Tag: sparepart kobelco jakarta

on

MTBFMTTR, dan MTTF merupakan beberapa indikator dasar untuk mengukur performa maintenance yang berperan penting bagi perusahaan pengguna alat berat. Dengan mengetahui indikator tersebut, perusahaan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan uptime (waktu produksi) sekaligus mengurangi downtime.

Lalu, apakah perbedaan antara MTBFMTTR, dan MTTF?
Mari kita bahas satu-persatu.


MTBF

Merupakan singkatan dari Mean Time Between Failures, yaitu rata-rata uptime alat berat di antara failure (kegagalan/kerusakan) yang terjadi. MTBF diaplikasikan pada alat yang bersifat ‘dapat diperbaiki’ setelah mengalami kerusakan. Dengan menggunakan MTBF, perusahaan dapat mengetahui ketersediaan dan ketahanan dari alat berat atau komponen. Perusahaan kemudian mampu menghitung frekuensi inspeksi untuk melakukan penggantian sebagai langkah preventive maintenance aset.

Rumus MTBF
MTBF = (Total Available Time – Time Lost)/Number of Shutdowns

MTBF yang meningkat setelah implementasi preventive maintenance merupakan indikasi adanya peningkatan kualitas dari produksi. Mudahnya, meningkatnya MTBF sebanding dengan keberhasilan maintenance yang dilakukan.


MTTR

Adalah Mean Time To Repair, atau waktu rata-rata yang digunakan untuk proses repair (perbaikan) alat berat. Perhitungan MTTR dimulai ketika alat rusak sampai kembali beroperasi normal. MTTR menunjukkan data efisiensi kemampuan perusahaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Rumus MTTR
MTTR = Total Maintenance Time/Total Number of Repairs

Berbeda dengan MTBF, MTTR yang semakin kecil justru semakin baik bagi perusahaan. Mudahnya, semakin lama waktu dihabiskan untuk repair berarti semakin lama downtime alat sehingga tingkat produktivitas pun berkurang.

Durasi repair yang lama bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya ketidaksediaan spare part atau request spare part melewati proses panjang/lama.


MTTF

Atau Mean Time To Failure adalah ukuran rata-rata waktu aset sampai mengalami kerusakan. Indikator ini digunakan untuk mendapatkan estimasi umur aset yang non-repairable (tidak bisa diperbaiki). Nilai MTTF dihitung dengan memperhatikan sejumlah besar unit aset yang sama dalam periode yang cukup lama.

Rumus MTTF
MTTF = Total hours of operation/Total number of units

Hasil MTTF yang kecil/rendah menunjukkan downtime dan gangguan pada alat berat sering terjadi.

Sekilas, MTTF dan MTBF terlihat sama. Namun, ada satu perbedaan mencolok, yaitu MTTF digunakan untuk aset non-repairable sedangkan MTBF untuk aset yang repairable.


MTTRMTBF, dan MTTF penting, terutama bagi para manajer maintenance untuk mengukur dan merencanakan program maintenance dalam menjaga performa alat berat. Oleh karena itu, sebaiknya data dari lapangan akurat, lengkap, dan faktual agar penggunaan indikator ini lebih efektif.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Proyek konstruksi maupun tambang pasti tidak asing dengan Excavator. Bagaimana tidak? Setiap pekerjaan penggalian selalu mengandalkan alat berat yang memiliki sistem hidraulik ini.

Excavator sendiri terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari besar sampai mini.

Mini Excavator atau disebut juga Compact Excavator, merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dibanding excavator lainnya. Mini Excavator dapat dioperasikan pada berbagai tempat ataupun dalam ruangan untuk berbagai jenis proyek, misalnya untuk memperbaiki saluran air, instalasi kabel listrik bawah tanah, menghancurkan bangunan kecil, dan pekerjaan menggali lainnya.

Ukurannya yang kecil dapat mengurangi kerusakan pada top ground dan mudah untuk dipindahkan. Tenaga yang diperlukan untuk mengoperasikan Mini Excavator juga lebih hemat.

Pengoperasian Mini Excavator kurang lebih sama dengan excavator biasa. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Mini Excavator dapat mencapai umur maksimal, seperti:

  1. Batas Mesin
    Mini Excavator memiliki batas angkut (load) variatif sesuai dengan ukuran alat dan bucket. Cek kembali buku manual dan pastikan load maksimal untuk Mini Excavator. Ingat, overload dapat menyebabkan kerusakan pada Mini Excavator dan bahaya bagi orang sekitar mesin.
  2. Track yang Tepat
    Selalu sesuaikan jenis Track yang digunakan dengan kondisi lapangan. Hal ini dapat meminimalkan kerusakan atau keausan cepat pada track dan mencegah kecelakaan kerja.
  3. Safety!
    Meskipun ukurannya lebih kecil dari ‘keluarganya’, Mini Excavator juga dapat berbahaya. Pastikan Anda telah mengikuti training dan manual yang ada. Selain untuk meminimalkan kecelakaan kerja, hal ini juga dapat meminimalkan kerusakan pada Mini Excavator.
  4. Maintenance
    Sudah menjadi hal wajib dilakukan untuk memperpanjang umur alat berat, termasuk Mini Excavator. Rencanakan dan laksanakan maintenance rutin untuk Mini Excavator Anda. Dengan maintenance yang proaktif, Anda dapat menghindari breakdown atau downtime dini.

Mini Excavator yang dioperasikan dan dirawat dengan baik tentu akan memberikan produksi yang lebih maksimal. Rentang uptime mesin akan lebih lama dengan frekuensi breakdown yang rendah. Manajemen biaya untuk Mini Excavator juga menjadi lebih efisien karena berkurangnya pengeluaran tiba-tiba untuk perbaikan tidak terjadwal.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Mini Excavator merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dengan berat kurang dari 6 ton. Dengan kombinasi fungsi, ukuran, dan tenaga, Mini Excavator termasuk dalam alat berat serbaguna yang banyak digunakan di lapangan.

Sama seperti alat berat lainnya, Mini Excavator membutuhkan perawatan atau maintenance yang baik dan proaktif untuk menjaga kinerja dan kesehatan mesin. Bahkan, Mini Excavator yang dirawat dengan sangat baik mampu mencapai umur kurang lebih 10.000 jam!

Nah, apa saja yang harus diperhatikan dalam maintenance Mini Excavator? Tenang, Kami telah merangkum 5 Tips Maintenance untuk Mini Excavator, yaitu:


Periksa Oli dan Filter

Periksa level dan kondisi oli hidraulik setiap hari. Segera ganti oli sesuai jadwal yang direkomendasikan atau ditentukan oleh manufaktur. Usahakan jangan menunggu sampai oli berubah warna. Periksa juga filter oli untuk mencegah oli tersumbat kotoran. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mencegah pengeluaran tidak terduga yang disebabkan kerusakan mesin mendadak.


Perhatikan Bahan Bakar dan Filter

Periksa bagian pemisah bahan bakar dengan air, begitu juga dengan filternya. Ketidakseimbangan air dan bahan bakar dapat mengurangi kinerja Mini ExcavatorFilter bahan bakar yang kotor pun berpotensi menyumbat aliran bahan bakar sehingga menyebabkan mesin tersendat atau bahkan mati tiba-tiba.


Beri Pelumas

Pastikan bagian-bagian bergerak selalu dilumasi dengan pelumas yang cukup untuk mencegah bagian tersebut mengalami keausan dini. Tips tambahan, jika excavator beroperasi di air, ingat untuk mengolesi pelumas sebelum dan sesudah excavator dioperasikan!


Ketegangan pada Track

Track yang longgar atau terlalu ketat dapat menyebabkan manuver yang buruk, kecelakaan kerja, keausan dini sampai kerusakan mesin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek ketegangan track setiap hari, sebelum dan sesudah pengoperasian di lapangan.


Periksa BoomBucket, dan Arm

Selalu periksa kondisi dari ketiga bagian ini untuk mendeteksi retak, bengkok, penyok, dan karat. Segera beri penanganan meskipun hanya menemukan kerusakan kecil pada bagian ini untuk mencegah kerusakan lebih besar di masa depan.


Maintenance memang terlihat memakan lebih banyak waktu dan tenaga, namun Anda akan merasakan manfaat dari maintenance yang rutin dalam jangka waktu panjang! Berkurangnya jumlah breakdown atau downtime mesin mengindikasikan lebih banyak uptime dan produksi yang dihasilkan. Biaya untuk memperbaiki mesin yang rusak atau membeli spare part di luar prediksi pun dapat dikurangi.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Mayoritas alat berat saat ini menggunakan sistem hidrolik karena memiliki berbagai keunggulan dibanding sistem lainnya. Sistem hidrolik mampu menghasikan tenaga lebih besar dengan komponen minimum, kontrol arah dan gerakan alat lebih mudah, getaran gerakan minimum, presisi gerakan tinggi, fleksibilitas, dan tahan lama.

Sama seperti komponen alat berat lain, pemeliharaan (maintenance) yang buruk atau lalai dapat menyebabkan sistem hidrolik tidak beroperasi dengan baik dan mengakibatkan kebocoran bahkan kerusakan pada mesin secara keseluruhan (downtime). Kadang, masalah pada sistem hidrolik disebabkan oleh kesalahan kecil yang bahkan tidak disadari.

Oleh karena itu, Kami telah merangkum 5 kesalahan maintenance sistem hidrolik yang mungkin Anda lakukan tanpa sadar namun berakibat fatal, disertai dengan solusinya:

1. Pengaturan Tekanan Hidrolik

Kenop pada pompa dan katup hidrolik menjadi bagian yang dicek dan diatur ulang ketika mesin bermasalah. Biasanya, tekanan diatur ke tingkat tertinggi dengan anggapan dapat mempercepat operasi mesin. Anggapan ini jelas-jelas SALAH!

Pengaturan tekanan yang tidak sesuai dapat mengakibatkan shock bahkan kerusakan pada sistem hidrolik. Hal ini terjadi karena tekanan yang terlalu tinggi akan mendorong banyak komponen internal pompa, memperparah dan mempercepat keausan pada komponen. Oleh karena itu, patuhi tingkat tekanan sistem hidrolik yang direkomendasikan.


2. Pressure Gauge Sistem Hidrolik

Pressure gauge atau alat ukur tekanan seringkali diletakkan di samping pompa dari katup pengecekan (check valve), bukan di dekat akumulator. Ketika pompa dimatikan, pressure gauge akan menunjukkan angka 0 bersamaan dengan pengaliran oli ke tangki melalui pompa hidrolik internal.

Hal ini menyebabkan operator/mekanik salah sangka bahwa tekanan berada di angka 0, padahal cairan bertekanan dalam akumulator sedang dilepaskan. Oleh karena itu, sebaiknya pressure gauge dipasang di samping akumulator.


3. Skema Hidrolik untuk Troubleshoot Mesin

Troubleshoot (pemecahan masalah) pada mesin dapat dilakukan lebih cepat dan mudah jika menguasai skema (bagan) sistem hidrolik. Namun pada beberapa kasus, tidak semua mekanik/operator bahkan supervisor menguasai skema hidrolik dengan baik. Skema ini sebenarnya tercantum dalam buku manual dari manufaktur mesin, tetapi akan sangat memakan waktu untuk mencari buku manual dan menemukan halaman penjelasan tentang skema ini. Padahal semakin lama downtime mesin, semakin besar juga kerugian operasional perusahaan.


4. Reservoir dan Suction Strainer

Reservoir biasanya berada pada nomor sekian yang diperhatikan dibanding sistem filter. Padahal, reservoir harus dibersihkan secara berkala paling sedikit 1x dalam setahun untuk mencegah timbulnya endapan kotoran tebal di dasar tank oli. Reservoir yang kotor akan mengubah fungsinya sebagai penghilang panas oli menjadi inkubator panas.

Suction strainer (saringan hisap) yang terdapat pada kebanyakan reservoir juga harus dibersihkan dengan teknik blowing air dari dalam ke luar. Setidaknya, bersihkan 1x setahun agar strainer tidak tersumbat dan menyebabkan kavitasi pompa.


5. Komponen Pengganti

Mengganti komponen sudah menjadi hal biasa dilakukan secara berkala atau ketika mesin bermasalah. Perlu diperhatikan bahwa komponen atau spare part yang serupa belum tentu benar-benar sama. Selalu perhatikan kode dari setiap komponen karena bisa saja terlihat serupa. tetapi tidak berfungsi di sistem hidrolik alat berat tertentu.

Untuk mengecek ketersediaan komponen, Anda dapat memanfaatkan mobile app yang terhubung dengan sistem antara lapangan operasional, kantor pusat, workshop, dan gudang. Anda juga dapat langsung melakukan request spare part dengan praktis melalui perangkat mobile, tanpa perlu melewati proses dokumen kertas yang rumit dan memakan waktu lama.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta