Category: spare part excavator kendari

on

Oli merupakan bagian terpenting dalam kinerja suatu engine. Dengan oli engine dapat bekerja dengan maksimal dan tahan lama. Memilih oli untuk alat berat bukanlah hal yang mudah. Karena Oli sendiri memiliki fungsi sebagai pelumas untuk melumasi komponen – komponen mesin. Saat beroperasi komponen – komponen mesin saling bergesekan satu sama lain sehingga menimbulkan panas dan menyebabkan komponen mesin cepat aus. Dengan adanya oli sebagai pelumas hal itu dapat di minimalisir. Selain itu fungsi lainnya adalah sebagai pembersih engine. Debu dan kotoran yang masuk ke engine biasanya akan menempel dan ter – ikat dengan oli. Debu yang terikat denagn oli ini akan ikut terbuang bersama oli saat penggantian nanti. Fungsi lainnya adalah sebagai pendingin. Oli sebagai pendingin komponen – komponen mesin yang terbuat dari logam. Seperti piston dan ring cylinder dll. Oli mempunyai kriteria tersendiri untuk dapat di katakan layak di pakai oleh alat berat. Berikut ini hal – hal yang perlu di pertimbangkan.

¤ Kekentalan atau Viscosity. 
Kekentalan oli berhubungan langsung dengan sejauh mana kemampuan oli mengcover suatu komponen mesin dan melakukan fungsinya sebagai pelumas sekaligus pelindung antar komponen. Kekentalan suatu oli harus menyesuaikan dengan kebutuhan mesin. Memeilih oli untuk alat berat harus oli yang bagus. Oli yang bagus adalah oli yang memiliki kekentalan yang tepat saat suhu tinggi maupun rendah.
Kekentalan suatu oli di tentukan oleh SAE (Society Automotive Engineers)
SAE adalah alat identifikasi untuk membantu sesorang memilih jeis kekentalan suatu oli.
– Semisal SAE 5W – 30. Ini artinya oli yang kita pilih memiliki tingkat kekentalan 5 saat musim dingin (5W : 5 winter) dan 30 saat pada saat suhu panas.
– Ada pula oli yang tidak merujuk pada SAE yaitu oli yang di rekomendasikan suatu perusahaan berdasarkan keaadan alat mereka. Artinya mereka memberikan rekomendasi sendiri oli untuk alat berat mereka dengan panduan dari buku manual tentang klasifikasi oli yang harus di gunakan untuk konsumsi alat berat mereka.

 

¤ Kualitas. 

 

Mesin alat berat yang berupa diesel harus memastikan memakai oli dengan kategori yang tepat. Memilih Oli untuk alat berat bermesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin. Oli mesin diesel menghasilkan banyak jelaga dalam sisa pembakarannya. Dari itu oli yang di gunakan harus di tambah dengan zat aditif, dispersant dan deterjen untuk menjaga oli tetap bersih. Untuk oli alat berat atau heavy duty klasifikasi oli di kelompok kan menjadi beberapa kelompok diantaranya yaitu :
– CH-4 Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 1998. . Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang /sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.
– CI-4 Terbit 5 September 2002. Untuk mesin high speed, 4-tak yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang /sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.
– CI-4 PLUS Tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CI-4 PLUS juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya. Ini adalah oli serba guna.
Untuk tipe Oli ini kami merekomendasikan OLI Caltex Delo 400 Multigrade yang mampu bertahan di interval pergantian hingga 500 HM dengan analiza lab yang masih tetap normal
¤ Kontaminasi.
Kontaminasi adalah bercampur nya suatu zat kedalam oli sehingga menyebabkan oli berubah bentuk dan sifatnya. Kontaminasi pada oli biasanya berupa debu dan kotoran – kotoran hasil pembakaran yang tidak sempurna (jelaga). Air dari hasil sisa pembakaran. Dan debu yang berasal dari celah antara komponen. Untuk mendapatkan kerja yang maksimal dan komponen mesin yang tahan lama memilih oli untuk alat berat memang sulit. untuk itu coba anda konsultasikan tipe engine anda untuk penggunaan oli yang tepat

on
Untuk mendapatkan umur pemakaian alat berat yang maksimum, lakukan suatu pemeriksaan harian yang menyeluruh sebelum naik ke alat berat dan sebelum menghidupkan engine.
Setiap hari, lakukan prosedur yang berlaku bagi alat berat anda :
  1. Kepala silinder boom ( Konfigurasi long reach ) “beri pelumasan”.
  2. Persambungan boom, stick dan bucket ( Konfigurasi long reach ) “beri pelumasan”.
  3. Persambungan buket “beri pelumasan”.
  4. Ketinggian sistem pendinginan “periksa”.
  5. Ketinggian oli engine “periksa”.
  6. Separator air sistem bahan bakar “kosongkan”.
  7. Air dan sedimen tangki bahan bakar “buang”.
  8. Ketinggian oli hidrolik “periksa”.
  9. Indikator dan meteran “Uji”.
  10. Sabuk pengaman “periksa”.
  11. Penyetelan track “periksa”
  12. Alarm travel “uji”
  13. Undercarriage “periksa”
 
Jadwal Perawatan Periodik Alat Berat Excavator
 
 
Setiap 250 jam pertama :
  • Jarak celah katup engine – Periksa
  • Oli final drive – Ganti
  • Filter oli sistem hidrolik ( case drain ) – Ganti
  • Filter oli sistem hidrolik (pilot) – Ganti
  • Filter oli sistem hidrolik (balik) – Ganti
  • Olie swing drive – Ganti
  • Element filter primer (water sparator) sistem bahan bakar – Ganti
  • Filter sekunder sistem bahan bakar – Ganti
Setiap 500 jam pertama :
  • Breather karter engine – Bersihkan
  • Oli engine dan filter – Ganti
  • Element filter primer (water sparator) sistem bahan bakar – Ganti
  • Filter sekunder sistem bahan bakar – Ganti
  • Filter ketiga sistem bahan bakar – Ganti
  • Penutup tangki bahan bakar dan saringan – Bersihkan

on

Di troubleshooting kali ini saya akan menjelasakan langkah-langkah pencarian masalah pada kasus excavator yang swingnya tidak berfungsi. Dan jelas jika swing tidak berfungsi maka excavator tidak dapat berputar, dan tidak dapat bekerja. Sebelum ke langkah troubleshooting, pastikan swing reduction gear dan swing bearing tidak bermasalah.

Cara pengecekannya akan kita bagi 3 system yaitu :

  1. Main circuit
  2. Pilot circuit
  3. Elektrik circuit

Ikuti langkah-langkah untuk pencarian masalahnya

1. Main Circuit

Dalam main circuit berikut langkah-langkahnya :

  • Periksa tekanan hidrolik swing dengan cara menggerakan swing dan lihat tekanan hidroliknya (std 30 Mpa ) Cara cek tekanan hidrolik .
  • Jika tekanan kurang dari standart dan tidak dapat berputar, ada kemungkinan kerusakan dalam motor swing, biasanya pada bagian valve plate dan rotor.
  • Periksa apakah spool di control valve bagian swing berfungsi dengan baik.
  • Jika tekanan hidrolik standart tapi tidak dapat berputar, maka ada kemungkinana swing parking brake bermasalah
  • Bongkar swing motor dan periksa komponen parking brake, biasanya pistonya macet.
  • Periksa swing relief valve

2. Pilot Circuit

  • Periksa tekanan secondary pilot hidrolik (std 4 Mpa)
  • Jika tekanan normal langkah selanjutnya cek tekanan dari solenoid parking brake ke arah swing motor, jika tidak ada tekanan maka ada masalah pada spool solenoid
  • Biasanya jika terjadi swing tidak dapat berputar msalahnya pada system swing parking brake
  • Cek apakah make up valve berfungsi dengan baik. (make up valve berada pada head swing motor

3. Electric Circuit

  • Dalam swing system hanya terdapat 2 circuit yaitu sensor pressure parking brake dan solenoid parking brake. Macam-macam sensor pada excavator
  • Periksa voltage yang ke solenoid swing parking brake pada saat handle swing di gerakan ( di beberapa alat ada yang pakai switch parking brake tersendiri).
  • Jika voltage tidak mencapai 24 v maka kemungkinana kerusakan controller atau pada kabel dari controller ke solenoid
  • Periksa sensor swing parking brake

on

Mesin atau alat hidrolik yang digunakan bekerja, terkadang mengalami kerusakan atau gangguan sehingga tidak dapat dioperasikan adapun, tanda-tanda kerusakan yang biasa terjadi pada sistem hidrolik antara lain:

 Sistem berhenti. Artinya dalam keadaan operasi tiba-tiba sistem berhenti tanpa dikehendaki atau pada waktu akan dioperasikan sistem tidak mau bekerja.

Getaran yang berlebihan. Bila terjadi getaran yang tidak seperti biasanya selama operasi atau getaran yang berlebihan berarti ada suatu kelainan. Kelainan itu disebabkan oleh apa dan di bagian mana, itulah yang harus dicari.

Terdengar suara asing Suara asing yang tidak biasa terdengar perlu dicurigai dan perlu dicermati kemudian segera mengambil keputusan.

Meningkatnya suhu alat. Apabila suhu meningkat dengan tajam perlu kiranya segera memberhentikan mesin kemudian menyelidiki kelainan apa yang terjadi.

Tercium bau asing. Termasuk apabila timbul bau-bau yang tidak biasanya terjadi, seperti bau terbakar, perlu segera diselidiki dengan menghentikan mesin terlebih dahulu.

bila muncul tanda-tanda seperti tersebut di atas pada saat mengoperasikan sistem hidrolik (dalam keadaan bekerja), maka operator alat harus segera menghentikan alat dan melapor kepada bagian maintenance. Dalam mencarian gangguan pada sistem hidrolik, teknisi dianjurkan untuk melakukan tahapan-tahapan dalam mencari kerusakan tersebut, yaitu :

Menguasai sistem.

Untuk dapat menguasai sistem seorang teknisi harus mempelajari anatara lain : Buku petunjuk pengoperasian, agar memahami betul cara pengoperasian yang benar, kemudian mempraktekkannya, Buku petunjuk pemeliharaan (maintenance manual) agar anda menguasai cara kerja sistem, aliran fluida, jenis komponen, cara memelihara dan memperbaiki sistem. Di sini anda harus dapat membaca diagram sirkuit hidrolik, step diagram dan grafik urutan kerja.

Mencari Informasi Dari Operator

Langkah selanjutnya adalah mencari informasi dari operator mesin tentang mesin yang dioperasikan. Pertanyaaan penting yang harus ditanyakan antara lain : apakah mesin / alat mendapat gangguan/ kerusakan pada waktu Bekerja (dalam keadaan switch-on), apakah gangguan semacam ini pernah/sering terjadi sebelumnya, apakah operator telah memperbaiki atau telah mengubah posisi switch (mematikan mesin), bagaimana mesin / alat itu ketika dioperasikan, dll.

Mengoperasikan  Alat

Operasikan mesin/alat tersebut sesuai dengan prosedur warming up, beban ringan sampai beban penuh bila mungkin. Buktikan sendiri apa yang telah diinformasikan oleh operator tadi, perhatikan setiap gerakan, lihat, dengar, cium dan rasakan apakah tanda-tanda seperti tersebut di atas muncul dan kalau muncul di bagian mana. Periksa alat ukur (pressure gauge misalnya) apakah alat tersebut menunjukkan kelainan pengukuran atau bahkan alat itu yang rusak. Bila mesin/alat sudah tidak dapat dihidupkan lagi, coba gerakkan bagian-bagian yang lain apakah masih berfungsi atau juga sudah mengalami kerusakan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan suatu informasi tambahan. Setelah mengoperasikan atau menggerakkan, lanjutkan dengan memeriksa visual bagian-bagian yang anda curigai. Untuk memeriksa dengan membuka sistem hidrolik yang bertekanan, kosongkan dulu oli yang bertekanan untuk kembali ke tangki hidrolik. Oli yang bertekanan tinggi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

Menginspeksi atau memeriksa Alat

Dari hasil pengamatan anda selama mengoperasikan mesin tadi tentu anda telah mencurigai bagian-bagian yang mengalami  gangguan. Periksalah bagian tersebut dengan cermat, tetapi jangan lupa coba periksa oli dalam tangki hidrolik, level permukaannya, keadaannya apakah berbuih,atau berubah seperti susu, apakah oli sangat kotor, apakah filter tersumbat dan sebagainya. Demikian juga perhatikan baik-baik semua komponen barang kali ada yang retak atau bocor atau kendor dan sebagainya.

Membuat daftar kemungkinan penyebab gangguan.

Dari hasil catatan-catatan pada waktu melakukan inspeksi anda dapat membuat daftar kemungkinan-kemungkinan penyebab kerusakan. Dan ingat bahwa satu kerusakan sering kali dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang lain.

Mengambil kesimpulan

Dari daftar penyebab kerusakan tadi anda dapat membuat analisis untuk menyimpulkan bagian mana yang mengalami gangguan.

Mengetes Kerusakan

Hidupkan sistem hidrolik dan gerakkan aktuator beberapa cm ke atas kemudian posisikan penggerak katup pada posisi netral dan matikan mesin. Tahanlah beban (disangga) kemudian lepas selang balik dan tutuplah selang tersebut. Setelah itu posisikan penggerak katup kebalikan dengan posisi pertama dan lepaskan penyangga. Perhatikan apakah pada lubang katup (port) yang dibuka tadi ada bocoran atau tidak. Hidupkan mesin dan gerakkan piston beberapa cm kemudian matikan kembali. Lepas selang pada bagian yang tidak bertekanan dan tutuplah selang tersebut. Hidupkan kembali mesin dan perhatikan lubang (port) yang telah terbuka, apakah ada bocoran atau tidak. Untuk ujung sebaliknya sama seperti itu caranya.