informasi yang Anda butuhkan akurat. Sistem Manajemen Pemeliharaan yang baik Komputerisasi dapat melacak dan kecenderungan sebagian besar informasi ini untuk Anda.
Rekomendasi Pemeliharaan Modifikasi
Modifikasi ke sistem hidrolik yang ada perlu dilakukan secara profesional. Sebuah modifikasi sistem hidrolik dalam rangka meningkatkan efisiensi pemeliharaan penting untuk tujuan perusahaan dari kehandalan peralatan maksimum dan biaya pemeliharaan dikurangi.
1: Filtrasi pompa dengan aksesoris:
Tujuan: Tujuan dari pompa dan modifikasi adalah untuk mengurangi kontaminasi yang diperkenalkan ke dalam sistem hidrolik yang ada melalui penambahan cairan baru dan perangkat yang digunakan untuk menambahkan minyak ke sistem.
Informasi Tambahan: cairan hidrolik dari distributor biasanya tidak disaring untuk persyaratan sistem hidrolik operasi. Biasanya minyak ini disaring ke peringkat mesh dan tidak peringkat mikron. Bagaimana bersih adalah bersih? Biasanya fluida hidrolik harus disaring untuk 10 mikron mutlak atau kurang untuk sistem yang paling hidrolik, 25 mikron adalah ukuran sel darah putih, dan 40 mikron adalah batas bawah dari visibilitas dengan mata telanjang.
Banyak organisasi pemeliharaan menambahkan fluida hidrolik untuk sistem melalui saluran yang terkontaminasi dan bahkan mungkin menggunakan ember yang telah memiliki jenis lain cairan dan pelumas di dalamnya sebelumnya, tanpa membersihkan mereka.
Rekomendasi peralatan dan bagian:
• Pompa Filter Portable dengan rating filter 3 mikron mutlak.
• Cepat memutus yang memenuhi atau melebihi nilai aliran Pompa Filter Portable.
• Sebuah ¾ “pipa cukup panjang untuk mencapai bagian bawah wadah cairan hidrolik Anda disampaikan dalam dari distributor.
• A 2 “peredam bushing untuk ¾” NPT untuk masuk ke drum 55 galon, jika Anda menerima cairan Anda dengan drum. Jika tidak, mount kereta tangki filter untuk dinding ganda “tote” mendukung, jika Anda menerima jumlah yang lebih besar.
Layar Reservoir • ventilasi harus diganti dengan 3 / 10 mikron filter, sebuah bukaan sekitar pipa masuk reservoir disegel.

Tampilkan dinding ganda tote tangki sekitar 300 galon dipasang pada bingkai untuk menangani garpu truk, dengan pompa dipasang pada kerangka kerja.
Juga menunjukkan memompa dari drum dipasang pada bingkai untuk menangani garpu truk, duduk dalam panci menangkap, untuk penahanan sekunder, dengan kereta penyaring terpasang.
Peraturan mengharuskan Anda memiliki penahanan sekunder, sehingga membuat segalanya “bocor” ke dalam panci.

2. Memodifikasi Reservoir Hidrolik

Tujuan: Tujuannya adalah untuk menghilangkan kontaminasi melalui pengenalan minyak yang ditambahkan ke sistem atau mengotori ditambahkan melalui asupan udara dari reservoir. Katup harus diinstal untuk pengambilan sampel minyak.
Informasi Tambahan: Pada saringan hisap udara harus diganti dengan 10-mikron penyaring jika siklus reservoir hidrolik. Sebuah lepaskan cepat harus dipasang di bagian bawah unit hidrolik dan pada titik tingkat ¾ pada reservoir dengan katup untuk mengisolasi cepat terputus jika terjadi kegagalan. Hal ini memungkinkan minyak untuk ditambahkan dari pompa filter sebelumnya dibahas dan akan memungkinkan untuk menyaring eksternal reservoir minyak hidrolik jika diperlukan. Instal katup petcock di depan reservoir yang akan digunakan untuk pengambilan sampel minyak konsisten.
Peralatan dan bagian yang diperlukan:
• Cepat memutus yang memenuhi atau melebihi nilai aliran Pompa Filter Portable.
• katup gerbang Dua dengan puting pipa.
• Satu hisap 10 mikron filter.
PERINGATAN: Jangan las pada reservoir hidrolik untuk menginstal cepat memutus atau filter udara.

Seperti dalam setiap organisasi pemeliharaan proaktif Anda harus melakukan Analisis Akar Penyebab Kegagalan dalam rangka untuk menghilangkan kegagalan komponen masa depan. Masalah pemeliharaan Sebagian besar atau kegagalan akan berulang tanpa seseorang mengidentifikasi apa yang menyebabkan kegagalan dan secara proaktif menghilangkan itu.
Sebuah metode yang lebih disukai adalah untuk memeriksa dan menganalisis semua kegagalan komponen. Mengidentifikasi berikut:
• Komponen Nama dan nomor model.
• Lokasi komponen pada saat kegagalan.
• Urutan atau aktivitas sistem itu beroperasi di saat kegagalan terjadi.
• Apa yang menyebabkan kegagalan?
• Bagaimana kegagalan dicegah terjadi lagi?
Kegagalan tidak disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui seperti “nasib buruk” atau “itu hanya terjadi” atau “produsen membuat bagian yang buruk”. Kami telah menemukan kegagalan yang paling dapat dianalisis dan pencegahan diambil untuk mencegah terulangnya kembali. Membentuk tim untuk meninjau setiap kegagalan bisa melunasi dengan cara yang besar.

Untuk meringkas, pemeliharaan sistem hidrolik adalah baris pertama pertahanan untuk mencegah kegagalan komponen dan dengan demikian meningkatkan kehandalan peralatan. Seperti berbicara tentang sebelumnya, disiplin adalah kunci keberhasilan setiap program pemeliharaan proaktif.