Category: spare part excavator morowali

on

Saat hauling, Dump Truck biasanya menempuh jarak jauh dari site ke disposal atau port site. Bahkan panjang jalan Hauling batubara di Sumatera Selatan yang dikelola oleh PT Servo Lintas Raya mencapai 113 KM.

Dalam proses hauling, kondisi ban Dump Truck sangat penting untuk memastikan muatan sampai sesuai jadwal. Namun, kesalahan sepele atau kurangnya pengetahuan dapat membuat ban cepat rusak, kemudian memperlambat hauling bahkan memaksa perusahaan mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi. Apalagi jika harus mengganti ban Dump Truck dengan yang baru.

Oleh karena itu, Kami telah merangkum 7 kesalahan yang dapat memperpendek umur ban Dump Truck untuk Anda hindari beserta solusinya:

1. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Under-inflation dan over-inflation sangat tidak disarankan! Beban pada Dump Truck sebenarnya diangkut oleh tekanan udara dalam ban. Tekanan udara ini juga yang mempengaruhi luas area permukaan ban yang melakukan kontak dengan permukaan jalan.

Peningkatan panas menyebabkan ban semakin rentan terhadap aus dan goresan. Bahkan, kondisi ban botak yang tidak bisa merendam panas akan meningkatkan potensi ban meledak. Daya traction ban pada permukaan jalan dan rem yang berkurang juga sangat berbahaya bagi operator dan Dump Truck.

Oleh karena itu, periksa maksimum tekanan udara ban yang dianjurkan oleh manufaktur dan pertahankan tekanan udara dalam ban sesuai dengan kapasitas muat dengan pengecekan berkala.


2. Overload

Setiap ban memiliki load index untuk menunjukkan kapasitas angkut sebuah ban. Semakin besar ukuran ban, semakin tinggi juga angka load index.

Jika Anda mengangkut muatan lebih berat dari index, ban dapat mengalami peningkatan panas yang memicu aus dan rusak lebih cepat. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari overload.


3. Sumbu As Roda (Alignment) Kurang Seimbang

Pemasangan sumbu as roda Dump Truck dan kendaraan lainnya harus benar-benar sesuai dan seimbang, yaitu zero toe dan zero camber. Ketidaksuaian pemasangan akan berakibat pada peningkatan panas dan aus pada ban karena gaya gesek antara permukaan ban dan jalan tidak rata.


4. Jenis Ban Tidak Sesuai

Setiap jenis ban memiliki kemampuan dan kekurangan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan dan muatan. Menggunakan jenis ban yang tidak sesuai akan memperpendek umur ban dan memicu kecelakaan ketika hauling.

Berikut hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih jenis ban:

a. Tread pattern mempengaruhi traction, flotation, dan ketahanan terhadap aus, robek, dan panas. Tread pattern pada ban bisa dibedakan menjadi 7 jenis, yaitu Rock Pattern Tread Design, Traction Pattern Tread Design, Block Pattern Tread Design, Rib Pattern Tread Design, Smooth Pattern Tread Design, Highway & Off-road Tread Design, dan Flotation Tread Design.

b. Tyre Construction terdiri dari jenis radial, bias, dan solid. Tyre Construction mempengaruhi tingkat rolling resistance, konsumsi bahan bakar, daya angkut muatan, dan kecepatan berkendara dari ban.

c. TKPH (Tonne Kilometres per Hour) merupakan ukuran kapasitas kerja ban sehingga dapat dijadikan patokan pemilihan ban yang tepat sesuai kebutuhan.
TKPH tinggi: daya tahan panas lebih baik, namun daya tahan aus ban ini lebih rendah.
TKPH rendah: daya tahan panas lebih lemah, namun daya tahan aus lebih baik dari TKPH tinggi.

Selalu cek ketiga poin di atas sebelum memilih menggunakan atau membeli jenis ban untuk Dump Truck Anda. Sesuaikan juga jenis ban dengan yang direkomendasikan oleh manufaktur Dump Truck.


5. Terlalu Lama Tidak Dipakai

Telapak ban yang lama tidak dipakai akan menjadi tipis karena mengalami proses oksidasi atau pelapukan. Semakin tipis telapak ban, jarak pengereman akan semakin panjang dan daya cengkraman menurun terutama di permukaan jalan basah atau tergenang. Alat berat pun berpotensi mengalami aquaplaning yang dapat memicu terjadinya kecelakaan.


6. Pengoperasian Kurang Profesional

Gaya pengoperasian Dump Truck sangat berpengaruh pada umur dari ban. Memacu kencang Dump Truck pada jalan yang kasar dapat membuat ban kehilangan cengkraman pada permukaan jalan (bouncing) dan meningkatkan tekanan pada sidewall ban. Menerjang berbagai material yang ada di jalan hauling pun berbahaya karena dapat merusak permukaan ban.

Rem tiba-tiba, cepat, dan kasar yang sering dilakukan juga akan mempercepat aus pada satu area datar (flat spot) ban. Disarankan, Anda mengganti ban yang mengalami flat spot cukup parah dengan ban yang baru untuk keamanan.

Sangat diperlukan standarisasi pengoperasian Dump Truck untuk mencegah ban cepat aus atau rusak. Berikan training dan pengetahuan yang cukup bagi operator Dump Truck Anda.


7. Maintenance Tidak Berkala

Sama seperti part Dump Truck lainnya, ban harus dicek dan diberi maintenance secara berkala. Mulai dari tekanan udara ban, tutup katup ban, sampai telapak ban.

Pastikan tekanan udara ban telah sesuai. Tidak disarankan untuk mengurangi tekanan udara ketika suhu ban panas setelah dioperasikan. Ban yang baru menempuh perjalanan lumrah menjadi lebih panas dari saat idle.

Periksa juga kedalaman telapak ban telah mencapai TWI (Tread Wear Indicator) atau belum. Jika sudah, segera ganti ban Dump Truck dengan yang baru. Ban yang sudah aus memiliki cengkraman yang lemah dan malah berbahaya jika dipakai Dump Truck untuk hauling.

 

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Dump Truck biasa digunakan untuk mengangkut berbagai material untuk keperluan konstruksi dan tambang, misalnya, pasir, kerikil, bahkan batubara. Alat berat yang memiliki daya tampung sangat besar ini biasa melalui jalan yang cukup panjang dengan jenis lingkungan bervariasi, dari area ‘keras’ pada area tambang sampai jalanan yang beraspal halus.

Dalam perjalanan, bukan tidak mungkin Dump Truck dapat mengalami kerusakan tiba-tiba. Selain menghambat operasional dan berbahaya dari segi keselamatan, kerusakan pada Dump Truck juga dapat menambah biaya yang harus dikeluarkan, seperti untuk membeli parts baru, reparation, atau bahkan mengganti Dump Truck dengan yang baru.

Di sinilah maintenance memegang peranan penting. Maintenance yang dilakukan harus sesuai dengan Dump Truck dan dilakukan berkala untuk menjaga ‘kesehatan’ dari setiap parts dari alat angkut raksasa ini sehingga dapat berumur panjang.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk maintenance Dump Truck? Simak 7 Hal Penting dalam Maintenance Dump Truck berikut.

  1. Periksa filter dan ketersediaan bahan bakar di tangki. Gantilah filter bahan bakar secara berkala untuk mencegah filter tidak berfungsi dengan baik, terutama di area tambang dan konstruksi. Kotoran yang menumpuk tebal pada filter dapat meloloskan kotoran halus masuk ke dalam mesin Dump Truck dan menimbulkan kerusakan pada mesin.
  2. Selalu lakukan pemanasan mesin kurang lebih selama 5 menit sebelum mengoperasikan Dump Truck. Hal ini akan membuat mesin terlumasi lebih merata sehingga mesin dapat lebih awet.
  3. Perhatikan frekuensi pemberian oli mesin, terutama untuk Dump Truck yang beroperasi di area tambang dengan lingkungan yang cukup ‘keras’. Setidaknya, periksa level oli dua kali seminggu.

    Gunakan juga oli yang direkomendasikan oleh manufaktur Dump Truck. Mungkin oli yang direkomendasikan cukup mahal, namun akan lebih baik menggunakan oli berkualitas yang sesuai daripada menggunakan oli murah yang tidak memberi manfaat positif pada Dump Truck.

  4. Inspeksi rutin bagian hidrolik Dump Truck dari kondisi fisik sampai level oli hidrolik. Goresan pada bagian hidrolik meningkatkan potensi aus lebih cepat yang memicu kebocoran oli.

    Sama seperti nomor 3, gunakan oli hidrolik yang direkomendasikan agar performa tetap optimal dan bagian hidrolik Dump Truck dapat lebih awet.

  5. Bersihkan bagian exterior dan interior Dump Truck secara berkala. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan Pressure Wash karena dapat membersihkan kotoran membandel yang menempel pada bagian Dump Truck, seperti sisa-sisa muatan atau lumpur pada ban. Namun, pastikan untuk menghindari bagian yang rentan saat menggunakan Pressure Wash, seperti kaca spion dan lampu karena berpotensi rusak/pecah.

    Membersihkan exterior secara berkala dapat mencegah kotoran menempel pada area sambungan di Dump Truck, yang dapat menyebabkan karat, goresan, dan berbagai kerusakan minor lainnya. Namun, kerusakan minor ini lama-lama dapat menjadi pemicu kerusakan yang lebih besar dengan biaya perbaikan yang lebih besar juga.

    Kebersihan interior juga penting terutama untuk kenyamanan dan kesehatan operator Dump Truck sehingga dapat meminimalkan gangguan (seperti gangguan pernafasan: batuk, bersin, dan sejenisnya) ketika mengoperasikan kendaraan besar ini.

  6. Pasang dan inspeksi ban Dump Truck sesuai dengan anjuran. Pemasangan ban sampai tekanan udara pada ban yang tidak sesuai dapat menyebabkan beragam masalah, mulai dari ban cepat rusak sampai patahnya as roda. Selain sangat berbahaya bagi operator Dump Truck dan sekitarnya, pemasangan dan perawatan ban yang lalai dapat menyebabkan pengeluaran biaya besar karena harga ban Dump Truck cukup tinggi.
  7. Bawa Dump Truck untuk periodical service sesuai interval yang telah ditentukan. Perhatikan juga perawatan yang harus dilakukan setelah mencapai angka tertentu dari jenis interval tersebut.

    Periodical service yang disiplin akan menjaga performa Dump Truck tetap baik. Bahkan, Dump Truck dapat mencapai masa/umur maksimal yang direkomendasikan oleh manufaktur.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Rental alat berat merupakan salah satu trend yang populer dilakukan baik di industri pertambangan atau konstruksi di seluruh dunia. Rental alat berat menghemat modal, meningkatkan fleksibilitas, dan membebaskan perusahaan dari biaya dan kompleksitas yang biasa dihadapi, terutama dalam hal maintenance. Itulah mengapa jumlah perusahaan yang bergerak di industri rental alat berat semakin banyak selama beberapa tahun terakhir.

Walaupun rental alat berat memudahkan perusahaan dalam berbagai masalah yang biasa mereka hadapi, bukan berarti masalah tersebut hilang begitu saja. Masalah itu hanya berpindah tangan, menjadi masalah perusahan rental yang menyewakan alat beratnya. Tidak hanya itu, biasanya masalah tersebut menjadi lebih kompleks karena proses penyewaan dan pemakaian alat berat dipakai oleh pihak kedua.

Apabila anda merupakan salah satu personil yang bergerak di industri rental perusahaan alat berat, berikut adalah tantangan-tantangan yang biasanya anda hadapi :

1. Kekurangan sumber daya manusia

Perusahaan rental biasanya memiliki banyak project yang melibatkan alat berat anda. Project tersebut berada di lokasi yang berbeda dan tidak berdekatan, sehingga daya jangkau perusahaan semakin besar. Oleh karena itu, segala aktivitas (seperti maintenance dan breakdown) yang melibatkan human resources perusahaan semakin kompleks. Perusahaan perlu memiliki beberapa mekanik/operator yang dapat dikirim ke lokasi alat berat mereka kapanpun, sehingga anda harus menciptakan timetable dan jadwal yang jelas untuk setiap mekanik/operator tersebut.

2. Ekspektasi customer yang tinggi

Dengan semakin besarnya persaingan di industri rental alat berat, semakin besar juga ekspektasi dan tuntutan dari customer yang akan menyewa alat berat anda. Untuk dapat mendapatkan customer baru dan mempertahankan customer tetap anda, anda harus dapat melakukan dua hal utama yaitu, memiliki alat berat availability yang tinggi, dan customer service yang memuaskan. Artinya, anda harus memastikan bahwa alat berat yang anda sewakan dapat digunakan semaksimal mungkin oleh customer, dan anda mampu memberikan solusi terbaik ketika terjadi sesuatu terhadap alat berat anda.

3. Kurangnya utilisasi alat berat yang dimiliki

Seperti dijelaskan sebelumnya, alat berat anda harus memiliki availability semaksimal mungkin. Artinya, unit anda tidak boleh ada pada keadaan breakdown terlalu lama. Unscheduled breakdown merupakan salah satu masalah besar baik bagi customer maupun anda karena unit yang breakdown akan menyita perhatian perusahaan anda secara mendadak. Anda harus segera menyiapkan segala resources yang dapat menghentikan breakdown tersebut dan sering kali resources yang anda miliki tidak dapat langsung dialokasikan ke unit tersebut. Salah satu cara untuk memaksimalkan avaibilitas unit anda adalah dengan preventive maintenance. Buatlah waktu service anda sendiri, sesuai dengan jadwal yang anda tetapkan sendiri, bukan sesuai dengan kerusakan atau breakdown pada unit.

4. Biaya operasi dan maintenance diluar budget yang ditentukan

Seringkali biaya yang disebabkan baik oleh maintenance atau operasional melebihi budget yang anda ciptakan. Biasanya hal itu terjadi karena periode unschedule breakdown diluar dugaan sehingga biaya menggunakan resources menjadi lebih tinggi. Perhatikan dan selalu analisa pengeluaran dan pemasukan yang perusahaan anda dapatkan setiap bulannya. Pastikan bahwa biaya maintenance dan operasional sesuai dengan budget yang anda tentukan sehingga target revenue anda selalu tercapai.

5. Kesalahan yang tidak terdeteksi

Seringkali proses terhadap permintaan customer (customer service) dilakukan secara tidak teratur sehingga apabila terjadi suatu kesalahan, anda akan kesulitan untuk mengetahui pihak yang membuat kesalahan dan masalah utama dari kesalahan tersebut. Untuk menyelesaikannya, anda harus dapat melakukan proses track and record dimana semua proses customer service memiliki prosedur dan standarisasi yang jelas untuk dapat disimpan sebagai data dan dapat dibandingkan dengan masalah-masalah sejenisnya.

6. Parts management

Sebagai salah satu resources utama unit, spare parts merupakan hal yang substansial untuk perusahaan anda. Namun, hal substansial ini sering kali menjadi bagian utama yang bermasalah, seperti pemesanan spare parts yang tidak sesuai tipe dan jumlahnya, spare parts usage yang tidak terdeteksi, dan harga spare parts yang tiba-tiba melonjak apabila dibutuhkan dalam waktu mendadak. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ini ialah dengan mendeteksi penggunaan spare parts yang akan datang. Rancang preventive maintenance anda sesuai jadwal, termasuk dengan spare parts yang akan digunakannya sehingga anda dapat memprediksi jumlah dan quantity spare parts yang anda miliki dan perlu anda beli.

7. Standart hasil pekerjaan

Biasanya, setiap mekanik memiliki cara yang berbeda saat melakukan maintenance yang ditugaskan. Misalnya, beberapa mekanik akan memulai inspeksi dari bagian luar unit, sedangkan mekanik lainnya akan memulai inspeksi dari bagian dalam unit. Agar tidak terjadi kesalahan atau human error, akan lebih baik jika anda menciptakan instruksi manual dan detail tentang poin-poin apa saja yang perlu dicek ketika inspeksi sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan mengacu pada standar perusahaan dan unit.

Berdasarkan tujuh tantangan diatas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan rental memiliki prioritas yang berbeda dengan perusahaan mining atau konstruksi yang memiliki alat berat. Perusahan rental lebih fokus terhadap utilisasi unit, customer service, dan utilisasi human dan parts resources mereka yang harus selalu sedia apabila terjadi breakdown di lokasi project-project milik customer.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta

on

Alat berat memiliki dua aktivitas utama yang perlu dilakukan untuk proses pemeliharaannya. Reactive maintenance dan Preventive maintenance.

Reactive maintenance dilakukan saat unit memiliki masalah, dan biasanya muncul dari kerusakan sehingga membutuhkan respon yang cepat untuk meminimalisir waktu breakdown yang tidak terduga. Beberapa tantangan yang biasanya dihadapi dalam proses reactive maintenance adalah ketersediaan human resources, ketersediaan spare parts, dan pengambilan keputusan dalam seluruh proses perbaikan yang lama.

Berbeda dengan reactive, preventive maintenance dilakukan sebelum adanya masalah pada unit. Preventive maintenance dapat mengurangi biaya dan waktu, sehingga unit dapat bekerja secara maksimal. Preventive maintenance juga membantu health machine unit menjadi lebih baik, sehingga walaupun kerusakan tetap dapat terjadi, ukuran dan jumlahnya akan berkurang.

Alasan melakukan Preventive Maintenance

Preventive maintenance memiliki banyak manfaat, yakni :

  • Menghemat biaya : proses maintenance dapat menghabiskan sekitar 40% dari seluruh biaya yang ditetapkan untuk sebuah project. Biaya tersebut dapat diturunkan karena preventive maintenance dapat mencegah terjadinya kerusakan pada komponen, sehingga komponen unit dapat terus bekerja dengan kondisi terbaiknya.
  • Meningkatkan keselamatan : dengan preventive maintenance, keamanan mesin unit lebih terjaga sehingga keselamatan pekerja yang mengoperasikannya pun dapat terlindung dari bahaya. Mesin yang tiba-tiba berhenti menciptakan resiko terhadap pekerja yang berada di sekitarnya.
  • Meningkatkan efisiensi : breakdown yang diciptakan akibat kerusakan tidak terduga pada unit biasanya memakan waktu lebih lama karena resources belum siap untuk mengatasinya. Hal inilah yang biasanya menurunkan efisiensi unit sehingga unit tidak dapat beroperasi sesuai standarnya.
  • Mempertahankan garansi : beberapa peraturan pada garansi tertentu menyebutkan bahwa unit yang kerusakannya diakibatkan karena tidak terjadinya preventive maintenance dapat tidak diterima atau ditolak karena kelalaian pihak pemilik unit.
  • Mencegah kerusakan : unscheduled breakdown membuang waktu dan biaya. Preventive maintenance dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya breakdown tidak terduga agar unit dapat terus bekerja sesuai standar yang ditetapkan.

Langkah yang perlu dilakukan untuk dapat melakukan Preventive Maintenance

  1. Gunakan alat berat yang tepat

Selalu gunakan alat berat yang tepat untuk industri yang tepat. Jangan menghemat biaya hanya untuk membeli unit yang lebih kecil atau tidak sesuai standar. Unit tersebut akan lebih cepat rusak dan memakan biaya yang lebih besar dalam proses perawatannya.

  1. Periksa saat dibersihkan

Selalu periksa seluruh bagian mesin saat unit dibersihkan. Pekerja harus melakukan seluruh kegiatan berdasarkan checklist yang ada dan memeriksa semua komponen unit. Apabila ada komponen yang ganjil dan anomali, maka komponen tersebut lebih baik diganti atau segera diperbaiki sebelum unit kembali beroperasi

  1. Lakukan jadwal preventive maintenance sesuai standar OEM

Selalu terapkan jadwal preventive maintenance sesuai dengan rekomendasi pabrik atau distributor. Hal ini dikarenakan pabrik atau distributor biasanya mengetahui kapasitas operasi mesin lebih baik sehingga jadwal service yang dilakukan akan berdasarkan kapasitas operasional unit tersebut.

  1. Pastikan pekerja operasional terlatih

Selalu gunakan pekerja yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menggunakan unit yang akan mereka operasikan. Penggunaan unit yang tidak benar dapat berpotensi besar dalam menyebabkan kerusakan. Pekerja juga harus menyadari dan mengawasi mesin saat sedang beroperasi, sehingga apabila anomali terjadi, pekerja dapat memberitahu bagian teknisi dan mencegah kerusakan besar terjadi.

  1. Latihlah kemampuan pekerja maintenance

Selalu latih pekerja maintenance untuk dapat mengutamakan preventive maintenance daripada reactive maintenance. Beritahu kelebihan dari preventive maintenance, dan keuntungan yang mereka dapatkan seperti jadwal service yang lebih dapat diprediksi dan sesuai jadwal.

Bagaimana cara memaksimalkan preventive maintenance?

Teknologi.

Teknologi dapat dengan mudah meningkatkan efisiensi dan prediksi yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jadwal preventive maintenance yang tepat. Sensor, IoT device, dan Maintenance System (CMMS) adalah salah satu teknologi yang dapat membantu aktivitas preventive maintenance.

Teknologi dapat dijadikan salah satu investment jangka panjang dalam upaya menerapkan aktivitas preventive maintenance. Investment tersebut akan terasa perbedaannya dari segi menghemat biaya dalam proses maintenance alat berat anda. Sebuah operasi pertambangan dapat menghemat sekitar 13 kali biaya maintenance dengan menerapkan preventive maintenance dari sekedar menunggu breakdown.

 

spare part excavator jakarta, sparepart excavator jakarta, spare part alat berat jakarta, sparepart alat berat jakarta, jual spare part alat berat jakarta, jual sparepart alat berat jakarta, sparepart caterpillar jakarta, sparepart kobelco jakarta, sparepart hitachi jakarta, sparepart komatsu jakarta, sparepart sumitomo jakarta, sparepart volvo jakarta