Category: spare part excavator morowali

on

Ekskavator amfibi adalah jenis ekskavator yang dilengkapi dengan ponton tersegel yang memungkinkannya melakukan pengerukan saat mengapung di perairan dangkal. Ponton dibangun dari baja high tensile dan tahan korosi dan air laut. Ini memastikan ekskavator dapat beroperasi dalam kondisi yang paling menuntut. Ekskavator ini sepenuhnya self-propelled menggunakan sistem track drive hidrolik langsung.

Pengeruk excavator yang amfibi undercarriages adalah salah satu inovasi baru di dunia peralatan industri. Ekskavator ini mampu beroperasi di lahan basah yang sulit ditemukan di seluruh dunia, terutama di Amerika Utara dan Eropa. Secara historis, para insinyur harus mencari cara untuk menciptakan tanah yang kokoh untuk mesin-mesin ini dengan membangun jalan atau membawa tongkang melalui kanal. Dalam upaya untuk mengurangi biaya overhead yang terlibat dengan lahan basah aplikasi pompa industri, insinyur mengembangkan undercarriage amfibi. Undercarriage amfibi dapat dipasang ke ekskavator dan alat berat lainnya, memberi mereka daya apung dan kemampuan untuk bekerja di lingkungan basah tanpa perlu konstruksi tambahan.

Modifikasi peralatan amfibi ideal untuk mengangkut pekerja dan peralatan dengan aman ke tempat kerja di atas medan yang terlalu lunak untuk berjalan dan terlalu padat untuk mengapung. Sebelumnya, proyek-proyek industri ini akan membutuhkan pekerja untuk membangun kanal, jalan, atau platform sebelum mengoperasikan alat berat di rawa dan rawa. Tidak hanya proses ini memakan waktu, tetapi juga sangat mahal dan berpotensi merusak lingkungan lokal. Namun, jalan-jalan dan kanal-kanal ini diperlukan untuk mendukung banyak mesin besar di lahan lunak atau basah. Dengan dukungan ekskavator amfibi, banyak langkah dapat dihilangkan dengan mengendarai mesin langsung ke tempat kerja.

Fitur Excavator Amfibi

Fitur utama yang terlihat dari undercarriage amfibi adalah fakta bahwa ia dapat memberikan daya apung melalui ponton tertutup. Ponton, yang dapat diperpanjang, memungkinkan ekskavator mengapung di atas air dengan opsi untuk memasang spuds vertikal jika tidak ada lahan yang dapat diandalkan untuk beroperasi. Gerakan dicapai melalui rantai lintasan yang menggunakan sistem penggerak hidrolik multi-sinkron. Rantai lintasan juga membantu bantuan dengan pengapungan, memberikan tingkat efisiensi traksi yang lebih tinggi dan stabilitas atas berbagai kondisi tanah yang lebih luas. Ekskavator juga memiliki kemampuan untuk memasang berbagai attachment yang berbeda, termasuk pompa pengeruk excavator. Keserbagunaan ini memungkinkan operator untuk melakukan berbagai tugas untuk berbagai aplikasi industri.

Aplikasi industri

Akal sehat menunjukkan bahwa peralatan amfibi hanya berguna di selatan di sekitar lahan basah yang luas, tetapi ada banyak skenario yang secara efektif dapat menggunakan peralatan amfibi. Proyek di sekitar pantai samudra, dasar sungai, dan banjir baru-baru ini adalah semua area yang bagus untuk menggunakan peralatan amfibi untuk menghemat biaya. Peralatan amfibi dapat berfungsi secara efisien dalam beragam aplikasi termasuk upaya pemulihan banjir dan bencana, pengerukan, perbaikan lingkungan, dan berbagai proyek konstruksi seperti peletakan saluran pipa, tanggul, atau jalan raya.

Peralatan amfibi juga merupakan pilihan terbaik untuk pengerukan lingkungan. Pengerukan seringkali terhalang oleh kedalaman air yang dangkal karena ekskavator dapat dengan mudah terjebak atau memiliki jangkauan yang terbatas. Karena peralatan amfibi dapat mengapung di air dan berkendara di darat, operator tidak perlu khawatir terlalu dekat atau terlalu jauh dari tepi air. Lintasan yang lebar dan berat yang rendah menghasilkan tekanan tanah yang kecil sementara peralatan yang lebih berat menciptakan jalur trek yang dalam. Selain itu, kemampuan untuk memasang pompa pengerukan langsung ke ekskavator memungkinkan pergerakan dan laju produksi yang optimal.

on

Sistem Pendingin pada Alat Berat
Semua fluida yang digunakan pada mesin alat berat, menyerap dan membawa panas yang dihasilkan komponen seperti pompa dan silinder. Fluida harus mengalir sebanyak mungkin menuju sisi pembuangan panas pada reservoir sebelum oli masuk kembali kedalam pompa.

Beberapa desain sistem tidak memungkinkan pemindahan fluida yang memadai ke reservoir, umumnya pada line hidrolik yang panjang dari rod end silinder. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan panas dan oksidasi fluida pada segment sirkuit yang terisolasi dan menyebabkan kerusakan fluida dan komponen. Pada sistem seperti ini, desain yang dibuat adalah dengan mengalirkan oli menuju oil cooler.

Penurunan efisiensi karena terbentuknya panas dapat terjadi pada semua sistem hidrolik. Meskipun sistem hidrolik didesain sebaik mungkin, masih tetap terjadi kehilangan input tenaga sebesar 20 % akibat terbentuknya panas. Reservoir hidrolik terkadang tidak sanggup untuk membuang semua panas yang timbul dan pada kasus ini digunakan cooler. Bahkan sistem yang dirancang dengan baikpun masih dapat menghasilkan panas sekitar 20% dari keseluruhan power tenaganya.

Cooler pada alat berat dibagi menjadi dua, yaitu: air cooler dan water cooler. Berikut ini penjelasannya:

Air Cooler
Pada subuah cooler udara (air cooler), fluida dipompakan melalui pipa yang dipasang fin. Untuk membuang panas, udara ditiupkan pada tube dan fin oleh sebuah kipas. Cara kerjanya sama dengan cara kerja radiator automobileCooler udara (air cooler) umumnya digunakan dimana air tidak tersedia atau terlalu mahal.

Water Cooler
Cooler air (water cooler) pada dasarnya terdiri dari sekelompok pipa didalam selubung logam . Pada cooler ini, fluida sistem hidrolik, biasanya dipompa melewati selubung hidrolik sistem dan melewati pipa yang didalamnya dialiri air pendingin.

Cooler disebut juga shell-and-tube type heater exchanger. Alat ini bernama pengganti panas (heat exchanger) karena selain didinginkan, fluida hidrolik juga dapat di panaskan menggunakan peralatan ini dengan mengalirkan air panas didalam tube.

Pendingin dalam Sirkuit
Cooler selalu memiliki batas kemampuan beroperasi pada tekanan rendah (150 PSI). Oleh karena itu, cooler ditempatkan pada bagian sistem yang memiliki tekanan rendah. Jika tidak memungkinkan, cooler dapat dipasang dengan sistem sirkulasi sendiri.

Untuk meyakinkan gelombang tekanan dibagian dalam line tidak merusak cooler tipe shell– dan –tube, maka cooler dipasang pada sistem secara parallel dengan dilengkapi sebuah check valve 65 PSI. Cooler dapat ditempatkan pada return line sistem, setelah relief valve,atau pada line case drain variable volume pressure compensated pump.

Iso Symbol Fluid Conditioner
Simbol umum yang digunakan untuk fluid conditioner adalah diamond seperti terlihat pada gambar di atas. Beberapa tipe berbeda simbol fluida conditioner dapat dibuat dengan melakukan sedikit perubahan atau penambahan terhadap simbol dasar ini.

Lambang pertama adalah filter atau strainer yang ditunjukkan dengan garis putus-putus vertikal di dalam simbol. Garis ini menunjukkan media penyaring dimana fluida atau gas akan mengalir. Separator dengan manual drain di gambarkan dengan garis horizontal dibagian bawah diamond.

Bagian pada simbol menunjukkan ruang terpisah untuk mengendapkan air dari bahan bakar. Garis pendek yang memanjang dari bagian bawah simbol menunjukkan saluran pembuangan manual (manual drain). Pembuangan otomatis akan ditunjukkan dengan penambahan tanda “V” dibawah garis horizontal seperti ditunjukan pada simbol paling bawah dari gambar diatas. Simbol sebelah kanan merupakan kombinasi filter separator dangan pembuangan (drain) manual dan otomatis. Gambar sebelah kanan di atas filter separator merupakan simbol sirkuit oli cooler yang dapat berupa tipe cooler udara dan cooler air.

on

Berikut ini akan diberikan contoh dari berbagai macam tipe bucket, boom, arm, dan perlengkapan kerja lainnya yang biasa digunakan pada sebuah hydraulic excavator.

Bucket merupakan perlengkapan yang terdapat pada sebuah hydraulic excavator. Fungsi utama bucket pada hydraulic excavator adalah untuk menggali (digging) dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu dan lain-lain. Berikut ini ditunjukkan berbagai macam tipe dari bucket yang digunakan pada hydraulic excavator.

  • Ripper Bucket

Ripper bucket sangat cocok digunakan untuk bekerja di daerah bebatuan atau tanah liat, dimana bucket biasa tidak mampu bekerja secara optimal. Pekerjaan loading juga dapat menggunakan bucket seperti ini.

  • Trapezoidal bucket

Trapezoidal bucket sangat baik digunakan untuk pembuatan saluran air (drainase) atau kanal irigasi.

  • Slope finishing bucket

Dengan konstruksi bucket yang sedemikian rupa, bucket ini cocok sekali digunakan untuk pembuatan slop saluran kanal irigasi atau sungai.

  • Ditch cleaning bucket

Sangat cocok digunakan untuk pengerukan lumpur pada parit atau sungai. Bucket ini memiliki lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk mengeluarkan air, sehingga material keras saja yang dikeruk.

  • Clamshell bucket

Clamshell bucket digunakan untuk penggalian dengan arah tegak lurus.

Boom dan Arm juga merupakan bagian dari perlengkapan kerja pada sebuah hydraulic excvator. Berikut ini adalah beberapa tipe arm yang digunakan pada hydraulix excavator.

  • Extension arm

Dipasangkan pada arm standard untuk jangkauan yang lebih panjang.

  • Short arm

Short arm merupakan salah satu kelengkapan pada hydraulic excavator yang digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan dengan area terbatas.

  • Long arm & super long front

Long arm & super long front digunakan untuk memperpanjang jarak jangkauan.

Breaker adalah peralatan yang dipasang pada excavator yang berfungsi untuk memecah batu. Breaker di pasang pada bagian depan dari arm (menggantikan bucket).

on

Pada pembelian excavator, umumnya pembeli akan menerima unit yang sudah dilengkapi bucket standar, kecuali ada permintaan khusus dari pembeli. Bucket standar merupakan bucket yang bisa digunakan pada hampir semua material.

Umumnya bucket jenis ini direkomendasikan untuk digunakan secara normal. Pengertian normal adalah untuk pekerjaan penggalian material standar, yang umumnya dipakai sebagai patokan material dengan densitas kurang dari 1,7 ton/m3.

Namun selama umur pakainya, seringkali excavator digunakan pada pekerjaan penggalian material yang densitasnya berbeda-beda. Misalkan, pada suatu periode excavator bekerja pada area pembukaan lahan perkebunan yang terdiri dari topsoil, namun pada periode yang lain excavator pindah bekerja pada area penggalian tanah yang berbatu-batu. Pada situasi seperti ini tentu saja excavator seringkali bekerja pada material yang densitasnya tidak sesuai dengan fungsinya.

Sebuah bucket standar yang sering digunakan untuk bekerja pada area berpasir apalagi berbatu-batu yang bersifat abrasif, akan cepat terkikis atau mengalami kerusakan. Semakin lama dan semakin sering dipergunakan untuk material-material seperti ini, maka usia pakainya semakin cepat berkurang.

Seringnya perbaikan atau bahkan penggantian bucket akan berpengaruh terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Ketimbang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perbaikan atau penggantian bucket maka akan lebih efisien jika dilakukan pengerasan pacda bucket sehingga usia pakainya menjadi lebih lama.

Anda mungkin sudah sangat mengenal dengan istilah kuku bucket (teeth) atau side cutter. Baik teeth maupun side cutter adalah cara yang sering dilakukan untuk memperkeras bucket. Namun sayangnya cara ini tidak selalu bisa menjawab persoalan yang ada. Karena fungsi dari teeth dan side cutter lebih pada memecah material yang akan diganti, sementara kita ketahui bucket bekerja setiap menggali dan memindahkan material.

 

Pada saat bucket menggali material timbul gesekan dengan material yang digalinya. Gesekan ini terjadi pada bagian-bagian tertentu bucket. Umumnya bagian yang paling sering mengalami gesekan adalah bagian bawah dan sisi samping bucket.

Pada bucket standar, sisi bawah dan samping dari bucket menggunakan material yang sama berupa pelat besi dengan ketebalan yang sama. Untuk membuat sisi bawah dan samping bucket lebih kuat dapat ditambahkan dengan tambahan pelat yang dinamakan armoured bar.

Armoured bar menggunakan prinsip yang digunakan untuk melapis kendaraan militer sehingga lebih tebal dan tahan terhadap serangan peluru atau ledakan. Material armoured bar sendiri menggunakan baja khusus yang lebih tebal dan keras daripada pelat untuk bucket. Untuk menambah kekerasan armoured bar, umumnya armoured bar memiliki permukaan dengan pola tertentu, seperti bulatan-bulatan menonjol atau garis menonjol.

Dengan armoured bar ini, keausan dan kerusakan bucket bisa dikurangi, yang pada akhirnya akan mengurangi biaya perawatan, mempercepat waktu perbaikan serta mengurangi down time.

Walaupun sepintas terlihat mudah memasang armoured bar, Anda harus memperhatikan cara-cara pemasangan armoured bar yang baik. Pemasangan armoured bar terdiri dari 3 proses, yaitu pemotongan, pembengkokan dan pengelasan.

Pemotongan

Pemotongan armoured bar dilakukan dengan menggunakan gerinda potong yang abrasif (abbrasive cutting disc) dengan mesin gerinda kecepatan tinggi. Bila pemotongan armoured bar dilakukan dengan las potong gas, gunakan cutting nozzle  No. 1.

Pembengkokan

Untuk membengkokan armoured bar mengikuti permukaan bucket, lakukan pengelasan pada sisi ujung armoured bar. Tujuan pengelasan ini adalah memanaskan armoured bar sehingga bisa dibengkokkan dengan mudah. Selagi armoured bar panas, armoured bar dipukul-pukul dengan palu untuk membengkokan sesuai permukaan bucket.

Untuk proses pemanasan ini, lakukan pada batasan tidak melebihi 200 0 C, agar tidak mengubah struktur armoured bar. Seperti kita ketahui pemanasan yang berlebihan akan mengubah struktur atom-atom besi penyususn armoured bar. Pemanasan yang berlebihan akan membuat armoured bar menjadi rapuh.

Pengelasan

Lakukan pengelasan dengan menggunakan normal welding rod.